Senin, 03 Oktober 2011

musajik koto painan

Tahukah Anda mengenai kota Painan? Kota ini merupakan ibukota kabupaten dari Pesisir Selatan, salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Sumatera Barat. Letak dari kota ini tidak terlalu jauh dari Kota Padang, sekitar 77 km ke arah selatan dan dapat ditempuh dalam 2,5-3 jam perjalanan darat.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan mempunyai unit instansi vertikal di kota ini, yakni Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Painan. Ruang lingkup area kerja dari KPPN Painan ini mencakup satu kabupaten, yakni kabupaten Pesisir Selatan. KPPN ini didirikan sejak tahun 2001 yang lalu dengan alamat kantor yang masih sama hingga sekarang di Jl. Ilyas Yacob no. 3, kota Painan.

Berbicara mengenai kehidupan religius di kota ini, Painan sebagai salah satu kota yang ada di Ranah Minang tentunya cukup identik dengan khazanah Islam. Di kota ini mayoritas penduduknya adalah muslim. Dengan demikian, suatu pemandangan yang lazim bilamana di kota ini masjid-masjid dapat ditemui dengan mudah.

Masjid dalam bahasa Minang disebut dengan kata ‘musajik’. Judul tulisan ini berarti ‘masjid kota Painan’ dari bahasa Minang. Berikut ini akan saya paparkan sekilas mengenai beberapa masjid yang ada di Kota Painan sebagai gambaran berkembangnya khazanah Islam di ranah koto ini.

Masjid Nurul Hidayah

Masjid Nurul Hidayah ini merupakan masjid yang terletak pada kompleks Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pesisir Selatan. Masjid ini mempunyai satu tema warna dengan kantor Satlantas, yakni serba berwarna biru. Lokasi dari masjid ini bisa dibilang terletak pada posisi strategis karena berada pada area banyak kantor pemerintahan berada, seperti Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP), Kejaksanaan Negeri, DPRD, dan Kantor Bupati. Masjid ini juga terhitung sebagai masjid yang paling dekat dengan KPPN Painan sekitar 100 m jaraknya. Yang unik dari masjid ini adalah pemandangan sekitar masjid di mana Anda akan menemukan beberapa rongsokan mobil yang mengalami kecelakaan. Hal ini sebenarnya dapat dimaklumi karena masjid ini memang satu kompleks dengan kantor Satlantas J.

Masjid Nurul Ikhlas

Apabila Anda berkesempatan mengunjungi kota Painan ini, maka Anda dapat menemukan suatu pemandangan unik jika menyempatkan diri berbelanja di pasar tradisional Painan. Tepat di tengah area pasar tersebut menjulang kubah masjid yang dikenal dengan Masjid Inpres Pasar Nurul Ikhlas. Masjid yang berlantai dua ini seakan tampak sebagai pengingat bagi masyarakat sekitar bilamana adzan mengumandang untuk menghentikan aktivitas dagang dan rehat sejenak untuk sholat berjamaah. Hanya saja sayangnya karena lokasinya yang berada di tengah pasar tradisional yang agak semrawut, maka kondisi kebersihan sekitar masjid ini kurang terjaga.

Masjid Raya Painan

Di daerah Painan timur terdapat masjid yang diberi nama oleh masyarakat sekitar dengan Masjid Raya Painan. Masjid ini sebenarnya relatif berukuran standar, sehingga kesan ‘raya’ dari masjid ini kurang terasa sebagaimana lazimnya masjid-masjid raya yang ada di kota besar. Memang hal ini dapat dimaklumi karena Painan sendiri masih terhitung sebagai kota yang baru berkembang dan penduduknya masih relatif sedikit. Masjid ini baru saja direnovasi ulang dan mempunyai nuansa baru dengan kombinasi warna hijau dan kuningnya, sehingga kesan ‘raya’ agaknya mulai tampak dari masjid ini J.

Masjid Al Amilin

Bila di daerah timur ada Masjid Raya Painan, maka di daerah Painan Utara terdapat Masjid Agung Al Amilin. Masjid ini terletak di samping Kantor Pos Painan dan dekat dengan SMA N 2 Painan. Nuansa warna hijau tampak mendominasi pada masjid ini, khususnya pada atapnya yang berjenjang tiga lapis. Masjid ini mempunyai lahan parkir yang cukup luas dan sering digunakan sebagai tempat bermain anak-anak kecil kala sore hari selepas mengaji. Beberapa kajian dan juga pelatihan dai IKADI (Ikatan Da’i Indonesia) Kab. Pesisir Selatan seringkali diselenggarakan di Masjid Agung Al Amilin ini.

Masjid Baiturrahman

Jalan Ilyas Yacob merupakan jalur utama dalam lalu lintas kendaraan Padang-Painan-Bengkulu di kota Painan. Pada jalan ini, selain Anda dapat melintasi KPPN Painan, maka Anda juga dapat melewati salah satu masjid kota Painan, yakni Masjid Baiturrahman. Letaknya tidak jauh dari KPPN Painan sekitar 200 m dan berada persis di depan mini swalayan Cahaya Mart dan Bank Syariah Mandiri cabang Painan. Masjid bernuansakan warna hijau ini tampak masih begitu sederhana jika diperbandingkan dengan masjid-masjid lainnya sebenarnya. Walau begitu, ke depannya masjid ini akan menjadi masjid termegah sekabupaten Pesisir Selatan dengan dileburnya masjid ini menjadi Masjid Agung Pesisir Selatan yang hingga kini masih dalam proses pembangunan. Masjid Baiturrahman ini juga mempunyai unit Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) untuk pendidikan agama informal anak-anak kecil sebelum Madrasah Ibtidaiyah.

Masjid Agung Pesisir Selatan

Sebagaimana yang diutarakan pada paparan mengenai Masjid Baiturrahman, Masjid Agung Pesisir Selatan merupakan mega proyek Kabupaten Pesisir Selatan dalam penyediaan sarana ibadah masyarakat. Lokasi pembangunan masjid ini tepat berada di belakang Masjid Baiturrahman. Progres dari pembangunan masjid ini baru tampak pada kerangka dasarnya. Walau baru terlihat seperti itu, dari kerangka dasarnya saja sudah menampakkan kemegahan dari masjid ini apabila sudah jadi nantinya. Apabila memandang masjid ini dari arah Painan timur, maka Anda akan melihat kombinasi yang indah antara kemegahan masjid ini dengan panorama Bukit Langkisau yang begitu hijau alami. Semoga bila masjid ini sudah jadi, tidak hanya kemegahannya saja yang terlihat, tetapi juga aktivitas dakwah akan tambah tersiar di Ranah Painan ini.

Islamic Centre Painan

Masjid-masjid yang telah disebutkan tadi merupakan masjid yang ada di wilayah administratif nagari Painan. Nagari merupakan unit administratif pemerintahan selevel di bawah kecamatan. Nagari Painan sendiri karena menjadi sentral pemerintahan kabupaten maka lebih sering disebut dengan Kota Painan sebagai ibukota kabupaten. Sebenarnya masih ada beberapa masjid di nagari ini, apalagi masjid yang berada di nagari lainnya. Pada kecamatan IV Jurai sendiri, selain ada nagari Painan, terdapat beberapa nagari lain yang memiliki masjid-masjid unik. Salah satunya pada nagari Sago (sebelah utara dari nagari Painan), terdapat masjid Islamic Center Painan. Masjid ini akan Anda mudah temukan apabila sedang menempuh perjalanan dari Padang ke Painan dengan melewati daerah Sago karena masjid ini persis berada di sebelah kiri jalan. Masjid ini mempunyai desain arsitek kontemporer dengan hiasan ornamen khas seni Islami. Lahan sekitar masjid ini berdiri masih begitu luas dan belum termanfaatkan, sepertinya masih akan ada pembangunan unit lain selain masjid ini nantinya guna mengukuhkan citra Islamic Center pada kawasan ini.

Begitulah paparan mengenai masjid-masjid yang ada di kota Painan ini. Dengan keberadaan masjid-masjid ini, sangat diharapkan tentunya aktivitas kerohanian Islami masyarakat kota Painan berjalan lebih massif lagi dan merangkul seluruh lapisan masyarakat. Walaupun memang realitanya yang saya lihat pada beberapa masjid, untuk sekadar shalat wajib berjamaah saja, masyarakat yang rutin mengikutinya masih terhitung relatif sedikit. Alhamdulillah memang di ranah Minang ini masih bertebaran banyak masjid-masjid, akan tetapi apalah gunanya apabila masjid-masjid yang banyak itu nyatanya malah sepi tak ada aktivitas. Mari kita hidupkan dan semarakkan kembali geliat masjid-masjid yang ada di sekitar kita. Jadilah kita termasuk orang-orang yang senantiasa hatinya terpaut pada masjid dan menghiasinya dengan ibadah-ibadah kepada Allah.

Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang.” (Q.S. An Nur : 36)

Painan, 3 Oktober 2011, 22.01

71 komentar:

  1. rencana tulisan ini juga dijadikan kiriman artikel ke www.masjidalamanah.com (situs masjid kantor pusat instansi saya)... huhuhu udah lama nian ambo ndak ngisi artikel di web itu...

    BalasHapus
  2. sumonggo, mas Bambang...
    tapi asline mending ndelok sekalian terang benderanglah
    mampir kene wis to, mas hehehe

    BalasHapus
  3. Lagi prei nulis2 blog sik..hehehehehe...durung nduwe ide. Malah nang selingkuhan engkok nulise.wekekekekekk

    BalasHapus
  4. mas, ajarin aku bikin note yang bisa nyisip gambar kayak gini ini dong...

    BalasHapus
  5. Nice article
    Jadi tahu banyak masjid di sana. Sederhana, tapi masing-masing punya latar belakang pembuatan dan letaknya.

    Aku sendiri ga ngabsenin masjid2 di wilayahku. :D
    Satu kompleks aja bisa banyak masjid, satu wilayah juga. Mantengin masjid agak ke kota kalau mau cari2 tempat iktikaf yang nyaman :D Atau lucunya ketika lebaran berbeda, cari2 info masjid mana yang menyelenggarakan shalat Id. :D
    #eh curcol

    BalasHapus
  6. Mas Bambang...
    mancep apane siiiih... menggeje
    hiii prei nulis blog keseringan QN tapi tooo
    *bales nyindir aaaah hehehe

    BalasHapus
  7. Mas Syamsul
    hohoho yang ini jurnal loh, mas.. kalau QN diselipi gambar kan caranya simpel aja... mas tinggal buatnya di jurnal compose, sisipin gambar pada tulisannya, terus edit HTML, copas kode2 bahasa anehnya, terus udah deh tempelin ke QN-nya...
    keknya mas Syamsul pernah begitu tuh

    BalasHapus
  8. Mari memakmurkan masjid :)
    Masjid Raya Painan itu gak kelihatan "Raya"-nya :)

    BalasHapus
  9. iya tahu, makanya notenya ditebelin...

    oh, buatnya di jurnal dulu terus di copypaste ke QN yah?

    makanya rapi, hihihi

    BalasHapus
  10. Mbak Novi...
    hooooo kalau kota-kota di Jawa mah dari sekian puluh masjid emang kudu dipilih-pilih tuh masjid mana yang buat reportase.. ntar tulisannya jadi kepanjangan kalau tampil semua...
    jadi inget kota saya Salatiga mah... lebih kurangnya pengalaman saya bermasjid ria di kota saya juga gitu... baiklah jadi ide nih untuk postingan berikutnya hehehe

    BalasHapus
  11. Mas Iwan...
    yooooOOOOOOSh mariiiii....
    hahaha iya itu kesan pertama saya juga...
    heran kenapa yo bisa dinamain Masjid Raya.. di gerbangnya soalnya tertampang jelas nama itu...
    mungkin nama jadi doanya untuk masjid itu... semoga, Allahumma aamiin

    BalasHapus
  12. Mas Syamsul...
    that's right mas... hehehe

    BalasHapus
  13. nahh.. ini poinnya, tapi yg penting jamaahnya rame.

    oiya, selama di Padang udah pernah kopdar sama mas Romi (tranparamole) belum?

    BalasHapus
  14. Mas Iwan....
    he'em sepertinya... masyarakat sepertinya lebih prefer mengartikan raya itu dengan kerameannya bukan kemegahannya...

    huhuhu tahu aja nih mas... ni nih Uda Romi sibuknyoo, belum sempat ambo kopdaran ma dirinyo...
    mana ni si Uda... kok belum nongol aje hehehe

    BalasHapus
  15. Mas Syamsul ki aya aya wae hehehe.. sami-sami dah, mas...

    BalasHapus
  16. Iyaaa, saking banyaknya, ya :D
    Ngomong2 Salatiga, baru aja lewatin, tapi sayang nggak meratiin masjid2nya, hehe.
    Sip, deh
    Ditunggu tulisan2nya yang lain, yaa :D

    BalasHapus
  17. Alhamdulillah jika sudah kerasan di sanaa....

    *Emm...buruan gih ganti KTP jadi orang sana...hehe

    BalasHapus
  18. Mbak Novi...
    ho? kok cuman lewat... mang mau ke mana dari mana?
    kalau saya pulang dah, ntar sumonggo mampir hehehe
    yap, semoga tulisan permasjidan ini kontinu ke depannya (ada beberapa kota yang sedang dihunting hehehe)

    BalasHapus
  19. Mbak Miftah...
    masjid itu adalah salah satu hal yang menentramkan hati kalau ketidakbetahan itu sedang terasa deh, mbak...
    ganti KTP? duh KTP Salatiga masih berlaku mpe 2013 nih... ntar dulu ah gantinya hihihi

    BalasHapus
  20. Mbak Nova...
    eaaaaaaa masak ngintip bareng mas Bambang nih... apa-apaan nih hehehe
    next up mau buat reportase masjid Bukittinggi lo mbak...
    hehehe tapi ya ni bahannya belum cukup, kudu dolan lagi ke sana hehehe

    BalasHapus
  21. Ya sudah, ndak ganti juga ndakpapa...Anyway, kayaknya ada yang sudah siap di 'Painan' kan nih...haha

    *ngerti ga maksude ??? qeqe

    BalasHapus
  22. wuah ternyata tulisan ini disetujui untuk dipublish...
    http://www.masjidalamanah.com/2011/10/musajik-koto-painan/
    alhamdulillah semoga bisa mengkontinukan diri ngisi tulisan di web ini

    BalasHapus
  23. Mbak Miftah...
    saya masih polos dan lugu aaah

    *inget umurlah, nas... nas...

    BalasHapus
  24. syukuran..makan-makan...

    *tambah duo ciek....

    BalasHapus
  25. Qeqe...tidak mau mengakui umur yang memang sudah tua tho Dek...
    Mbakmu ini aja mengakui lho...qeqe

    BalasHapus
  26. Mbak Miftah...
    iya juga deh mengakui aja... cuman perkembangan mentalnya masih childish gini nih problemnya, mbak huhuhu

    BalasHapus
  27. Dunia profesi akan segera mendewasakanmu Dek...^_____^v
    Doakan Mbak ya biar dimudahkan ke Padang (ada rencana ke sana, tapi masih menunggu/wait and see).

    So, nanti bisa janjian ketemu dengan Dek Nas dan ikhwah di sana.
    Painan-Padang 3 jam kan yaa ?? qeqe
    Ntar mbak kasih taujih...haha *sok nih Mbak*

    BalasHapus
  28. kirain masjidnya emang bentuknya begitu... unik... eh ternyata baru kerangka :)

    BalasHapus
  29. Mbak Miftah...
    wuaaah itu aja udah nasehat tuh...
    wiiih ada rencana plesir-plesir nih keknya...
    semoga bisa bertemu dengan kami di sini...
    kami tunggu :)

    BalasHapus
  30. Mas Rifki...
    hehehe semoga kerangkanya yang terkesan unik itu nanti beneran deh jadi masjid yang unik...
    huhuhu ngarep masjid ini cepet kelar pembangunannya nih.
    sepertinya bakal jadi tempat nongkrong yang tepat euy *he nongkrong?

    BalasHapus
  31. baru meliput masjid, ya?
    kapan meliput akhwat-akhwatnya? he he he ...
    *kabur dengan tenang ...

    BalasHapus
  32. Mas Hendra...
    yeeeeeey saya mah kagak sejelalatan itulah yo...
    jaga pandangan dulu dah...
    walau mesti kudu nyari jodoh pula ya
    *dilemma

    BalasHapus
  33. mas anas nih asli mana?
    walaupun saya asli bukittinggi, tapi saya belum pernah nyampe ke painan *tepokjidat :D
    ayo bikin yang di Bukittinggi mas :D
    yang jelas, masjid raya nya ditengah2 pasar, nyari angle buat motret biar dapet semua aja susah :p
    *curcol

    BalasHapus
  34. Otw Jakarta :D
    Dari mana-mana, hehe.
    Di salatiga, ingetnya makan baso :D
    Yowes ditunggu tulisan masjid2nya
    Di lombok sekalian, tuh, yg dijuluki daerah seribu masjid.

    BalasHapus
  35. Yandri
    saya aslinya Salatiga, Jawa Tengah, tadi udah saya obrolin ma mbak Novi...
    ho? urang Bukiktinggi rupanya...
    hahaha iya nih hasil jepretan saya buat masjid Raya tuh anglenya sulit dicari juga
    *sama-sama curcol jadinya

    BalasHapus
  36. ada rencana ke kota lain mas?
    yup, awak urang bukik :D

    BalasHapus
  37. Yandri
    pengennya bakal ada Sumatera Trip nih suatu saat...
    lumayan ada banyak teman tersebar di penjuru pulau nih...
    doakan ya terealisasi..
    hmm sekarang yandri masih di bukittinggikah?

    BalasHapus
  38. kpan-kapan. liput masjid di surabaya nas... heee

    BalasHapus
  39. Owh namanya musajik ya? bukan masjid

    BalasHapus
  40. kalo sekarang sih lagi di bdg mas..
    asik tuh, jadi pas jalan2 tinggal numpang :p

    BalasHapus
  41. Haryo...
    iyolah, silakan... masak kalah dengan cerita saya... *panjangnya sih tetep menang saya keknya hihihi

    BalasHapus
  42. Moes...
    iyo... basa Minang begitulah, Uda... untuk menyebut masjid...

    BalasHapus
  43. Yandri...
    wuiiiiiih Bandung...teringat masjid rayanya yang emang megah bener...
    kapan nih ke Bukittinggi lagi...
    hehehe emang niatnya begitu sih sekalian silaturahim alias nebeng terselubung

    BalasHapus
  44. Kak Muse...
    puanaaaaaaazh kak di sinih...
    tapi panas-panas berangin sih...
    khas pantai gitulah
    tapi kalau menyejukkan hati ya... semoga demikianlah buat perantau macam saya nih hehehe

    BalasHapus
  45. sejuk kalo elu ngendon dalem kulkas muse
    :p

    BalasHapus
  46. eh, kok bisa terdampar di sana sih Nazh?

    BalasHapus
  47. masjid al amin & nurul hidayah hampir mirip ya...

    BalasHapus
  48. Itu mah bukan sejuk dek, tapi ngadem.... :)

    BalasHapus
  49. Dek, nih ceritanya... http://multiply.com/m/item/nanazh:journal:189
    kalau nyimak di awal tulisan nih yaaah begitulah ada unit cabang instansi saya di saya dan yap penempatan unit saya nih menasional dari ujung barat ke ujung timur Indonesia ~_~a

    BalasHapus
  50. Mas Dedy...
    Al Amin mana nih mas? Masjid yang di Lapangan Banteng, Jakarta? atau maksudnya Al Amilin?
    kalau Islamic Center tuh agak mirip desainnya kek Masjid Al Amin lapangan banteng...
    kalau membandingkan Al Amilin ma Nurul Hidayah mungkin cuma sama konsepnya, serba satu warna yang satu ijo yang satu biru

    BalasHapus
  51. Kak Muse...
    huhuhu bukannya membeku dong kalau gitu....

    BalasHapus
  52. loo... maksudku anas yang meliput... hhe

    BalasHapus
  53. Haryo...
    yowislah insya Allah disempetke mampir2 ke surabaya suatu saat... asal Haryo yo yang ngeterke hehehe
    aku penasaran nih ma masjid Masjid Agung Surabaya ya kalau ndak salah yang gedhe itu... dulu cuman sekilas lewat aja dalam perjalanan Surabaya-Blitar

    BalasHapus
  54. serial painan lgi.. ayoo.. srg2 y promosiin painan... :)
    aku cm tau 2 msjid dr bbrp yg dsbtin itu..

    BalasHapus
  55. Ima...
    yosh... secara merantau ke kota ini gitu lo hehehe
    yah biar kota ini tereksiskan dengan sendirinya hohoho
    ho? yang mana aja emangnya? dari semua masjid itu, saya belum pernah mampir ke Islamic Center, cuman lewat doang euy

    BalasHapus
  56. btw. selama 3 tahun kuliah disini, saya belm pernah kesana sama sekali.. hhahaaa. tapi ada masjid ceng ho nas.. arsitektur cina. bagusss

    BalasHapus
  57. k Bukittinggi lagi sih tergantung perkembangan di bdg mas :D

    haha... kayak nomaden aja..

    BalasHapus
  58. Haryo...
    eaaaaa ternyata belum sebegitunya eksplorasi Surabaya nih....
    hayo dieksplor dulu gih sebelum berkelana ke tempat lain hehehe
    masjid Cheng Ho? Cari info di internet dulu aaah

    BalasHapus
  59. Yandri...
    hohoho nomaden yaks... wuah jadi inget pesona Bandung dan Bukittinggi nih
    dua kota ini sangat berkesan banget deh buat saya

    BalasHapus
  60. Mas Dedy...
    hihihi kirain masjid yang ada di kantor pusat...
    jadi teringat masjid-masjid itu...
    rindu kajiannya T_T

    BalasHapus
  61. iko tulisannya rapa2 bana :)) hahaha *soso'an padang

    BalasHapus
  62. masjid disana bagus, tp agak kecil ya...

    BalasHapus
  63. Mbak Suly...
    fontnya perlu digedhein ya...
    hufh soalnya pengennya halamannya nggak kepanjangan sih hehehe
    wah punya bakat juga ya jadi urang Minang :)

    BalasHapus
  64. Mas Dedy...
    kecil-kecil tapi bermakna dan berkesan di hati huhuhu

    BalasHapus