Hari pertama diklat, saya berangkat pukul 06.00 dan balik di kos pukul 18.30. Sepertinya pola seperti ini menjadikan saya merasakan bagaimana suka-dukanya menjadi commuter di Jakarta. Nah, pada diklat hari pertama ini, widyaiswara (jabatan fungsional dan juga sebutan untuk pengajar diklat dari Pusdiklat) yang memberikan materi sering menanyakan pengalaman magang kami di kantor untuk bisa diperbandingkan dengan aspek teori yang sedang kami pelajari di diklat ini. Adanya pertanyaan dari widyaiswara tersebut menjadikan saya tertohok karena kemudian saya sadar selama magang terlampau sering “bengong”, “menganggur”, atau malah kebanyakan ngeMPi juga kali ya (he), sehingga pengalaman saya sedikit sekali yang bisa diperbandingkan dengan teorinya.
[catatan diklat] 2nd day, berangkat masih kepagian, tapi pulang alhamdulillah lancar&lebih cepat, ada seorang pengajar yang berbagi pesan2 hikmah.. *ndleming yo..
(nanazh’s QN, 8 Maret 2011)Hari kedua diklat, sebagaimana yang tercantum pada QN, saya masih berangkat kepagian, beranjak dari kos mulai pukul 06.00 dan sampai di tempat diklat pada pukul 06.45, padahal diklat baru akan dimulai pukul 08.00. Hmm inilah konsekuensinya sebagai commuter, tentunya berangkat lebih pagi disengajakan agar tidak terkena kemacetan yang bisa mengakibatkan keterlambatan. Hal yang menyenangkan dari diklat hari kedua ini ada dua hal. Yang pertama adalah waktu usainya diklat lebih cepat, sesi untuk hari itu berakhir pada pukul 15.00 (biasanya pukul 17.00) karena memang materinya sudah selesai dibahas. Yang kedua adalah saya terkesan dengan beberapa pesan hikmah dari salah seorang widyaiswara bernama Bapak Tri Ratna Taufiqurrahman, pengajar Business Process KPPN, berikut ini.
#1, lakukanlah yang terbaik karena itu tugas manusia dan dedikasikan untuk Allah, jangan mengharap penghargaan semu dari manusia lainnya.
#2, say no to budaya katak yang hanya bisa menginjak bawahan dan menjilat atasan.
#3, tunjukkan keeksisan diri dengan potensi yang ada dan jadilah orang yang berpengaruh dalam kebaikan, sehingga dapat menjadi orang yang dipercaya dalam posisi penting dan dapat memberikan kontribusi perubahan yang positif.
#4, tingkatkan kompetensi keilmuan diri sesuai yang dibutuhkan organisasi, layaknya tepung yang diayak/disaring, jadilah hasil ayakan yang terbaik.
#5, jadilah orang "wajib" yang selalu dibutuhkan dalam agenda-agenda penting, bukan orang "sunnah" yang kehadirannya tidak berimbas apa-apa kalau tidak berpartisipasi aktif.
#6, jadilah orang yang senantiasa berpikiran positif seumpamanya memperbandingkan antara kaktus dan mawar yang sama-sama berduri, tetapi mawar menjadi indah karena ada bunganya yang mempesona, jadi lihat sisi positifnya dari segala sesuatunya.
#7, jadilah orang yang aneh dan berbeda (sebagaimana sabda nabi), jadilah pembaharu yang terus memberikan inovasi perubahan ke arah yang lebih baik, jangan ikut-ikutan dengan budaya kerja yang tidak baik.
Service excellence, pelayanan prima, merupakan salah satu materi yang menarik menurut saya dari diklat ini. Pada materi ini, sangat ditekankan kepada peserta diklat tentang penyelenggaraan pelayanan perbendaharaan yang berkualitas dan dapat diacungi jempol oleh pihak yang berkepentingan. Walaupun memang ini baru sekadar teori, tetapi dalam materi tersebut juga diselipi beberapa motivasi untuk menjadi abdi negara yang penuh dedikasi dan kontribusi. Hm hal lain yang terkenang di diklat ini adalah persiapan ujian dari 5 materi yang sudah diberikan pada hari Jumat pekan pertama diklat ini. Hohoho jangan tanya cara belajar saya kek gimana... Super ekspress dan scanning materi bejibun tersebut dalam waktu semalam saja hehehe. Alhamdulillah ujiannya ternyata relatif mudah dengan hanya sedikitnya soal yang keluar dan juga kebanyakan bentuknya adalah pilihan ganda (bisa silang indah hehehe) dan juga alokasinya waktu pengerjaannya yang cukup pendek, sehingga pada hari Jumat keesokan harinya bisa pulang lebih cepat hehehe.
Oh ya, sekadar iklan promo lewat dulu sebelum lanjut hehehe. Pada akhir pekan pertama DTSD ini, saya menghadiri kopdar MPID di danau UI lo. Betapa menyenangkannya bisa bertemu dengan teman-teman Mpers semua. Reportasenya bisa dibaca di suatu momen di universitas indonesia, depok.
[catatan diklat] 7th day, boring dan gak konsen ngikutin materi "mekanisme pencairan atas beban apbn" malah jadi ngeMPi sedari tadi he.. dan alhamdulillah balik lebih awal, diklatnya hanya setengah hari
(nanazh’s QN, 15 Maret 2011)Karakter widyaiswara yang mengajari kami memiliki peran yang cukup signifikan dalam menjadikan kami mudah memahami materi yang ada. Nah, apesnya, pada hari ke-7 diklat ini, saya kurang cocok dengan gaya penjelasannya. Jadilah, saya boring, sempat mengantuk di kelas (jadi inget postingan jadul kuliah lagi, ngantuk lagi) dan tidak konsentrasi. Karena tertidur di kelas adalah hal yang memalukan, akhirnya saya malah konsentrasi untuk ngeMPi lewat hp saya hehehe.
[catatan diklat] 8th day, ironic reality on cash management of our country.. it needs improvement a lot *pemaparan pengajar materi "bendahara umum negara"*
(nanazh’s QN, 16 Maret 2011)Nah, pada diklat hari ke-8 ini, saya mendapatkan beberapa informasi yang membuat saya tercengang tentang pengelolaan kas negara kita oleh widyaiswara yang mengajar waktu itu. Hmm ternyata memang pemerintahan kita masih mempunyai dosa-dosa warisan yang membutuhkan penyelesaian cukup pelik sehubungan dengan manajemen kas. Salah satu topiknya yang diangkat adalah realita masih beredarnya rekening-rekening liar milik pemerintah yang entah dari mana asalnya dan entah juga dipegang oleh siapa dalam jumlah nominal yang besar dari sejak pemerintahan era sebelum-sebelumnya (orde lama dan orde baru) . Hal ini bukan berarti manajemen kas negara kita kini masih jelek, tetapi perlu ada ketegasan dan komitmen dari seluruh pihak untuk menertibkan pengelolaan rekening ini (karena rentan dengan penyimpangan), tidak hanya dari Kementerian Keuangan. Malah sebenarnya yang jadi biang keroknya kebanyakan adalah dari aparat Kementerian/Lembaga lainnya yang “nakal” dalam mempergunakan dana pemerintah. Hm oya, saat diklat ini berlangsung pada sesi sore harinya terjadi hujan badai yang begitu menyeramkan dan akibatnya seperti yang pernah saya sampaikan pada nanazh’s QN yang ini.
Hari-hari diklat selanjutnya berjalan begitu biasa dan tidak terlalu banyak hal yang mengenang. Jadilah, selama beberapa hari saya tidak posting QN [catatan diklat], takutnya juga jadi “nyampah” banget hehehe... Lanjut lagi yoks...
[catatan diklat] 13th day, wuaaaaaa banyaknya aplikasi perbendaharaan terpasang pada laptop saya dan harus dipelajari...
(nanazh’s QN, 23 Maret 2011)Instansi tempat saya ditempatkan adalah instansi yang terkenal dengan berbagai aplikasi-aplikasi software buatan sendiri untuk operasional kantor dan juga unit pemerintah lainnya. Tersebutlah aplikasi yang harus saya pelajari adalah sebagai berikut: aplikasi sistem akuntansi kuasa pengguna anggaran (SAKPA), aplikasi persediaan, aplikasi sistem manajemen dan akuntansi barang milik negara (SIMAK BMN), aplikasi gaji PNS pusat (GPP), aplikasi forecasting satuan kerja (AFS), aplikasi daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA), aplikasi monitoring dan evaluasi anggaran (MONEV), aplikasi surat perintah membayar (SPM), aplikasi surat perintah pencairan dana (SP2D), aplikasi bendahara umum (BENDUM), aplikasi modul penerimaan negara (MPN), aplikasi verifikasi dan akuntansi (VERA), dan aplikasi akuntansi dan pelaporan (AKLAP). Heuheuheu semua aplikasi tersebut dipelajari secara instan dan ekspres selama dua hari saja. Gile..
[catatan diklat] 15th day, alhamdulillah sudah hari terakhir diklat...
(nanazh’s QN, 25 Maret 2011)Yaps, akhirnya 3 pekan DTSD pun usai jua dengan ditutup dua ujian pungkas dari dua materi yang belum diujikan. Ujian seperti sebelum-sebelumnya berlangsung singkat dan hanya setengah hari saja. Sayangnya, pada hari terakhir ini, DTSD tidak ditutup secara formal, seusainya menyelesaikan ujian, kami dipersilakan pulang tanpa ada acara apa pun. Karena tidak ada penutupan jua, sempat terjadi ketidakjelasan nasib kami setelah DTSD ini seperti apa, apakah masih lanjut magang, libur (ngarep), atau malah langsung penempatan? Namun, akhirnya ketidakjelasan tersebut terjawab dengan penutupan resmi yang sempat dilakukan bagi teman-teman yang diklat di TLC. Untuk selanjutnya kami masih melanjutkan magang sesuai jadwal magang kami yang baru habis pada bulan April nantinya. Hohoho...
Huaaaah.... Jiyah panjang beneran dah cerita tentang diklat ini. Mohon maaf ya, kalau saya tidak meringkas catatan diklat saya ini. Males sih kalau diedit dan diringkas, serasa kurang feel-nya gitu he. Well, DTSD sekarang sudah usai dan hari ini saya kembali magang lagi di Direktorat Pengelolaan Kas Negara. Hmm satu harapan tentunya dari DTSD ini, semoga diklat ini benar-benar memberikan dasar-dasar materi yang nantinya akan sangat berguna dan saya akan pergunakan dalam menjalankan pekerjaan. Jangan sampai deh, kalau diberikan pekerjaan, saya masih “bengong”, tidak tahu apa yang harus dikerjakan untuk menyelesaikannya. Jika memang sebentar lagi akan penempatan, materi-materi DTSD ini akan menjadi senjata survival saya di suatu tempat antah berantah nantinya hohoho...
Rawa Tengah, 28 Maret 2011, 22.53
poin #1: manteb^^b
BalasHapusdan
poin #5: amazing bgt ituh. hihi^^
di mana jadinya penempatan?
BalasHapuspesan pak tri... keren-keren.
BalasHapusmakanan diklat... salah satu penyemangat :)
BalasHapusCepet e...haha..lekas prajab ae lah..C#
BalasHapusPdhl tmpt diklat yg di puncak lmyn bagus lho.bikin iri tmn2 DPR.mknya qt ga mau kalah utk bikin gedung baru haha..
BalasHapusWuih kereen bisa hapal semua materi...
BalasHapusokelah, jadi makin penasaran nih dg dtsd anggaran kek apa.
BalasHapusyg 3 minggu aja udah padat gitu, apalagi kami yg katanya cuma 2 minggu..
hohoho ni juga jadi favorit teman-teman... banyak poin gini karena saya malah nyatet pesen2nya bapaknya, bukan malah nyatet materinya hehehe
BalasHapusmasih melanjutkan magang ni, bang....
BalasHapusjadwal baru abis bulan April ntar...
semoga ndak mundur-mundur lagi... pengen segera juga sih... apakah Sumbar menanti saya? hehehe
terpesona banget deh mas...
BalasHapusapalagi cara beliau menyampaikan materi juga memakai bahasa yang mudah dipahami dan diselingi guyonan cerdas.
huhuhu emang bisa....
BalasHapuspaling cepet juga katanya bulan Juni/Juli...
tapi katanya instansi kami mau booking buat kami di kloter awal hehehe... (halah katanya deng)
masak??? huiks... jadi teramat menyesal nian tak bisa ke sana... hmm... tapi jadi menekadkan diri... masih ada program diklat lain yang bisa diikuti... diklat teknis substantif spesialisasi, diklat fungsional, dll... tapi ntar diizinin kantor buat ikutan ndak ya? hohoho semoga bisalah...
BalasHapushadeuh kak muse... masak saya ngapalin sih... pake catatan ajaib dong hehehe jadi bisa inget terus hehehe...
BalasHapus*menipu banget yaks
he? dua pekan doang? weleh weleh menguji ketabahan bener tuh... hm kata widyaiswara, DJA termasuk yang telat memohon penyelenggaraan DTSD dan meminta untuk disegerakan... mang jadinya kapan to? sukses dan semoga lancar untuk teman-teman DJA semuanya
BalasHapuslupa comment hal penting nie...
BalasHapushohoho iya mas, bulan ini pengeluaran jadi ngirit he ^_^
Kami juga mustinya dibooking dari awal, sebelum DTSD hagz hagz...C#
BalasHapusKayaknya diklat tuh ngantuk ya.. :))
BalasHapusyoha.. tapi mungkin karena kami pake asrama, jadi kan jamnya bisa sampe malem.
BalasHapusinsyaAlloh awal mei ntar, ni aja kurikulumnya masih disusun kok..
amin ya Rabb.. jazakalloh khair..
Berat badan naik nggak Nas?
BalasHapuswah..apa ga pusing tuh mas..?
BalasHapushoreee ... akhirnya selesai juga diklatnya ...
BalasHapusgak ngantuk lagi ... he he he ...
cieeeee sing rep penempatan..
BalasHapuswis diarep2 ning Kotambogu ke lho.. ehehehe
lupa comment nih hehehe....padahal udah dicomment ma imam pula, tapi quotenya gagal... bulan ini pengeluaran jadi ngirit he ^_^
BalasHapusheran deh... kalau DTSD setelah prajab... walaupun sih emang, sebelumnya juga jadi pembahasan apakah seorang bakal calon PNS tuh boleh ikut diklat atau gak... DJP mengambil opsi dengan pertimbangan ini kali yaks... soalnya DTSD itu lumayan memberikan pencerahan atas "kebengongan" ataupun sekadar jadi operator selama magang
BalasHapusasramanya available yaks... emang ada positif dan minusnya masing-masing untuk tiap jenis penyelenggaraan diklat... entah yang diasramakan ataupun yang tidak
BalasHapuswa iyyaki..
wohohoho ada dua variabel mbak... yang pertama dari widyaiswara (pengajar)nya... kalau pengajarnya membawakan materinya asyik, gak bakalan ngantuks kek pak Tri yang ngasih pesen2 hikmah tadi...
BalasHapusyang kedua, kondisi fisik... kalau memang tubuh dah kecapekan diklat pulang-pergi kek gini dan juga istirahatnya gak cukup, ya udah deh pelor saat diklatnya...
ih... menohok ik ya... ni pasti karena asumsi ikut diklat, berat badan naik yo.. alhamdulillah gak naik kok, masih tetap... maklum, makan gratisannya cuman satu kali kalau gak diasramakan
BalasHapuspada beberapa materi sih pusing karena gak paham (ada banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya karena belum ada praktek yang bisa diliat dulu selama magang dan juga widyaiswara yang mengajarnya mudah dipahami atau tidak)
BalasHapusalhamdulillah... tetapi masuklah saya pada hal memboringkan lainnya...
BalasHapusmagang kembali dan tak diberdayakan a.k.a menganggur...
alamat mudah ngantuk ni...
heran tuh ma mas yang satu itu...
BalasHapusyang didoain Kotamobagu terus...
minta ditemenin di sana ~_~
jangan khawatir ... empean saja ... he he he ...
BalasHapusoooh.... selalu itu... jadi senjata pamungkas... XD
BalasHapusho..oh. jgn ke kebayoran trus ya hehe...
BalasHapusmantaps...materinya berbobot yah.....
BalasHapuskenyang dan sangat bergizi....
moga survival di tempat baru yah...deg2an nunggu penempatan :D
heh? kebayoran? tempat apa mas?
BalasHapusbetul betul betul....
BalasHapusdari segi kenyangnya dan deg2annya hehehe
eh,maksudnya purnawarman...
BalasHapusoh yang tempat diklat saya ni...
BalasHapusjangan di situ lagi deh... capek pulang pergi, mas...
pengen keseringan ke Puncak aja, tempat Pusdiklat yang sebenarnya hehehe
DTSD insyaallah September-November (full 2 bulan)
BalasHapus*membandingkan dengan DTSD ifa... :-(
penempatan?
optimis taun depan... :-)
bener2 mendalami ya kalau menunya itu selama 2 bulan... pengalaman magang juga setahun... wuies entar jadi ahli perpajakan beneran tuh..
BalasHapus