Senin, 28 Maret 2011

catatan diklat

Wuiets, jangan salah sangka dulu ya dengan judul postingan saya kali ini. Bukan berarti apa yang saya sampaikan nanti adalah catatan tentang materi-materi njelimet (rumit, red) yang saya terima selama diklat kemaren. Tenang saja, tulisan ini saya usahakan menjadi tulisan yang dapat dikonsumsi oleh khalayak Mpers secara umum he, walaupun mungkin juga nanti ada istilah-istilah asing nongol, semoga masih tetap bisa dipahami secara global. Perhatian, tulisan ini seperti tulisan saya pada lazimnya, cukup panjang he, jadi silakan nikmati ala kadarnya saja. Heran deh, kenapa selalu panjang-panjang gini. Saya perlu melatih diri untuk menulis singkat, padat, dan jelas dah hehehe.

Tulisan ini saya buat dengan maksud untuk mendokumentasikan pengalaman pertama kalinya saya mengikuti diklat (pendidikan dan pelatihan) dalam mengemban peran sebagai PNS nantinya. Sebenarnya sih, dulu saat SMA pernah mengikuti diklat juga selama beberapa pekan dalam rangka karantina peserta Olimpiade Sains Nasional bidang kimia. Masa-masa digembleng sebegitunya dan malah membuat otak saya error, hingga akhirnya nggak berhasil dalam kompetisi tersebut hehehe. Namun, diklat tersebut begitu mengenang di hati karena banyak kenangan berkesan selama saya mengikutinya.

Nah, kali ini, saya ingin bercerita tentang diklat yang baru saja saya ikuti, suatu diklat bernama Diklat Teknis Substantif Dasar (DTSD) Perbendaharaan. Diklat ini, apabila dianalisis secara sederhana dari namanya, merupakan pembekalan teknis-teknis bersifat substantif (intisari) dan dasar-dasar tentang menjalankan seluruh tugas pokok serta fungsi dari unit-unit kerja yang berada dalam instansi saya, yakni Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan. Lebih spesifiknya lagi materi-materi yang diberikan pada diklat ini adalah hal-hal yang berhubungan dengan penyelenggaraan tupoksi dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan (KPPN) dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPB).

Diklat ini memang seharusnya dilaksanakan sebelum seorang pegawai Direktorat Jenderal Perbendaharaan melaksanakan perannya di unit-unit kerja KPPN dan Kanwil DJPB. Dengan diklat ini, seorang pegawai sudah mendapatkan ilmu-ilmu penting sehubungan dengan pekerjaan dan kemudian diterapkan pada prakteknya untuk pelayanan perbendaharaan. Kira-kira setelah 4 bulan ini saya sudah bergabung dengan instansi saya dan berstatuskan bakal calon pegawai alias magang, akhirnya diklat ini baru diselenggarakan. Selama itu pula, saya kebanyakan “bengong” dan menjadi “pengamat” di kantor, la wong sebelumnya saya hanya punya sedikit ilmu perbendaharaan yang saya ketahui untuk saya terapkan di kantor. Jadilah, dengan diklat ini, saya sangat berharap dapat menemukan pencerahan atas kebengongan saya selama ini di kantor he.

Diklat ini diselenggarakan selang periode dari tanggal 7 hingga 25 Maret 2011. Selama 3 pekan tersebut, saya menjalani diklat tanpa akomodasi penginapan/asrama. Suatu hal yang berat untuk saya terima pada awalnya. Maklum, sudah sebegitunya terpersepsikan di pikiran saya (dan juga teman lainnya) bahwa yang namanya diklat itu diasramakan. Apalagi seharusnya asrama untuk diklat ini ada di daerah yang begitu terkenal untuk wisata, yaitu kawasan Puncak. Jadilah, saya dan teman-teman belum sempat merasakan nikmatnya diklat di Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan yang letaknya di daerah Gadog, Puncak, huhuhu. Hal ini dikarenakan instansi saya terlambat mengajukan permohonan penyelenggaraan diklat kepada Pusdiklat tersebut yang menjadi penyelenggara DTSD, kapasitas asrama yang tersedia juga kurang (karena sudah terlanjur disediakan untuk program diklat lain yang sedang dijalankan), dan juga katanya keterdesakan instansi saya untuk menyegerakan diklat ini karena saya dan teman-teman akan ditempatkan dalam waktu cepat ini. Huhuhu seremnya...

Kabar tentang DTSD ini sudah diketahui saya dan teman-teman beberapa pekan sebelumnya gara-gara ada teman saya yang membocorkan surat dinas hal ihwal tentang koordinasi penyelenggaraan diklat antara instansi saya dan Pusdiklat AP. Nah, informasi semacam ini sebenarnya belum boleh beredar karena bentuknya masih koordinasi, belum keputusan/kebijakan yang bersifat permanen. Jadilah, saat DTSD ini tiba-tiba tak kunjung dilaksanakan pada hari yang diisukan berdasarkan informasi tersebut, banyak teman-teman saya yang kecewa. Semacam kayak kena HOAX gitu. Barulah kemudian didapatkan informasi resmi bahwa DTSD ini diundur sepekan dari yang semula diisukan. Satu pelajaran berharga yang saya dapatkan dari peristiwa ini, jangan terlalu percaya dengan informasi yang masih mentah dan belum pasti. Walaupun begitu, isu tentang penempatan tetaplah masih membuat saya penasaran, padahal belum ada kepastian dan kejelasan resmi tentang hal tersebut sebenarnya he.

Karena DTSD ini tidak bisa diadakan di Pusdiklat AP yang letaknya di daerah Puncak, akhirnya ditetapkan kebijakan diklat ini tanpa akomodasi asrama dan bertempat di dua daerah, Treasury Learning Centre (dekat Sarinah Plaza, belakang Banwaslu) dan kantor pusat Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (dekat blok M, jalan Purnawarman). Saya kebagian jatah diklat di BPPK, Purnawarman. Cukup shock dan merasa berat awalnya mendapatkan lokasi diklat ini. Karena dari tempat domisili saya waktu itu, Paseban (dekat Salemba UI), ke blok M membutuhkan perjalanan yang cukup lama (sekitar 45 menit, itupun kalau lancar tanpa macet) dengan transportasi umum, maklum saat ini saya belum membawa transportasi pribadi. Jadilah, diklat ini tidak memanjakan saya dengan berbagai fasilitas yang bisa dinikmati, tetapi diklat ini malah jadi ajang untuk semakin memperkokoh diri melawan jalanan Jakarta yang begitu semrawut *halah bahasanya.

Menu-menu yang saya pelajari selama DTSD ini cukup “lezat dan bergizi” menurut saya. Tersaji dalam daftar menu, yaitu materi diklat tentang Business Process Kanwil DJPB, Validasi dan Revisi DIPA, Business Process KPPN, ceramah current issue tentang SPAN, Administrasi Perkantoran KPPN dan Kanwil DJPB, Service Excellence, Mekanisme Pencairan Atas Beban APBN, Bendahara Umum Negara, Verifikasi, Akuntansi, dan Pelaporan Keuangan, Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat, Simulasi Aplikasi KPPN dan Kanwil DJPB. Hehehe ada yang sudah “mencicipi” menu seperti ini belum? Enak tidak?

Nah, selama mengikuti DTSD, memang sudah saya niatkan sedari awal untuk nantinya membuat postingan tentang diklat ini. Oleh karena itu, guna mendapatkan bahan-bahan intisari kenangan saya dengan diklat ini, maka saya cukup rajin posting quick notes dengan tag [catatan diklat]. Hohoho, mumpung ini ada kesempatan, saya mohon maaf apabila ternyata QN yang saya kirimkan cukup intens itu malah jadi “menyampah” di inbox teman-teman Mpers semua he. Berikut ini saya gabungkan menjadi satu QN-QN [catatan diklat] beserta penjelasan seperlunya (semoga tidak terlampau panjang he) untuk menjadi kenangan saya akan suatu diklat yang bernama DTSD ini...

[catatan diklat] 1st day, berangkat kepagian pulang kemaleman, serta introspeksi diri selama ni yang sudah dipelajari saat magang apa saja, kok rasa2nya masih belum tahu ini itu -_-a
(nanazh’s QN, 7 Maret 2011)

Hari pertama diklat, saya berangkat pukul 06.00 dan balik di kos pukul 18.30. Sepertinya pola seperti ini menjadikan saya merasakan bagaimana suka-dukanya menjadi commuter di Jakarta. Nah, pada diklat hari pertama ini, widyaiswara (jabatan fungsional dan juga sebutan untuk pengajar diklat dari Pusdiklat) yang memberikan materi sering menanyakan pengalaman magang kami di kantor untuk bisa diperbandingkan dengan aspek teori yang sedang kami pelajari di diklat ini. Adanya pertanyaan dari widyaiswara tersebut menjadikan saya tertohok karena kemudian saya sadar selama magang terlampau sering “bengong”, “menganggur”, atau malah kebanyakan ngeMPi juga kali ya (he), sehingga pengalaman saya sedikit sekali yang bisa diperbandingkan dengan teorinya.

[catatan diklat] 2nd day, berangkat masih kepagian, tapi pulang alhamdulillah lancar&lebih cepat, ada seorang pengajar yang berbagi pesan2 hikmah.. *ndleming yo..

(nanazh’s QN, 8  Maret 2011)

Hari kedua diklat, sebagaimana yang tercantum pada QN, saya masih berangkat kepagian, beranjak dari kos mulai pukul 06.00 dan sampai di tempat diklat pada pukul 06.45, padahal diklat baru akan dimulai pukul 08.00. Hmm inilah konsekuensinya sebagai commuter, tentunya berangkat lebih pagi disengajakan agar tidak terkena kemacetan yang bisa mengakibatkan keterlambatan. Hal yang menyenangkan dari diklat hari kedua ini ada dua hal. Yang pertama adalah waktu usainya diklat lebih cepat, sesi untuk hari itu berakhir pada pukul 15.00 (biasanya pukul 17.00) karena memang materinya sudah selesai dibahas. Yang kedua adalah saya terkesan dengan beberapa pesan hikmah dari salah seorang widyaiswara bernama Bapak Tri Ratna Taufiqurrahman, pengajar Business Process KPPN, berikut ini.

#1, lakukanlah yang terbaik karena itu tugas manusia dan dedikasikan untuk Allah, jangan mengharap penghargaan semu dari manusia lainnya.

#2, say no to budaya katak yang hanya bisa menginjak bawahan dan menjilat atasan.

#3, tunjukkan keeksisan diri dengan potensi yang ada dan jadilah orang yang berpengaruh dalam kebaikan, sehingga dapat menjadi orang yang dipercaya dalam posisi penting dan dapat memberikan kontribusi perubahan yang positif.

#4, tingkatkan kompetensi keilmuan diri sesuai yang dibutuhkan organisasi, layaknya tepung yang diayak/disaring,  jadilah hasil ayakan yang terbaik.

#5, jadilah orang "wajib" yang selalu dibutuhkan dalam agenda-agenda penting, bukan orang "sunnah" yang kehadirannya tidak berimbas apa-apa kalau tidak berpartisipasi aktif.

#6, jadilah orang yang senantiasa berpikiran positif seumpamanya memperbandingkan antara kaktus dan mawar yang sama-sama berduri, tetapi mawar menjadi indah karena ada bunganya yang mempesona, jadi lihat sisi positifnya dari segala sesuatunya.

#7, jadilah orang yang aneh dan berbeda (sebagaimana sabda nabi), jadilah pembaharu yang terus memberikan inovasi perubahan ke arah yang lebih baik, jangan ikut-ikutan dengan budaya kerja yang tidak baik.


[catatan diklat] 4th day, belajar service excellence sebagai abdi negara dan besok jumat 5 ujian dalam 1 hari.. mupeng @_@
(nanazh’s QN, 10  Maret 2011) 

Service excellence, pelayanan prima, merupakan salah satu materi yang menarik menurut saya dari diklat ini. Pada materi ini, sangat ditekankan kepada peserta diklat tentang penyelenggaraan pelayanan perbendaharaan yang berkualitas dan dapat diacungi jempol oleh pihak yang berkepentingan. Walaupun memang ini baru sekadar teori, tetapi dalam materi tersebut juga diselipi beberapa motivasi untuk menjadi abdi negara yang penuh dedikasi dan kontribusi. Hm hal lain yang terkenang di diklat ini adalah persiapan ujian dari 5 materi yang sudah diberikan pada hari Jumat pekan pertama diklat ini. Hohoho jangan tanya cara belajar saya kek gimana... Super ekspress dan scanning materi bejibun tersebut dalam waktu semalam saja hehehe. Alhamdulillah ujiannya ternyata relatif mudah dengan hanya sedikitnya soal yang keluar dan juga kebanyakan bentuknya adalah pilihan ganda (bisa silang indah hehehe) dan juga alokasinya waktu pengerjaannya yang cukup pendek, sehingga pada hari Jumat keesokan harinya bisa pulang lebih cepat hehehe.

Oh ya, sekadar iklan promo lewat dulu sebelum lanjut hehehe. Pada akhir pekan pertama DTSD ini, saya menghadiri kopdar MPID di danau UI lo. Betapa menyenangkannya bisa bertemu dengan teman-teman Mpers semua. Reportasenya bisa dibaca di suatu momen di universitas indonesia, depok. 

[catatan diklat] 7th day, boring dan gak konsen ngikutin materi "mekanisme pencairan atas beban apbn" malah jadi ngeMPi sedari tadi he.. dan alhamdulillah balik lebih awal, diklatnya hanya setengah hari

(nanazh’s QN, 15  Maret 2011)

Karakter widyaiswara yang mengajari kami memiliki peran yang cukup signifikan dalam menjadikan kami mudah memahami materi yang ada. Nah, apesnya, pada hari ke-7 diklat ini, saya kurang cocok dengan gaya penjelasannya. Jadilah, saya boring, sempat mengantuk di kelas (jadi inget postingan jadul kuliah lagi, ngantuk lagi) dan tidak konsentrasi. Karena tertidur di kelas adalah hal yang memalukan, akhirnya saya malah konsentrasi untuk ngeMPi lewat hp saya hehehe.

[catatan diklat] 8th day, ironic reality on cash management of our country.. it needs improvement a lot *pemaparan pengajar materi "bendahara umum negara"*

(nanazh’s QN, 16  Maret 2011)

Nah, pada diklat hari ke-8 ini, saya mendapatkan beberapa informasi yang membuat saya tercengang tentang pengelolaan kas negara kita oleh widyaiswara yang mengajar waktu itu. Hmm ternyata memang pemerintahan kita masih mempunyai dosa-dosa warisan yang membutuhkan penyelesaian cukup pelik sehubungan dengan manajemen kas. Salah satu topiknya yang diangkat adalah realita masih beredarnya rekening-rekening liar milik pemerintah yang entah dari mana asalnya dan entah juga dipegang oleh siapa dalam jumlah nominal yang besar dari sejak pemerintahan era sebelum-sebelumnya (orde lama dan orde baru) . Hal ini bukan berarti manajemen kas negara kita kini masih jelek, tetapi perlu ada ketegasan dan komitmen dari seluruh pihak untuk menertibkan pengelolaan rekening ini (karena rentan dengan penyimpangan), tidak hanya dari Kementerian Keuangan. Malah sebenarnya yang jadi biang keroknya kebanyakan adalah dari aparat Kementerian/Lembaga lainnya yang “nakal” dalam mempergunakan dana pemerintah. Hm oya, saat diklat ini berlangsung pada sesi sore harinya terjadi hujan badai yang begitu menyeramkan dan akibatnya seperti yang pernah saya sampaikan pada nanazh’s QN yang ini.

Hari-hari diklat selanjutnya berjalan begitu biasa dan tidak terlalu banyak hal yang mengenang. Jadilah, selama beberapa hari saya tidak posting QN [catatan diklat], takutnya juga jadi “nyampah” banget hehehe... Lanjut lagi yoks...

[catatan diklat] 13th day, wuaaaaaa banyaknya aplikasi perbendaharaan terpasang pada laptop saya dan harus dipelajari... 

(nanazh’s QN, 23 Maret 2011)

Instansi tempat saya ditempatkan adalah instansi yang terkenal dengan berbagai aplikasi-aplikasi software buatan sendiri untuk operasional kantor dan juga unit pemerintah lainnya. Tersebutlah aplikasi yang harus saya pelajari adalah sebagai berikut: aplikasi sistem akuntansi kuasa pengguna anggaran (SAKPA), aplikasi persediaan, aplikasi sistem manajemen dan akuntansi barang milik negara (SIMAK BMN), aplikasi gaji PNS pusat (GPP), aplikasi forecasting satuan kerja (AFS), aplikasi daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA), aplikasi monitoring dan evaluasi anggaran (MONEV), aplikasi surat perintah membayar (SPM), aplikasi surat perintah pencairan dana (SP2D), aplikasi bendahara umum (BENDUM), aplikasi modul penerimaan negara (MPN), aplikasi verifikasi dan akuntansi (VERA), dan aplikasi akuntansi dan pelaporan (AKLAP). Heuheuheu semua aplikasi tersebut dipelajari secara instan dan ekspres selama dua hari saja. Gile..

[catatan diklat] 15th day, alhamdulillah sudah hari terakhir diklat...

(nanazh’s QN, 25 Maret 2011)

Yaps, akhirnya 3 pekan DTSD pun usai jua dengan ditutup dua ujian pungkas dari dua materi yang belum diujikan. Ujian seperti sebelum-sebelumnya berlangsung singkat dan hanya setengah hari saja. Sayangnya, pada hari terakhir ini, DTSD tidak ditutup secara formal, seusainya menyelesaikan ujian, kami dipersilakan pulang tanpa ada acara apa pun. Karena tidak ada penutupan jua, sempat terjadi ketidakjelasan nasib kami setelah DTSD ini seperti apa, apakah masih lanjut magang, libur (ngarep), atau malah langsung penempatan? Namun, akhirnya ketidakjelasan tersebut terjawab dengan penutupan resmi yang sempat dilakukan bagi teman-teman yang diklat di TLC. Untuk selanjutnya kami masih melanjutkan magang sesuai jadwal magang kami yang baru habis pada bulan April nantinya. Hohoho...

Huaaaah.... Jiyah panjang beneran dah cerita tentang diklat ini. Mohon maaf ya, kalau saya tidak meringkas catatan diklat saya ini. Males sih kalau diedit dan diringkas, serasa kurang feel-nya gitu he. Well, DTSD sekarang sudah usai dan hari ini saya kembali magang lagi di Direktorat Pengelolaan Kas Negara. Hmm satu harapan tentunya dari DTSD ini, semoga diklat ini benar-benar memberikan dasar-dasar materi yang nantinya akan sangat berguna dan saya akan pergunakan dalam menjalankan pekerjaan. Jangan sampai deh, kalau diberikan pekerjaan, saya masih “bengong”, tidak tahu apa yang harus dikerjakan untuk menyelesaikannya. Jika memang sebentar lagi akan penempatan, materi-materi DTSD ini akan menjadi senjata survival saya di suatu tempat antah berantah nantinya hohoho...

Rawa Tengah, 28 Maret 2011, 22.53

41 komentar:

  1. poin #1: manteb^^b
    dan
    poin #5: amazing bgt ituh. hihi^^

    BalasHapus
  2. makanan diklat... salah satu penyemangat :)

    BalasHapus
  3. Cepet e...haha..lekas prajab ae lah..C#

    BalasHapus
  4. Pdhl tmpt diklat yg di puncak lmyn bagus lho.bikin iri tmn2 DPR.mknya qt ga mau kalah utk bikin gedung baru haha..

    BalasHapus
  5. Wuih kereen bisa hapal semua materi...

    BalasHapus
  6. okelah, jadi makin penasaran nih dg dtsd anggaran kek apa.
    yg 3 minggu aja udah padat gitu, apalagi kami yg katanya cuma 2 minggu..

    BalasHapus
  7. hohoho ni juga jadi favorit teman-teman... banyak poin gini karena saya malah nyatet pesen2nya bapaknya, bukan malah nyatet materinya hehehe

    BalasHapus
  8. masih melanjutkan magang ni, bang....
    jadwal baru abis bulan April ntar...
    semoga ndak mundur-mundur lagi... pengen segera juga sih... apakah Sumbar menanti saya? hehehe

    BalasHapus
  9. terpesona banget deh mas...
    apalagi cara beliau menyampaikan materi juga memakai bahasa yang mudah dipahami dan diselingi guyonan cerdas.

    BalasHapus
  10. huhuhu emang bisa....
    paling cepet juga katanya bulan Juni/Juli...
    tapi katanya instansi kami mau booking buat kami di kloter awal hehehe... (halah katanya deng)

    BalasHapus
  11. masak??? huiks... jadi teramat menyesal nian tak bisa ke sana... hmm... tapi jadi menekadkan diri... masih ada program diklat lain yang bisa diikuti... diklat teknis substantif spesialisasi, diklat fungsional, dll... tapi ntar diizinin kantor buat ikutan ndak ya? hohoho semoga bisalah...

    BalasHapus
  12. hadeuh kak muse... masak saya ngapalin sih... pake catatan ajaib dong hehehe jadi bisa inget terus hehehe...
    *menipu banget yaks

    BalasHapus
  13. he? dua pekan doang? weleh weleh menguji ketabahan bener tuh... hm kata widyaiswara, DJA termasuk yang telat memohon penyelenggaraan DTSD dan meminta untuk disegerakan... mang jadinya kapan to? sukses dan semoga lancar untuk teman-teman DJA semuanya

    BalasHapus
  14. lupa comment hal penting nie...
    hohoho iya mas, bulan ini pengeluaran jadi ngirit he ^_^

    BalasHapus
  15. Kami juga mustinya dibooking dari awal, sebelum DTSD hagz hagz...C#

    BalasHapus
  16. Kayaknya diklat tuh ngantuk ya.. :))

    BalasHapus
  17. yoha.. tapi mungkin karena kami pake asrama, jadi kan jamnya bisa sampe malem.
    insyaAlloh awal mei ntar, ni aja kurikulumnya masih disusun kok..
    amin ya Rabb.. jazakalloh khair..

    BalasHapus
  18. horeee ... akhirnya selesai juga diklatnya ...
    gak ngantuk lagi ... he he he ...

    BalasHapus
  19. cieeeee sing rep penempatan..
    wis diarep2 ning Kotambogu ke lho.. ehehehe

    BalasHapus
  20. lupa comment nih hehehe....padahal udah dicomment ma imam pula, tapi quotenya gagal... bulan ini pengeluaran jadi ngirit he ^_^

    BalasHapus
  21. heran deh... kalau DTSD setelah prajab... walaupun sih emang, sebelumnya juga jadi pembahasan apakah seorang bakal calon PNS tuh boleh ikut diklat atau gak... DJP mengambil opsi dengan pertimbangan ini kali yaks... soalnya DTSD itu lumayan memberikan pencerahan atas "kebengongan" ataupun sekadar jadi operator selama magang

    BalasHapus
  22. asramanya available yaks... emang ada positif dan minusnya masing-masing untuk tiap jenis penyelenggaraan diklat... entah yang diasramakan ataupun yang tidak
    wa iyyaki..

    BalasHapus
  23. wohohoho ada dua variabel mbak... yang pertama dari widyaiswara (pengajar)nya... kalau pengajarnya membawakan materinya asyik, gak bakalan ngantuks kek pak Tri yang ngasih pesen2 hikmah tadi...
    yang kedua, kondisi fisik... kalau memang tubuh dah kecapekan diklat pulang-pergi kek gini dan juga istirahatnya gak cukup, ya udah deh pelor saat diklatnya...

    BalasHapus
  24. ih... menohok ik ya... ni pasti karena asumsi ikut diklat, berat badan naik yo.. alhamdulillah gak naik kok, masih tetap... maklum, makan gratisannya cuman satu kali kalau gak diasramakan

    BalasHapus
  25. pada beberapa materi sih pusing karena gak paham (ada banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya karena belum ada praktek yang bisa diliat dulu selama magang dan juga widyaiswara yang mengajarnya mudah dipahami atau tidak)

    BalasHapus
  26. alhamdulillah... tetapi masuklah saya pada hal memboringkan lainnya...
    magang kembali dan tak diberdayakan a.k.a menganggur...
    alamat mudah ngantuk ni...

    BalasHapus
  27. heran tuh ma mas yang satu itu...
    yang didoain Kotamobagu terus...
    minta ditemenin di sana ~_~

    BalasHapus
  28. jangan khawatir ... empean saja ... he he he ...

    BalasHapus
  29. oooh.... selalu itu... jadi senjata pamungkas... XD

    BalasHapus
  30. ho..oh. jgn ke kebayoran trus ya hehe...

    BalasHapus
  31. mantaps...materinya berbobot yah.....
    kenyang dan sangat bergizi....

    moga survival di tempat baru yah...deg2an nunggu penempatan :D

    BalasHapus
  32. betul betul betul....
    dari segi kenyangnya dan deg2annya hehehe

    BalasHapus
  33. oh yang tempat diklat saya ni...
    jangan di situ lagi deh... capek pulang pergi, mas...
    pengen keseringan ke Puncak aja, tempat Pusdiklat yang sebenarnya hehehe

    BalasHapus
  34. DTSD insyaallah September-November (full 2 bulan)
    *membandingkan dengan DTSD ifa... :-(

    penempatan?
    optimis taun depan... :-)

    BalasHapus
  35. bener2 mendalami ya kalau menunya itu selama 2 bulan... pengalaman magang juga setahun... wuies entar jadi ahli perpajakan beneran tuh..

    BalasHapus