Bacalah kisah yang melegenda antara seorang bernama Qais dan Laila, maka kau akan mendapati kisah seorang yang mabuk kepayang akan cintanya sehingga membuat Qais digelari sebagai si Majnun (si Gila). Dalam kegilaannya itu, ia memilih untuk mengucilkan diri dari dunia dan kemudian berbagi cinta dan kasih sayang tak sampainya itu pada alam sekitar. Namun, apa daya derita menahan rindu akibat pertentangan keluarga yang tak mengizinkan mereka bersatu menjadikan Laila meninggal dalam ketragisan kisah cintanya.
Lalu, bagaimana dengan kisah drama fenomenal antara Romeo dan Juliet? Nasibnya pun sama, bahkan pun pada akhirnya mereka berdua meninggalkan dunia fana ini bersama tanpa satu pun yang merestui hubungan di antara keduanya.
Seorang Devdas pun memilih untuk menyengsarakan dirinya sendiri akibat ketragisan kisah cintanya. Pujaan hatinya, Paro, telah terikat menjadi seorang istri, namun bukan untuk dirinya. Akhir cerita pun menjadi sedemikian menyayat hati dengan kematian Devdas di hadapan Paro yang tak diiizinkan untuk bersua dengannya di penghujung kehidupannya. A grand saga of timeless love...
Mungkin ada baiknya, lebih melihat pada kisah buatan pujangga dari negeri sendiri. Antara Zainab dan Hamid yang tertera pada kisah “Di Bawah Lindungan Ka’bah”. Kau akan menemukan sosok Hamid yang begitu menyedihkan nasibnya karena dia terpaksa berada jauh dari kampung asalnya dan mendapat kabar bahwa Zainab, gadis yang ia cintai, meninggal karena lara duka berpisah dengannya manakala dirinya masih berada di tanah suci.
Dan kini kau sendiri sedang membaca alur cerita dari kisah kasih Hayati dan Zainuddin dalam karya Hamka lainnya berjudul “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”. Alur kisahnya seakan begitu mudah dibayangkan dengan begitu dekatnya latar belakang budaya dan tempat kisah itu diceritakan, di Ranah Minang yang menjadi tempat perantauan diri.
Ah, kisah tragis semacam ini. Bagaimanakah jika diri mengalaminya?
Tapi Laila n Qais itu landasan cintanya karena keimanan. Qais cinta mati sm Laila karena kesolehahannya. Ga bs dsandingkan dgn Romeo n Juliet. Menurut aye lho... ;-)
hohoho belum Uda... tapi belum pengen pula sih... soale yang meranin kok keknya kurang memenuhi aspek bayangan figur saya akan si Hamid dan Zainab yo hehehe
yang bikin heran memang kisah tragis ini jadi melegenda ya... namun memang tetep kan yang jadi impian kita adalah cerita yang berhappy-ending... semoga demikian dan memang life's keep going on... :)
Bacalah kisah yang melegenda antara seorang bernama Qais dan Laila, maka kau akan mendapati kisah seorang yang mabuk kepayang akan cintanya sehingga membuat Qais digelari sebagai si Majnun (si Gila). Dalam kegilaannya itu, ia memilih untuk mengucilkan diri dari dunia dan kemudian berbagi cinta dan kasih sayang tak sampainya itu pada alam sekitar. Namun, apa daya derita menahan rindu akibat pertentangan keluarga yang tak mengizinkan mereka bersatu menjadikan Laila meninggal dalam ketragisan kisah cintanya.
BalasHapusLalu, bagaimana dengan kisah drama fenomenal antara Romeo dan Juliet? Nasibnya pun sama, bahkan pun pada akhirnya mereka berdua meninggalkan dunia fana ini bersama tanpa satu pun yang merestui hubungan di antara keduanya.
Seorang Devdas pun memilih untuk menyengsarakan dirinya sendiri akibat ketragisan kisah cintanya. Pujaan hatinya, Paro, telah terikat menjadi seorang istri, namun bukan untuk dirinya. Akhir cerita pun menjadi sedemikian menyayat hati dengan kematian Devdas di hadapan Paro yang tak diiizinkan untuk bersua dengannya di penghujung kehidupannya. A grand saga of timeless love...
Mungkin ada baiknya, lebih melihat pada kisah buatan pujangga dari negeri sendiri. Antara Zainab dan Hamid yang tertera pada kisah “Di Bawah Lindungan Ka’bah”. Kau akan menemukan sosok Hamid yang begitu menyedihkan nasibnya karena dia terpaksa berada jauh dari kampung asalnya dan mendapat kabar bahwa Zainab, gadis yang ia cintai, meninggal karena lara duka berpisah dengannya manakala dirinya masih berada di tanah suci.
Dan kini kau sendiri sedang membaca alur cerita dari kisah kasih Hayati dan Zainuddin dalam karya Hamka lainnya berjudul “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”. Alur kisahnya seakan begitu mudah dibayangkan dengan begitu dekatnya latar belakang budaya dan tempat kisah itu diceritakan, di Ranah Minang yang menjadi tempat perantauan diri.
Ah, kisah tragis semacam ini. Bagaimanakah jika diri mengalaminya?
wah, kek mana tuh?
BalasHapusooo
BalasHapusudah nonton filmnya juga yo nas?
BalasHapushihihi karena baca novelnya Hamka nih Uda.... baru "in" dengan karya orang Minang nih
BalasHapuswew?
BalasHapusihiiyy.. pasti anas banget nih.. minang dan kisah cinta yang tragis #eh
BalasHapusterus nyanyi lagu Ebiet G.Ade... Cintaku kandas di rerumputan..hoooo ooo hooo ooo..C#
BalasHapusTapi Laila n Qais itu landasan cintanya karena keimanan. Qais cinta mati sm Laila karena kesolehahannya. Ga bs dsandingkan dgn Romeo n Juliet. Menurut aye lho... ;-)
BalasHapusHidup ini terlalu berharga untuk memikirkan sakit hati karena cinta.. :D.
BalasHapusOjo sampe ngalami lah nas.. haha
oo laila majnun toh
BalasHapusknp kisah cinta itu selalu lebay y?
BalasHapusanas lagi cinta sama siapa thooo.... sepertinya mengahayati sekalii...
BalasHapus;p
Ya, saya sependapat dg mbak Nurjanahwafa
BalasHapushm.... kisah pejuang cinta yg gagal atau yang merelakan org yang dicintainya pergi dan beralih membangkitkan cinta kepada yg lain.
BalasHapusbuku udah sampe belom, mas?
Wah.. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck itu buku yang aku baca waktu SMP... :)
BalasHapushohoho belum Uda...
BalasHapustapi belum pengen pula sih... soale yang meranin kok keknya kurang memenuhi aspek bayangan figur saya akan si Hamid dan Zainab yo hehehe
uwow!!!
BalasHapussedang meresapi suasana hahaha
BalasHapusadakah Uda? hooooo diriku lupa tuh lagu yang mana... bolehlah pula diperdengarkan
BalasHapussepakat en setuju sekali... bahkan pun memang kalau ndak salah ada yang kemudian menginterpretasikan kisah ini sebagai salah satu kisah sufi
BalasHapusnggih kangmas... iku kan pelajarane saking kisah tragis punika to... hehehe
BalasHapusjadi ya mohon doanya agar tidak mengalaminya aja di sini hehehehe
*soalnya sedang demen kisah beginian sih*
sebenarnya ya tokohnya Laila dan Qais....
BalasHapusada juga Khosrow dan Shireen oleh yang buat sama keknya... tapi belum baca hehehe
soalnya menarik sih hehehe.... ada klimaksnya dan juga ada twisted endingnya (yang tragis2 begini sih)
BalasHapussebenarnya sih gegara ke-Ranahminang-an kisah-kisah yang saya sedang sedemikiannya menghayati mbak hehehe
BalasHapussaya pun sepakat kok mas hehehe
BalasHapusada di bukunya mas ya...
BalasHapushehehe belum nih... soalnya kan belum ada kesempatan ke jakarta... jadi masih nitip sedemikian lamanya huhuhu
jelaslah sudah saya emang ketinggalan jaman huhuhu
BalasHapusweleh.. aku ojo diceluk kangmas, Mas Anas..
BalasHapusAku kan lebih enom timbang sampean.. heheee :p
dulu pernah baca, katanya lalia dijodohin ama cowok lain, terus cowoknya mati gara2 laila dingin dan nungguin qais terus
BalasHapussedih pastinya klo ngalamin sendiri tp jangan sampai terpaku sampai di situ aja
BalasHapushidup kan harus terus berjalan
*wah komen terlalu serius* :D
Ga kok, skg aku lagi seneng2nya baca novel klasik dan baru niat mau baca buku2nya Pramoedya :)
BalasHapuskalau pengalam sy dalam hal cinta yg tragis kaya gini mas
BalasHapussekali kalilah rada merasa yang lebih muda diriku hahaha
BalasHapusversi yang saya baca justru lailanya mbak yang mati...
BalasHapusdia saking menderitanya menahan rindu ketemu sama Qais...
yang bikin heran memang kisah tragis ini jadi melegenda ya... namun memang tetep kan yang jadi impian kita adalah cerita yang berhappy-ending... semoga demikian
BalasHapusdan memang life's keep going on... :)
wooooooow iya juga ya... bukunya Pramoedya kan recommended... tapi saya nyelesaikan karya Hamka dulu deh kak hehehe
BalasHapustelat comment, tapi udah dibaca hehehe.... maturnuwun mas...
BalasHapus