Hm kepulangan saya ke Salatiga akhir pekan ini ternyata tidak hanya untuk berkumpul bersama keluarga saja. Pada tanggal 8 Mei 2011 ini, kota saya tercinta ini mempunyai hajat besar dengan penyelenggaraan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) untuk memilih walikota dan wakil walikota Salatiga periode 2011-2016. Sebagai salah seorang yang masih tercatat sebagai penduduk kota Salatiga, saya tentu mendapatkan kesempatan dan hak untuk memilih. Walaupun ya, sebenarnya sudah terhitung kira-kira 6 bulan ini saya sudah mengembara di ibukota. Akan tetapi, hehehe saya memang belum punya kartu penduduk jakarta lo, punyanya ya kartu penduduk Salatiga. Toh, juga sempat masih beberapa kali bolak-balik sana-sini, masih layak keitung penduduk Salatigalah. Sekilas mengenai pemilukada Salatiga ini, ada empat pasangan yang mengajukan diri sebagai cawali dan cawawali. Keempat pasangan tersebut, sebagaimana lazimnya pemilu lainnya, menggunakan singkatan-singkatan dan jargon yang unik. Pasangan pertama adalah BASIS, Bapak Bambang Supriyanto-Bu Adriana Susi Yudhawati. Pasangan kedua adalah Bu Diah Sunarsasih-Bapak Teddy Sulistio. Pasangan ketiga adalah Bapak Yuliyanto-M. Haris. Pasangan keempat adalah Bapak Bambang Soetopo-Ibu Rosa Darwanti. Hanya ada beberapa orang dari pasangan tersebut yang saya ketahui, seperti Ibu Diah Sunarsasih yang sekarang ini masih menjabat wakil walikota, Bapak Yuliyanto yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Salatiga, dan Bapak M. Haris yang merupakan tokoh terkenal di kalangan masyarakat dan juga anggota DPRD fraksi PKS. Pagi hari ini menjelang pukul 09.00, saya dan sekeluarga berangkat menuju tempat pemilihan suara (TPS) dekat rumah kami dengan berjalan kaki. Alhamdulillah momen memilih ini bisa diikuti oleh kami sekeluarga dengan lengkap, ada ibu, saya, kakak, dan sepupu (juga terdaftar di TPS), ditambah pula ada kakak ipar (hanya saja tidak terdaftar karena masih terhitung penduduk ibukota). Suasana TPS saat kami sampai di sana masih relatif sepi. Pun tidak terlalu lama kami menunggu untuk dipanggil. Ketika nama saya disebut, saya langsung menuju ke bilik suara dan mencoblos kertas surat suara. Memilih pasangan yang mana? Hohoho rahasia ya, tetapi jelasnya saya memilih pasangan yang publikasi via internetnya cukup oke dengan lewat facebook, twitter, blogspot, official web juga. Dengan adanya publikasi internet seperti itu, untuk saya yang sebenarnya tinggal jauh dari Salatiga, masih dapat mengetahui cukup banyak info terkait pasangan tersebut. Bismilllah, saya pun akhirnya telah memilih dan berpartisipasi pada pemilukada Salatiga kali ini. Semoga hasil dari pemilukada ini akan menjadikan Salatiga dipimpin oleh sosok-sosok yang amanah dan profesional, sehingga Salatiga menjadi kota yang maju dan juga lebih baik lagi. Allahumma amiin...
Klo ngasi uangnya kliatan orang itu sangat polos,apalagi kalo pake acara foto foto,tambah polos...yang terselubung yang jauh lebih berbahaya...contoh: BLBI dan Century..C#
ckckck mental2 gini nih yang perlu diubah mending rakyat senang kalau bisa produktif dan juga kemudian penghasilan (halal) jadi tambah banyak... tentu dengan dukungan pemerintah yang optimal :D
Ada yang ngasih uang gak, Nas? *nyengir*
BalasHapusHm kepulangan saya ke Salatiga akhir pekan ini ternyata tidak hanya untuk berkumpul bersama keluarga saja. Pada tanggal 8 Mei 2011 ini, kota saya tercinta ini mempunyai hajat besar dengan penyelenggaraan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) untuk memilih walikota dan wakil walikota Salatiga periode 2011-2016. Sebagai salah seorang yang masih tercatat sebagai penduduk kota Salatiga, saya tentu mendapatkan kesempatan dan hak untuk memilih. Walaupun ya, sebenarnya sudah terhitung kira-kira 6 bulan ini saya sudah mengembara di ibukota. Akan tetapi, hehehe saya memang belum punya kartu penduduk jakarta lo, punyanya ya kartu penduduk Salatiga. Toh, juga sempat masih beberapa kali bolak-balik sana-sini, masih layak keitung penduduk Salatigalah. Sekilas mengenai pemilukada Salatiga ini, ada empat pasangan yang mengajukan diri sebagai cawali dan cawawali. Keempat pasangan tersebut, sebagaimana lazimnya pemilu lainnya, menggunakan singkatan-singkatan dan jargon yang unik. Pasangan pertama adalah BASIS, Bapak Bambang Supriyanto-Bu Adriana Susi Yudhawati. Pasangan kedua adalah Bu Diah Sunarsasih-Bapak Teddy Sulistio. Pasangan ketiga adalah Bapak Yuliyanto-M. Haris. Pasangan keempat adalah Bapak Bambang Soetopo-Ibu Rosa Darwanti. Hanya ada beberapa orang dari pasangan tersebut yang saya ketahui, seperti Ibu Diah Sunarsasih yang sekarang ini masih menjabat wakil walikota, Bapak Yuliyanto yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Salatiga, dan Bapak M. Haris yang merupakan tokoh terkenal di kalangan masyarakat dan juga anggota DPRD fraksi PKS. Pagi hari ini menjelang pukul 09.00, saya dan sekeluarga berangkat menuju tempat pemilihan suara (TPS) dekat rumah kami dengan berjalan kaki. Alhamdulillah momen memilih ini bisa diikuti oleh kami sekeluarga dengan lengkap, ada ibu, saya, kakak, dan sepupu (juga terdaftar di TPS), ditambah pula ada kakak ipar (hanya saja tidak terdaftar karena masih terhitung penduduk ibukota). Suasana TPS saat kami sampai di sana masih relatif sepi. Pun tidak terlalu lama kami menunggu untuk dipanggil. Ketika nama saya disebut, saya langsung menuju ke bilik suara dan mencoblos kertas surat suara. Memilih pasangan yang mana? Hohoho rahasia ya, tetapi jelasnya saya memilih pasangan yang publikasi via internetnya cukup oke dengan lewat facebook, twitter, blogspot, official web juga. Dengan adanya publikasi internet seperti itu, untuk saya yang sebenarnya tinggal jauh dari Salatiga, masih dapat mengetahui cukup banyak info terkait pasangan tersebut. Bismilllah, saya pun akhirnya telah memilih dan berpartisipasi pada pemilukada Salatiga kali ini. Semoga hasil dari pemilukada ini akan menjadikan Salatiga dipimpin oleh sosok-sosok yang amanah dan profesional, sehingga Salatiga menjadi kota yang maju dan juga lebih baik lagi. Allahumma amiin...
BalasHapus@mb anaz
BalasHapusada kok yang nggak kasih uang dan itu tentu yang saya pilih he...
*laporan dari ibu saya dan para tetangga he
Klo ngasi uangnya kliatan orang itu sangat polos,apalagi kalo pake acara foto foto,tambah polos...yang terselubung yang jauh lebih berbahaya...contoh: BLBI dan Century..C#
BalasHapusAda uang, rakyat sayang :3 hehehe
BalasHapusContrengyang nomor lima nas!
BalasHapusWah sama, kab.pekalongan pekan lalu juga pilkada.
BalasHapusTp brhubung sy ga pulang,jadi ya melewatkn momen itu.
pun untuk daerah isu seperti ini termasuk yang bisa diselubungkan yaks?
BalasHapusckckck mental2 gini nih yang perlu diubah
BalasHapusmending rakyat senang kalau bisa produktif dan juga kemudian penghasilan (halal) jadi tambah banyak... tentu dengan dukungan pemerintah yang optimal :D
ye... di kertas suaranya gak ada tuh....
BalasHapusapa milih yang namanya ada unsur nama kota saya aja yaks hihihi
jadi musim pemilukadakah sekarang ini? hm...
BalasHapussopo sing juara,Kang?
BalasHapusAda Uang Rakyat Senang, Ada Uang Rakyat Sayang, Itulah Demokrasi :D
BalasHapuskader pks menang tuh di salatiga. Mantab. Semoga amanah.
BalasHapushttp://jogja.tribunnews.com/2011/05/08/pasangan-yaris-sementara-unggul
BalasHapusuntuk sementara dan belum resminya, pasangan nomor 3 yang unggul
demokrasi ala republik mimpi to?
BalasHapusada juga kan penerapan demokrasi yang lebih baik....
berita terakhir proses penentuan yang terpilih masih panjang dah...
BalasHapusbiasa... gugat menggugat hasil...
http://www.solopos.com/2011/channel/jateng/pdip-siap-gugat-hasil-pilkada-salatiga-97189
*padahal yang saya bilang dari lingkungan sekitar saya yang gak pake money politic ya itu tadi yang unggul...