Kamis, 02 Februari 2012

tragically love stories

38 komentar:

  1. Bacalah kisah yang melegenda antara seorang bernama Qais dan Laila, maka kau akan mendapati kisah seorang yang mabuk kepayang akan cintanya sehingga membuat Qais digelari sebagai si Majnun (si Gila). Dalam kegilaannya itu, ia memilih untuk mengucilkan diri dari dunia dan kemudian berbagi cinta dan kasih sayang tak sampainya itu pada alam sekitar. Namun, apa daya derita menahan rindu akibat pertentangan keluarga yang tak mengizinkan mereka bersatu menjadikan Laila meninggal dalam ketragisan kisah cintanya.

    Lalu, bagaimana dengan kisah drama fenomenal antara Romeo dan Juliet? Nasibnya pun sama, bahkan pun pada akhirnya mereka berdua meninggalkan dunia fana ini bersama tanpa satu pun yang merestui hubungan di antara keduanya.

    Seorang Devdas pun memilih untuk menyengsarakan dirinya sendiri akibat ketragisan kisah cintanya. Pujaan hatinya, Paro, telah terikat menjadi seorang istri, namun bukan untuk dirinya. Akhir cerita pun menjadi sedemikian menyayat hati dengan kematian Devdas di hadapan Paro yang tak diiizinkan untuk bersua dengannya di penghujung kehidupannya. A grand saga of timeless love...

    Mungkin ada baiknya, lebih melihat pada kisah buatan pujangga dari negeri sendiri. Antara Zainab dan Hamid yang tertera pada kisah “Di Bawah Lindungan Ka’bah”. Kau akan menemukan sosok Hamid yang begitu menyedihkan nasibnya karena dia terpaksa berada jauh dari kampung asalnya dan mendapat kabar bahwa Zainab, gadis yang ia cintai, meninggal karena lara duka berpisah dengannya manakala dirinya masih berada di tanah suci.

    Dan kini kau sendiri sedang membaca alur cerita dari kisah kasih Hayati dan Zainuddin dalam karya Hamka lainnya berjudul “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”. Alur kisahnya seakan begitu mudah dibayangkan dengan begitu dekatnya latar belakang budaya dan tempat kisah itu diceritakan, di Ranah Minang yang menjadi tempat perantauan diri.

    Ah, kisah tragis semacam ini. Bagaimanakah jika diri mengalaminya?

    BalasHapus
  2. udah nonton filmnya juga yo nas?

    BalasHapus
  3. hihihi karena baca novelnya Hamka nih Uda.... baru "in" dengan karya orang Minang nih

    BalasHapus
  4. ihiiyy.. pasti anas banget nih.. minang dan kisah cinta yang tragis #eh

    BalasHapus
  5. terus nyanyi lagu Ebiet G.Ade... Cintaku kandas di rerumputan..hoooo ooo hooo ooo..C#

    BalasHapus
  6. Tapi Laila n Qais itu landasan cintanya karena keimanan. Qais cinta mati sm Laila karena kesolehahannya. Ga bs dsandingkan dgn Romeo n Juliet. Menurut aye lho... ;-)

    BalasHapus
  7. Hidup ini terlalu berharga untuk memikirkan sakit hati karena cinta.. :D.
    Ojo sampe ngalami lah nas.. haha

    BalasHapus
  8. knp kisah cinta itu selalu lebay y?

    BalasHapus
  9. anas lagi cinta sama siapa thooo.... sepertinya mengahayati sekalii...
    ;p

    BalasHapus
  10. Ya, saya sependapat dg mbak Nurjanahwafa

    BalasHapus
  11. hm.... kisah pejuang cinta yg gagal atau yang merelakan org yang dicintainya pergi dan beralih membangkitkan cinta kepada yg lain.

    buku udah sampe belom, mas?

    BalasHapus
  12. Wah.. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck itu buku yang aku baca waktu SMP... :)

    BalasHapus
  13. hohoho belum Uda...
    tapi belum pengen pula sih... soale yang meranin kok keknya kurang memenuhi aspek bayangan figur saya akan si Hamid dan Zainab yo hehehe

    BalasHapus
  14. adakah Uda? hooooo diriku lupa tuh lagu yang mana... bolehlah pula diperdengarkan

    BalasHapus
  15. sepakat en setuju sekali... bahkan pun memang kalau ndak salah ada yang kemudian menginterpretasikan kisah ini sebagai salah satu kisah sufi

    BalasHapus
  16. nggih kangmas... iku kan pelajarane saking kisah tragis punika to... hehehe
    jadi ya mohon doanya agar tidak mengalaminya aja di sini hehehehe

    *soalnya sedang demen kisah beginian sih*

    BalasHapus
  17. sebenarnya ya tokohnya Laila dan Qais....
    ada juga Khosrow dan Shireen oleh yang buat sama keknya... tapi belum baca hehehe

    BalasHapus
  18. soalnya menarik sih hehehe.... ada klimaksnya dan juga ada twisted endingnya (yang tragis2 begini sih)

    BalasHapus
  19. sebenarnya sih gegara ke-Ranahminang-an kisah-kisah yang saya sedang sedemikiannya menghayati mbak hehehe

    BalasHapus
  20. ada di bukunya mas ya...

    hehehe belum nih... soalnya kan belum ada kesempatan ke jakarta... jadi masih nitip sedemikian lamanya huhuhu

    BalasHapus
  21. jelaslah sudah saya emang ketinggalan jaman huhuhu

    BalasHapus
  22. weleh.. aku ojo diceluk kangmas, Mas Anas..
    Aku kan lebih enom timbang sampean.. heheee :p

    BalasHapus
  23. dulu pernah baca, katanya lalia dijodohin ama cowok lain, terus cowoknya mati gara2 laila dingin dan nungguin qais terus

    BalasHapus
  24. sedih pastinya klo ngalamin sendiri tp jangan sampai terpaku sampai di situ aja
    hidup kan harus terus berjalan
    *wah komen terlalu serius* :D

    BalasHapus
  25. Ga kok, skg aku lagi seneng2nya baca novel klasik dan baru niat mau baca buku2nya Pramoedya :)

    BalasHapus
  26. kalau pengalam sy dalam hal cinta yg tragis kaya gini mas

    BalasHapus
  27. sekali kalilah rada merasa yang lebih muda diriku hahaha

    BalasHapus
  28. versi yang saya baca justru lailanya mbak yang mati...
    dia saking menderitanya menahan rindu ketemu sama Qais...

    BalasHapus
  29. yang bikin heran memang kisah tragis ini jadi melegenda ya... namun memang tetep kan yang jadi impian kita adalah cerita yang berhappy-ending... semoga demikian
    dan memang life's keep going on... :)

    BalasHapus
  30. wooooooow iya juga ya... bukunya Pramoedya kan recommended... tapi saya nyelesaikan karya Hamka dulu deh kak hehehe

    BalasHapus
  31. telat comment, tapi udah dibaca hehehe.... maturnuwun mas...

    BalasHapus