Alhamdulillah senang sekali rasanya tiap ada kesempatan bisa pulang kampung balik ke kota tercinta, Salatiga. Namanya pulang kampung, gak afdhol kalau tidak dibumbui dengan perasaan rindu yang membuncah dan kebahagiaan yang dinanti-nanti berkumpul kembali bersama keluarga.
Perjalanan pulang kampung ini tetapi berbeda dari biasanya, kali saya pulang bersama kakak dan suaminya yang baru saja balik ke Indonesia dari negeri sakura pertengahan April lalu. Hal yang berbeda juga adalah perjalanannya memakai pesawat terbang. Hahaha ndesonya saya kumat, tetapi ini sih sudah kali ketiga memakai fasilitas tersebut, cuman ya masih belum terbiasa aja, kalau kakak nggak ngajak memakai fasilitas itu, saya mah tetap prefer ke kereta ekonomi buat lebih hemat :D.
Pukul 04.15 tadi perjalanan pun dimulai. Wuaa pagi banget, hal ini dikarenakan katanya hari ini akan ada pengalihan jalan, jadi lebih baik berangkat sepagi mungkin. Dari daerah Buaran, kami pun berangkat menuju Bandara Soetta. Yap, semalam saya menginap di rumah kakak saya yang ada di daerah tersebut dengan pertimbangan untuk berangkat bersama dari satu titik yang sama menuju ke bandara, sehingga tidak perlu saling menunggu.
Jadwal berangkat pesawat sebenarnya pukul 06.40. Kami tiba di bandara kira-kira pukul 05.00 dan sholat shubuh di sana serta menunggu pemberangkatan. Alhamdulillah pesawatnya terbang sesuai jadwal dan pas dengan perkiraan waktunya. Tidak begitu lama berada di udara, menjelang pukul 08.00 akhirnya sampai di Bandara Ahmad Yani, Semarang. Sesampainya di sana, kami ‘disambut’ oleh hujan gerimis, sehingga harus berpayung ria sejenak. Dari kota Semarang, perjalanan pun dilanjutkan ke final destination, Salatiga, dengan taksi selama kurang lebih dua jam.
And then, finally we had arrived at Salatiga. Alhamdulillah tepat sesuai rencana, pukul 10.00. Ibu pun menyambut kami dengan begitu bahagia. Kami pun ngobrol begitu banyak hal. Yap, maklum sudah selang 6 bulan ini kami belum berkumpul selengkap ini, apalagi sekarang juga ada tambahan suami dari kakak he.
One of the happiest moment is when you are gathering with your own family, isn’t it?
@mas iqbal... hm ketika saya nanti penempatan di luar jawa, mungkin juga seperti itu :( yap intinya sih menikmati momen-momen yang bisa dioptimalkan dulu.
@mas hendra 11-12 ma bandunglah... sejuk kok... ni aja sedang males nyentuh air, adem (dingin, red) banget... dan juga tadi pagi habis hujan, jadi tambah nuansa sejuknya he
wuies mpe triple comment... yah, terlalu beruntung deh saya ni he... tapi yakinlah suatu saat naik pesawat... seperti naik haji bersama orang tua to... nice dream really, semoga Allah mengabulkan impian ini suatu saat nanti...
Alhamdulillah senang sekali rasanya tiap ada kesempatan bisa pulang kampung balik ke kota tercinta, Salatiga. Namanya pulang kampung, gak afdhol kalau tidak dibumbui dengan perasaan rindu yang membuncah dan kebahagiaan yang dinanti-nanti berkumpul kembali bersama keluarga.
BalasHapusPerjalanan pulang kampung ini tetapi berbeda dari biasanya, kali saya pulang bersama kakak dan suaminya yang baru saja balik ke Indonesia dari negeri sakura pertengahan April lalu. Hal yang berbeda juga adalah perjalanannya memakai pesawat terbang. Hahaha ndesonya saya kumat, tetapi ini sih sudah kali ketiga memakai fasilitas tersebut, cuman ya masih belum terbiasa aja, kalau kakak nggak ngajak memakai fasilitas itu, saya mah tetap prefer ke kereta ekonomi buat lebih hemat :D.
Pukul 04.15 tadi perjalanan pun dimulai. Wuaa pagi banget, hal ini dikarenakan katanya hari ini akan ada pengalihan jalan, jadi lebih baik berangkat sepagi mungkin. Dari daerah Buaran, kami pun berangkat menuju Bandara Soetta. Yap, semalam saya menginap di rumah kakak saya yang ada di daerah tersebut dengan pertimbangan untuk berangkat bersama dari satu titik yang sama menuju ke bandara, sehingga tidak perlu saling menunggu.
Jadwal berangkat pesawat sebenarnya pukul 06.40. Kami tiba di bandara kira-kira pukul 05.00 dan sholat shubuh di sana serta menunggu pemberangkatan. Alhamdulillah pesawatnya terbang sesuai jadwal dan pas dengan perkiraan waktunya. Tidak begitu lama berada di udara, menjelang pukul 08.00 akhirnya sampai di Bandara Ahmad Yani, Semarang. Sesampainya di sana, kami ‘disambut’ oleh hujan gerimis, sehingga harus berpayung ria sejenak. Dari kota Semarang, perjalanan pun dilanjutkan ke final destination, Salatiga, dengan taksi selama kurang
lebih dua jam.
And then, finally we had arrived at Salatiga. Alhamdulillah tepat sesuai rencana, pukul 10.00. Ibu pun menyambut kami dengan begitu bahagia. Kami pun ngobrol begitu banyak hal. Yap, maklum sudah selang 6 bulan ini kami belum berkumpul selengkap ini, apalagi sekarang juga ada tambahan suami dari kakak he.
One of the happiest moment is when you are gathering with your own family, isn’t it?
G kayak aq, bth bnyk perhtngan untk sekdar pulkamp
BalasHapusBaca ini, jadi teringat masa kecil... Apa korelasinya coba? Huehehe... Tapi bener, ngumpul bareng keluarga adalah one of the best moment in your life
BalasHapusSenangnya bertemu ibu setelah lama tidak bertemu, ya ...
BalasHapus*oh, salatiga itu dekat semarang, ya? Baru tahu ... "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮
@mas iqbal...
BalasHapushm ketika saya nanti penempatan di luar jawa, mungkin juga seperti itu :(
yap intinya sih menikmati momen-momen yang bisa dioptimalkan dulu.
@kak muse
BalasHapuseh, tapi sedari tadi, setiba di sini entah kenapa hawa-hawanya jadi anak kecil gitu... riang jempalitan gak jelas :D
@mas hendra
BalasHapusyaaah masak gak tahu sih....
ayo dah ke mari, takajak keliling-keliling wis ha...
Wah, asyik tuh ...
BalasHapusSalatiga itu kotanya panas atau sejuk?
@mas hendra
BalasHapus11-12 ma bandunglah... sejuk kok... ni aja sedang males nyentuh air, adem (dingin, red) banget... dan juga tadi pagi habis hujan, jadi tambah nuansa sejuknya he
Wah naik pesawat, aku belum pernah he3 lebih ndeso darimu Nazh.
BalasHapusWah naik pesawat, aku belum pernah he3 lebih ndeso darimu Nazh.
BalasHapusWah naik pesawat, aku belum pernah he3 lebih ndeso darimu Nazh.
BalasHapuswuies mpe triple comment...
BalasHapusyah, terlalu beruntung deh saya ni he...
tapi yakinlah suatu saat naik pesawat...
seperti naik haji bersama orang tua to...
nice dream really, semoga Allah mengabulkan impian ini suatu saat nanti...
Oleh2 yah... :)
BalasHapussemoga lancar dan selamat sampai tujuan.
BalasHapussoal oleh2..... tunggu kiriman aja
xixixixixix
sempat bawa gak yaks...
BalasHapussemoga juga kalau bawa masih disisakan untuk mas syamsul
:)
wua kiriman apa nih....
BalasHapuscuriga hehehe