Selasa, 02 Agustus 2011

kenangan ramadhan

Belakangan ni makin banyak aja yang posting jurnal bertemakan mengenai kenangan Ramadhan masing-masing Mpers, wuaaaa rasa-rasanya emang asyik nian nih kalau flashback mengingat bagaimana Ramadhan yang telah lalu kita lewati. Kini sekali lagi kita diberikan kesempatan untuk merasakan nuansa bulan suci ini, alhamdulillah, dan semoga ini menjadi Ramadhan yang lebih baik lagi untuk kita semua...

Well, dengan adanya fenomena flashback ini menjadikan saya kembali mengubrak-abrik memori ingatan saya selama ini pada saat Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Wah ternyata ada beberapa kenangan yang masih dapat diingat dan rasa-rasanya begitu menyenangkan untuk mengingatnya kembali. Nah, kali ini izinkanlah saya berbagi kenangan itu dengan maksud dapat mengabadikan kenangan ini dalam bentuk tulisan dan juga menjadi motivasi tersendiri bagi saya untuk dapat lebih meningkatkan amalan diri di bulan Ramadhan ini. Yosh, mari kita buat kenangan yang lebih berkesan lagi di Ramadhan kali ini ^_^. Begitulah kiranya hehehe.

Note : seperti biasa karena ni detail cerita kisah saya, ya ceritanya panjang, mohon maaf kalau ada yang repot bacanya, pake speedreading aja mendingan hehehe.


Ramadhan di Masa Kecil

Hmmm setelah membongkar memori ingatan bagaimana dulu awal mula saya berpuasa di masa kecil, waduh ternyata saya mengalami kesulitan karena lupa detail ceritanya. Saya kurang tahu sejak usia berapa saya memulai puasa penuh dan memahami secara total juga makna puasa. Jelasnya sih sebagaimana lazimnya anak-anak lain, saya juga dulunya sebelum puasa penuh, ya puasa bedhug istilahnya he, puasa yang setengah hari doang itu hehehe.

Momen yang masih agak teringat adalah sholat tarawihnya. Dulu saat saya kecil, saya beserta keluarga sholat tarawih di Musholla Pengadilan Negeri Salatiga dekat dengan rumah saya. Kala waktu itu memang musholla tersebut mengadakan sholat tarawih umum dan mengundang imam serta  penceramah dari pondok pesantren An Nida yang tidak jauh juga dari kawasan tempat tinggal saya. Imam dan penceramah yang diundang masih muda-muda dan mereka seingat saya dulu bacaan Qur’annya bagus dan materi ceramahnya juga menarik serta gampang diikuti. Sayangnya sih sekarang ini musholla itu tidak mengadakan lagi sholat tarawih untuk umum karena pihak Pengadilan Negeri Salatiga, kalau tidak salah, tidak mengizinkan lagi kegiatan ini.

Sempat juga keluarga saya bertarawih di salah satu rumah tetangga bersama-sama penduduk rumah satu kompleks. Kegiatan ini dilakukan dengan latar belakang tak diizinkannya musholla pengadilan tadi untuk sholat tarawih masyarakat sekitar. Hal ini juga dengan pertimbangan jauhnya masjid/musholla terdekat dari kawasan tempat tinggal kami dan banyaknya orang-orang tua yang sudah tidak sanggup untuk menuju masjid/musholla yang jauh itu. Namun, tarawih di rumah tetangga ini hanya berlangsung selama beberapa tahun saja, hingga kemudian masyarakat kami memilih Musholla SD N Ledok 2 Salatiga yang baru saja diperluas waktu itu sebagai tempat sholat tarawih bersama hingga sekarang.

Hmm apalagi ya yang bisa diingat? Hooo paling ya ada semacam buku Ramadhan yang ditugaskan dari SD saat itu agar diisi laporan kegiatan ibadah selama bulan Ramadhan dan seusai tarawih pasti dah saya ikutan berebutan bersama anak-anak lainnya untuk meminta tanda-tangan imam/penceramah untuk itu hehehe. Lucu dan geli banget dah rasanya kalau lihat fenomena seperti ini ternyata yo sekarang masih ada juga yaks. Saya dulu juga begitu rupanya hohoho...

Kenangan Ramadhan Saat SMP

Nah, beranjaklah kemudian saya mengingat kenangan Ramadhan di saat-saat saya jadi remaja tanggung alias saat SMP. SMP saya dulu adalah SMP N 1 Salatiga dan kalau tidak salah sejak kelas satu saya sudah diajak bergabung dengan unit rohani Islam (rohis) sekolah yang namanya SKI (Seksi Kerohanian Islam), salah satu unit di bawah OSIS. Akan tetapi sih partisipasi saya dalam unit ini sih cenderung sebagai partisipan aja sih sebenarnya.

Tentunya kenangan saat SMP ini banyak sangkut pautnya dengan kegiatan rohis SKI ini. Sebagaimana lazimnya sekolah umumnya, SMP saya dulu saat Ramadhan juga mengadakan kegiatan Ramadhan semacam pesantren kilat. Pesantren kilat ini diadakan secara akbar dengan seluruh peserta adalah satu angkatan dikumpulkan pada satu tempat dan mengikuti kegiatan yang ada. Jadi kerasa ramainya karena teman-teman yang mengikuti tidak hanya dari satu kelas, tapi dari semua kelas seangkatan yang kalau tidak salah dulu tuh ada 6 kelas.

Salah satu momen yang paling saya ingat dari pesantren kilat ini adalah saat saya mengikuti lomba ceramah antarkelas dan saya ditugaskan untuk mewakili kelas maju memberikan ceramah. Wuaaa saya lupa dah gimana campur aduk rasanya saat itu, tetapi jelasnya pasti ada rasa campur aduk ala gado-gadonya *halah. Dan kemudian saya sadari momen itu ternyata adalah momen pertama kalinya bagi saya untuk berbicara di depan publik (di hadapan peserta pesantren kilat yang ada  6 kelas itu, weleh-weleh ~_~). Gak tahu dah dari mana keberanian saya peroleh bisa maju ke depan, padahal sekarang aja saya tuh orangnya masih grogi maju di khalayak umum. Akan tetapi, seingat saya, alhamdulillah ceramah saya lancar dan tema yang saat itu saya berikan, yakni makna Q. S. Al Alaq 1-5 sebagai wahyu permulaan, mampu saya sampaikan kepada teman-teman lainnya.

Seingat saya pula di saat SMP, saya mulai dapat memaknai betapa agungnya Ramadhan. Ada suatu momen, entah saya lupa kapan itu, yang begitu membekas di hati saya. Kekhusyuan begitu merasuk dalam kalbu saat mendirikan qiyamullail dan sholat sunnah dhuha. Ah, saat itu terasa begitu nikmatnya beribadah dan betapa dekatnya nuansa ke-Illahian melingkupi diri saya. Hmm suatu hal yang kini saya sadari begitu berharga dan sulit untuk menemukan momen seperti itu lagi...

Oya, ada yang terlewat. Saat SMP dulu juga, saya pernah mengikuti pesantren kilat yang bertajuk PRISMA (kalau tidak salah kepanjangannya Perhimpunan Remaja Islam SMA se-Salatiga dan sekitarnya). Jadi, saya pernah menjadi perwakilan SKI SMP saya untuk mengikuti pesantren kilat PRISMA tersebut selama beberapa hari di MAN 1 Salatiga. Pesertanya merupakan perwakilan dari unit rohis SMP yang ada di Salatiga dan sekitarnya. Wuaaa subhanallah kegiatan itu sangat bermanfaat untuk saya. Selain menambah teman dari SMP lainnya, saya juga mendapat berbagai materi ke-Islaman yang saya butuhkan.

Kenangan Ramadhan Saat SMA

Masa-masa SMP pun berlalu dan digantikan dengan masa-masa SMA pada tahapan selanjutnya. Hohoho jelasnya masih banyak yang masih bisa diingat pada masa-masa ini. Yaeyalah secara juga masih berapa tahun yang lalu lulus SMA. Eh, udah sekitar tiga setengah tahun yang lalu deng.. Itu termasuk masih baru lulus atau sudah lama yaks? Hehehe terserahlah...

Awalnya saat kelas satu SMA saya punya keinginan yang kuat untuk ikut bergabung dengan unit rohis SMA yang namanya SKI (Solidaritas Kerohanian Islam) Ar Royyan dengan latar belakang dulu di SMP juga sudah ikut bergabung dengan rohis. Namun, karena jarangnya informasi yang saya terima tentang organisasi ini di tahun pertama, jadilah saya hanya sekadar menjadi partisipan.Hingga kemudian, di tahun kedua, saat banyak teman saya yang bergabung dengan SKI, saya pun ikutan untuk bergabung dengan mereka di SKI Ar Royyan.

Nah, yang saya kenang dari Ramadhan saat SMA adalah dengan partisipasi aktifnya saya dalam menyelenggarakan kegiatan bernuansa Islami di sekolah saya dalam wadah organisasi SKI Ar Royyan itu. Kegiatan Islami yang diadakan di SMA saya namanya adalah GATRA (Gelar Aktivitas Ramadhan) dan ini menjadi kegiatan tahunan setiap Ramadhan. Bentuk kegiatannya terdiri dari 3 acara utama, yakni pesantren kilat, buka bersama, dan pengumpulan zakat fitrah.

Pertama kali saya menjadi panitia GATRA, saya ditugaskan menjadi sekretaris panitia. Hohoho bisa dibilang inilah cikal bakalnya saya jadi keranjingan dunia persekretarisan kemudian hari. Saat itu saya sudah begitu akrab dengan hal ihwal tentang dokumen (proposal, LPJ), surat, administrasi kegiatan, arsip, dan lain sebagainya. Saya begitu menikmati dan menyenangi seluruh hal yang saya kerjakan untuk kepanitiaan itu. Apalagi tim panitia GATRA saat itu juga teman-teman sudah saya kenal dekat dan oke punya diajak bekerja sama. Great salute for y’all, bro...

Kali kedua saya jadi panitia GATRA di Ramadhan selanjutnya, saya diamanahi menjadi koordinator pengumpulan zakat. Tugas koordinator adalah membentuk tim pengumpulan zakat fitrah siswa tiap kelas dan kemudian merekapitulasi nominal iuran yang terkumpul serta kemudian mendistribusikannya berdasar daftar mustahik zakat. Hohoho tugas ini adalah tugas pertama kalinya saya bersentuhan dengan hal ihwal keuangan dan ribet emang (la wong ngurusi pengumpulan iuran dari siswa seluruh sekolah gitu lo ~_~). Hmm entahlah kalau kemudian ada sangkut pautnya dengan pekerjaan saya sekarang di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang identik banget dengan keuangan negara hehehe.

Oya, selain begitu menyenangkannya jadi panitia pada kegiatan GATRA ini, momen yang sangat berkenang bagi saya adalah saat mengikuti acara buka bersama. Pada acara ini, sejak sore digelar kajian menjelang maghrib dan kemudian tentunya acara utama yakni, buka bersama. Kegiatan kemudian dilanjutkan hingga sholat tarawih bersama. Nah, selain buka bersama, kegiatan ini juga ada sahur barengnya bagi yang berminat dan bersedia mabit di masjid sekolah.

Momen mabit inilah yang menjadi bagian paling menyenangkan karena interaksi dan keakraban antarpeserta kegiatan menjadi begitu kental terasa. Sehabis tarawih, sesinya adalah sesi bebas dan biasanya diisi dengan diskusi lepas, nonton film Islami bareng, atau ngaji bareng. Wuaaa pokoknya terasa serunya deh. Malamnya tidak terlewatkan untuk qiyamullail berjamaah. Mantap dah kegiatan ini. Tidak hanya siswa saja yang diundang, melainkan juga ada alumni yang diundang sehingga terasa ukhuwah antargenerasi. Saya sendiri sempat mengikuti 2 kali (kalau tidak salah) buka bersama dan mabit ini setelah saya lulus SMA.

Kenangan Ramadhan Kampus

Saya mulai resmi menjadi mahasiswa STAN dulu di tahun 2007 tepat pada bulan Ramadhan. Di bulan Ramadhan, ada dua kegiatan yang saya ikuti sebagai mahasiswa baru, yakni Daftar Ulang dan DINAMIKA (studi perdana memasuki kampus), semacam orientasi gitulah. Usut punya usut, kalau tidak salah, tahun 2007 itu ngepas menjadi tahun pertama kalinya kegiatan DINAMIKA diadakan pada bulan Ramadhan. Dan jadilah momen yang berkenang adalah kebersamaan bersama teman sekelompok penuh suka dan duka (halah) menjalani kegiatan DINAMIKA bersama yang penuh akan tugas-tugas dan padatnya kegiatan.

Masih berhubungan DINAMIKA, di tahun selanjutnya (2008), saya malah jadi panitia DINAMIKA kali ini dan diamanahi jadi sekretaris umum (hehehe lagi-lagi sekretaris). Yang masih saya ingat dari kepanitiaan ini adalah masa persiapannya selama Bulan Ramadhan, walaupun kegiatannya diadakan setelah bulan Ramadhan usai. Kalau tidak salah, saya harus masih standby di kampus selama 20 hari pertama bulan Ramadhan untuk persiapan kegiatan ini ngepas juga sudah tidak adanya kegiatan akademis. Hohoho Ramadhan yang disibukkan dengan aktivitas kepanitiaan ceritanya he.

Tahun selanjutnya saya juga masih ikut kepanitiaan DINAMIKA (tahun 2009) jadi staf bidang mentoring, namun saya tidak terlalu lama standby di kampus saat itu dan bisa menjalani Ramadhan di Salatiga lebih banyak waktunya. Justru di tahun selanjutnya, yakni tahun 2010, saat saya tidak mengikuti kepanitiaan DINAMIKA lagi dan di saat Ramadhan memfokuskan diri untuk persiapan ujian komprehensif.

Yoyoyo, ujian komprehensif angkatan saya saat itu diadakan saat pertengahan Ramadhan kalau tidak salah. Hohoho mantaplah rasanya Ramadhan ‘dihiasi’ dengan adanya ujian tertulis delapan mata kuliah keahlian yang sukar-sukar itu ~_~... Alhamdulillah sebelum melaksanakan ujian kompre ada kesempatan untuk merasakan Ramadhan di Salatiga terlebih dahulu. Itung-itung sebagai bahan penyemangat kali ya (eh, tapi dulu sering bikin malas belajar kalau di rumah hehehe). Begitulah cerita kenangan Ramadhan di kampus berakhir dengan ujian komprehensif (hohoho endingnya pas rasa-rasanya he).

Ramadhan Kini

Hufh, and now, semenjak hari pertama Ramadhan tahun ini saya berada di suatu tempat yang baru bagi saya. Yap, this is gonna be my first time having shiyam in the outside of Java Island hiks. Hmm baru dua hari ini berjalan Ramadhan di Painan, jadi ya masih dikitlah cerita yang bisa saya bagi. Jadi yo, nunggu dulu yaks ceritanya, biar saya panjangin dulu kek tulisan ini hehehe. Toh, juga Ramadhan sekarang mah belum jadi kenangan atuh, kan masih sedang dijalani gitu lo hohoho. Tunggu saja dah cerita lanjutannya intinya he... *ho masih ada lanjutannya lagi? Weleh-weleh ~_~

Nah, itulah cerita kenangan Ramadhanku, bagaimana dengan kenangan Ramadhanmu? *kek iklan aje hehehe.

Painan, 2 Agustus 2011, 23.35

50 komentar:

  1. Pda ketularan semua..hehehehe

    Maklum

    Bagaimana pada akhir Ramadhan nanti??

    *Jadi pesimis*

    BalasHapus
  2. hebat amat masih inget
    aku lupa hahahaha

    yg paling khusyuk kayake Ramadhan satahun dan dua tahun lalu
    jaman2 patah hati tuh wakakakak 9uuuppsss) :D

    BalasHapus
  3. Mas Bambang...
    hohoho aku jadi follower banget yaks, terikut arus gegap gempita...
    yo dongake ae isih iso konsisten berbahagia ing Ramadhan ki...
    intine sih mung pengen nostalgia cerita Ramadhan biyen ngono, mas...

    nek akhir Ramadhan mengko yo paling postingan tentang badha hehehe

    BalasHapus
  4. Iyo, koyok twitter wae, trending topics hahahahaha

    BalasHapus
  5. Mbak April...
    kalau yang masa kecil tuh samar-samar teringat...
    la kalau yang SMP dan SMA yo ngepas teringat juga dan untuk mencegah mengaburnya ingatan makanya nulis ni hehehe...

    ho? ramadhan jaman patah hati? hohoho ternyata patah hati ada manfaat positifnya yaks hihihi

    BalasHapus
  6. Kak Muse...
    ho? apakah yang luar biasa nih?
    di luar kebiasaan alias kelaziman gitu ya, kak, hehehe

    BalasHapus
  7. Mas Bambang...
    e alah ana klimax... gak pake crot-crotan kan? pasa gitu lo hehehe...
    hohoho untung MP ra ana semacam TT ngono yo...
    nek ngana, mesti postingane dadi rada monoton... (apa malah dadi saking kreatife yo hohoho)

    BalasHapus
  8. Wakakakakaakaka...nek ora ono makhluk2 OOT utowo perusuh online ngono ra seru jewww..membosankeun

    BalasHapus
  9. Mas Rifki....
    ramadhan dari tahun ke tahun punya warnanya sendiri, mas hehehe....
    hufh, akan menjalani berapa kali Ramadhan lagi ya untuk selanjutnya?

    *menunduk*

    BalasHapus
  10. Mbak Aniez...
    emangnya saya jualan gitu yaks? keknya gak ada dagangan tuh hehehe...
    eh, ada deng, dagangan cerita puanjaaaaaaaaaaaaang hihihi

    BalasHapus
  11. semoga Ramadhan di Painan bisa berjalan dengan baik Nas, ntar crita lanjutannya diikutkan lomba Puasa Pertamaku aja Nas, kayaknya cocok deh. *promodibalikkomen*

    BalasHapus
  12. Mas Ihwan...
    hohoho mbak Raya aja sampe PM ke aku kok buat ikutan...
    tahu aja nih sedang work in process tuh Ramadhan in Painan (hehehe judulnya udah launching duluan euy)...

    Allahumma aamiin atas doanya, begitu pula dengan puasa mas semoga berjalan baik juga :)

    BalasHapus
  13. ahahaha rajin juga ya rekan koalisiku itu. ya udah ditunggu partisipasinya. apa perlu Nina juga merayumu buat ikutan :P

    BalasHapus
  14. kan enak mas di painan imsaknya ajah jam 5..xixixixi

    BalasHapus
  15. eh, lali bales comment mas Bambang...

    ckckckck tuh wis maca tulisane Bu Presiden durung mas babagan berkomunikasi di MP?
    *hohoho firasat bakal kisruh lagi tuh hehehe

    BalasHapus
  16. masih ingat waktu SMP menghabiskan waktu di game station... main PS,,,ckckck

    BalasHapus
  17. mari kita shaum di bulan ramadhan ini ... he he he ...

    BalasHapus
  18. Mas Friewan...
    wuaaah sayang sekali tuh...
    kalau dulu sih saya ngepas temenan ma temen2 rohis sih jadinya ikut2an jadi anak baik2 gitu deh hehehe

    BalasHapus
  19. yaaaa lupa balas comment Mas Ihwan...

    yoyoyo emang kalian trio koalisi yang kompak abis dah pokoknya :D

    BalasHapus
  20. Ikut lomba mas ihwan juga nas.

    BalasHapus
  21. Mbak Nova....
    hohoho Painan oh Painan...
    unik dah emang pengalaman pertama puasa di perantauan...
    tunggu kelanjutan cerita panjang saya ni hehehe

    BalasHapus
  22. Mas Hendra...
    oooo ya jelas dong shaum, emangnya mau ngapain lagi di bulan Ramadhan ni hehehe

    BalasHapus
  23. wah saya amnesia nas.. gk bisa ingat ramadhan yang lalu :D

    BalasHapus
  24. Bang Romi...
    waaaah ni jangan-jangan jadi tim kampanye si mas Ihwan nih ya...
    hehehe insya Allah ikutan...
    punya Bung Romi dah ada kan yaks? yang cerita setengah hari itu to?

    BalasHapus
  25. Bang Dayan...
    weeeee kok amnesia...
    gak sebegitunya juga kan...
    cobalah mas diinget-inget kembali...
    emang perlu semacam pemicunya kek ada foto atau tulisan lama gitu untuk mempermudah mengingatnya...
    lumayan lo kan jadi bisa buat ikutan lombanya mas Ihwan juga
    *loh jadi ikutan promo juga ~_~*

    BalasHapus
  26. alhamdulillah ga kena DO hehe...

    BalasHapus
  27. baiklan nunggu cerita lengkep ramadhan di Painan deh:D

    BalasHapus
  28. dulu belum bisa memaknai ramadhan... jadi tak banyak menempel di memori :(

    BalasHapus
  29. Mas Priyo....
    hiiii mase ketinggalan berita siiiiih
    diriku kan wis sewulan luwih iki mas udah minggat saka Jawa...
    hehehe
    tapi yo sekali-kalilah mampir ke Jawa
    a.k.a mulih he

    BalasHapus
  30. Mas Dedy...
    hohoho tahu aja kesereman STAN itu dulu dengan ancaman DOnya...
    kalau yang kompre itu sih sebenarnya kalau tidak lulus, boleh ngulang (hanya satu kali ulangan juga sih)
    hufh bener-bener suatu hal yang tak bisa saya sangka-sangka

    BalasHapus
  31. Mbak Ayudiah...
    oukeeeeeh... insya Allah dah mbak...
    tapi baru empat hari jalan nih... keknya lebih afdhol kalau udah lamaan dikit puasanya di sini hehehe

    BalasHapus
  32. Mbak Ute
    yowis... sekaranglah saatnya untuk membuat kenangan yang akan terus tersimpan di memori kita pada Ramadhan kali ini...
    yosssssh

    BalasHapus
  33. Pengalaman jaman SMA persis sekali dengan saya :D. Jadi panitia di REMAS SMA, waktu itu jaman2 Ramadhan paling menyenangkan..

    BalasHapus
  34. mas haryo... yoa, jaman sma geto lo.. memorable bgt. kalau reunian ma tmn2 jg, masih kerasa asyik serunya hehehe

    BalasHapus
  35. Bener mas anas, waktu itu berangkat sekolah pagi, sore di masjid sampai jam 9 malam. Kemudian pulang ke rumah diomelin,hehee :p

    BalasHapus
  36. Ealah... mpe malem gitu yaks... Kalau saya sih mentok mpe maghrib paling soalnya ibu dah nyiapin sajian berbuka yang sangat dinanti-nanti hee...
    terkecuali yo kalau ada undangan mabit, yo pastilah 'nongkrong di masjid' bareng temen-temen...
    really memorable banget dah...
    sesudah tamat SMA dan ikutan lagi acara itu bikin nuansa masih kerasa kek anak SMA terus hehehe

    BalasHapus
  37. Gak tiap hari sih.. tapi sering :p. sayangnya waktu kuliah gak aktif di Masjid lagi mas nas.. huee

    BalasHapus
  38. Jamannya masih muda sih mas...
    jadi sering nongkrong....
    kalau udah jadi mahasiswa emang laen cerita...
    hooo terus aktif di mana dung jaman mahasiswa saat Ramadhan?

    BalasHapus
  39. Himpunan n BEM.hheee, serasa blunder dulu tidak aktif disana :P

    BalasHapus
  40. hohoho saya sih cuman bentar doang ngeBEMnya dan saat itu sih kerjaan organisasi tidak sebegitunya membebani di Bulan Ramadhan... tapi emang sih markas BEM dulu jadi ibarat kata 'kos kedua' atau malah pertama yaks saking keseringan di situ he..
    blunder? blunder mananya en kek gimana nih?

    BalasHapus
  41. Sama, dulu malah lebih sering tidur di Himpunan daripada di kos. hehee.,, yah, cuma pingin gabung di organisasi semacam Remas, tapi sekarang sudah ketuaan. :p

    BalasHapus
  42. wuah sayang sekali dong nggak masuk barisan para wong-wong alim hehehe....
    yaaah namanya mahasiswa dulu mah, ada aja deh rasanya pengalaman saat ramadhan...
    tapi kalau ikut2 organisasi/panitia hehehe

    BalasHapus
  43. gpapa lah... sudah jadi pilihan hidup mas nas.. hheee.. masih ada pengalaman yang lain.

    BalasHapus