Malam yang Begitu Syahdu
Ada yang terasa berbeda memang pada dini hari Jumat tanggal 10 Juni 2011 kala waktu itu. Malam itu terasa mudah bagi saya untuk bangun pada sepertiga malam terakhir, padahal saya tidurnya cukup larut malam saat itu. Dengan kesempatan seperti itu dan jua entah tiba-tiba terbersit tema akan penempatan, maka saya pun beranjak untuk segera menunaikan qiyamul lail.
Ya, malam sebelumnya saya sempat ngaji bersama teman-teman saya di masjid kantor. Kala waktu itu salah satu hal yang sempat dibicarakan adalah mengenai agenda pengarahan yang akan disampaikan oleh Kabag Administrasi Kepegawaian dan Kabag Pengembangan Kepegawaian kantor kami kepada seluruh pegawai magang seangkatan dengan saya pada besok pagi. Ada satu teman saya, yakni Kharly, yang meributkan hal ini dengan dikait-kaitkan dengan penempatan kami ke kantor-kantor daerah. Dia berasumsi demikian karena adanya kehadiran Kabag Administrasi Kepegawaian yang sangat berwenang untuk hal ihwal penempatan dan jua pesertanya yang melibatkan seluruh pegawai magang.
Semula pengarahan ini lebih cenderung dikaitkan dengan persiapan Diklat Prajabatan yang sebentar lagi untuk gelombang pertama akan dilaksanakan. Akan tetapi, untuk pengarahan itu, yang diundang tidak hanya para pegawai magang Diklat Prajabnya gelombang pertama, melainkan seluruh pegawai magang. Saya sendiri, menurut jadwal, mendapat jatah diklat pada gelombang keempat yang masih lama waktu pelaksanaannya.
Ah, tersentil dengan asumsi teman saya itu membuat saya kepikiran sepertinya pada malam sehabis ngaji kala waktu itu. Namun, justru anehnya saya terbangun pada akhir malam dengan kondisi hati serta pikiran yang relatif lebih tenang.
Pada akhir malam itu, saya panjatkan kembali doa penempatan dalam pinta saya kepada Illahi. Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik yang memberi tempat...
Sudah Cukup 7 Bulan

Esok pun datang menjelang. Pagi hari itu kami, para pegawai magang Direktorat Jenderal Perbendaharaan angkatan 2010, berkumpul di Gedung Prijadi Praptosoehardjo II atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gedung Eks-MA. Gedung ini menjadi gedung yang pernah kami tempati untuk pengarahan awal magang dan jua pengarahan dari Bapak Dirjen yang membuat kami kaget karena kami harus siap ditempatkan ke kantor-kantor daerah yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia (dulu pernah saya postingan di pengarahan calon pegawai baru DJPB lulusan STAN (Herry Purnomo:"Saya Juga Mulai Dari Pelosok")).
Sekitar pukul 09.00 lewat sedikit, acara pun dimulai dengan kehadiran dua pejabat yang sudah diberitahukan sebelumnya, yakni Bapak Kabag Administrasi Kepegawaian dan Bapak Kabag Pengembangan Kepegawaian.
Awal kesempatan pengarahan diberikan kepada Bapak Kabag Administrasi Kepegawaian. Beliau pun memulai pengarahan dengan prakata yang mengingatkan kami akan perjalanan magang kami. Ya, selama kurang lebih 7 bulan ini kami sudah menjalani proses magang di Kantor Pusat DJPB dan beberapa kantor pelayanan yang ada di Jakarta. Satu kalimat sensasional yang kemudian terucap oleh beliau, yakni, “sudah cukup 7 bulan ini rasanya rekan-rekan untuk menjalani proses magang”...
Mulailah semakin mencuat di pikiran topik tentang penempatan. Tidak hanya saya tentunya, tetapi semua peserta pengarahan saat itu juga mengalami arah pikir yang sama. Kegelisahan mulai tampak pada beberapa wajah teman saya dengan satu pertanyaan, “apakah sekarang inilah pengumuman penempatan?”...
Menjelang siang pun, Bapak Kabag Kepegawaian masih memberikan pengarahan yang isinya adalah nasehat-nasehat untuk kami lebih berkembang lagi. Ada juga pemaparan mengenai kondisi SDM yang ada di instansi kami dan pentingnya pengelolaan SDM yang baik untuk itu. Pemaparan beliau cukup panjang dan sesekali menyentil tema penempatan secara implisit. Hal ini cukup membuat kami terbelenggu pada kegelisahan pikiran akankah penempatan pada saat itu juga.
Hingga akhirnya, beliau membuat twisted ending dengan mengutarakan bahwa pada acara pengarahan saat itu akan dibagikan Surat Keputusan (SK). Surat Keputusan tentang penempatakan kamikah? Hohoho ternyata yang saat itu bisa dibagikan adalah 2 SK, yakni SK CPNS dan SK penetapan pelaksana dalam jabatan dan peringkat (lazimnya disebut SK grading). Twisted ending ini sempat menuai sorakan dari teman-teman saya karena ternyata SK penempatan belum jua keluar. Akan tetapi, selang beberapa waktu kemudian, Bapak Kabag menambahkan satu info lagi. Info yang menyatakan bahwa SK penempatan insya Allah akan keluar paling lambat hari Senin esok...
Mulai gaduh kembalilah kami... Sorak sorai pun berkumandang dan jua ada beberapa orang yang memasang muka bengong terheran-heran. Maklumlah, sebagian besar dari kami berasumsi kalau dengan adanya Prajab dalam waktu dekat dan jua bulan Ramadhan serta Lebaran, penempatan akan lebih cocok bila diumumkan setelah Lebaran. Itu harapan sebagian besar dari kami.
Acara pun dilanjutkan dengan pengarahan dari Kabag Pengembangan Kepegawaian mengenai teknis Prajab yang kami ikuti dengan keterbengongan yang masih tersisa oleh twisted ending pengarahan Bapak Kabag Kepegawaian. Seusainya pengarahan tentang Prajab, dibuka sesi pertanyaan dan kemudian banyak dari teman saya yang menanyakan teknis yang diprediksi cukup rumit dengan adanya penempatan dan prajab dalam waktu yang hampir bersamaan.
Pertanyaan demi pertanyaan pun mulai mengusik keingintahuan kami tentang penempatan lebih dalam, ada pula yang menanyakan bahwa apakah memang perkataan Kabag Kepegawaian bahwa hari senin esok sudah penempatan itu bisa dipegang kebenarannya atau tidak dan jawabannya dengan penuh keyakinan, Bapak Kabag menjawab ya, bahkan pun kalau sore ini sudah selesai urusannya, bisa langsung dibagikan. Bapak Kabag pun sempat menanyakan kepada kami, apakah kami siap menerima SK penempatan pada hari itu jua. Sebagian besar dari kami pun mengiyakan dengan alasan untuk tidak semakin kalut dengan isu ini apabila pengumuman masih harus menunggu hingga hari Senin esok.
Kami pun semakin gelisah... Acara terus berlanjut hingga sesi penyerahan secara simbolik 2 SK yang sudah siap dibagikan pada perwakilan dari kami dan istirahat siang. Seusainya istirahat siang nantinya, kami dihimbau untuk tetap berkumpul kembali. Akankah nantinya SK penempatan jua dibagikan? Wallahu a’lam bagi kami saat itu...
Menunggu dan Menanti
Siang itu menjadi penantian yang cukup lama bagi kami dengan kegelisahan yang hadir pada pikiran kami tentang penempatan. Alhamdulillah siang itu kami sudah disediakan makan siang berupa nasi kotak makanan Padang. Namun, semacam guyonan beredar di antara kami. Biasanya kalau kantor memberikan makan siang yang cukup lezat, itu tanda-tandanya bakal ada kejutan yang kami terima sebentar lagi hohoho...
Kami pun berkumpul kembali pada tempat yang sama sekitar pukul 13.30. Karena masih belum ada pegawai yang menjadi panitia pengarahan saat itu, kami malah sibuk ngobrol dengan teman-teman sendiri saat itu. Banyak yang dibahas saat itu, pun tentunya topik penempatan yang memang menjadi sentral obrolan dari kami. Hingga waktu pun terus berjalan sampai menjelang pukul 15.00 dan masih belum ada tanda-tanda akan dimulainya acara kembali. Hal ini jelas menambah kegelisahan kami. Ada apakah gerangan yang sebenarnya sedang terjadi?
Salah seorang panitia pun akhirnya datang dan kemudian memberikan kami beberapa informasi mengenai prajab dan penempatan. Pengarahan itu pun dimulai secara informal dan diisi dengan tanya jawab antara kami dengan panitia tersebut. Hal ini berlanjut hingga adzan Ashar berkumandang dan sebagian dari kami rehat untuk mendirikan sholat terlebih dahulu.
Seusainya sholat, kami berkumpul kembali dan ternyata kami masih jua harus menunggu. Panitia yang sempat membuka sesi tanya jawab tadi, memberi kesempatan kembali untuk bertanya jawab dengan dirinya.
Menjelang pukul 16.00 kalau tidak salah, Bapak Kabag Administrasi Kepegawaian pun hadir di ruangan. Kali ini beliau ditemani dengan Kasubbag Mutasi Pegawai. Dengan kehadiran Bapak Kasubbag semakin muncul praduga akan penempatan. Bapak Kabag pun kembali membuka pengarahan dan memberikan sedikit penjelasan ringkas mengulang nasehat beliau pada sesi sebelumnya. Pada akhir penjelasan beliau itu, twisted ending pun kembali beliau lakukan. Sore hari itu, tidak hanya 2 SK yang akan dibagi. SK Penempatan ternyata sudah siap untuk dibagikan jua...
Dan seisi ruangan pada sore hari itu semakin bertambah gaduh daripada sebelum-sebelumnya. Berbagai ekspresi pun muncul pada wajah-wajah kami. Ada yang masih bengong, ada yang berteriak-teriak gak jelas, ada pula yang menyambutnya dengan gelegak tawa riang.
Pembagian Surat Keputusan

Seusainya info dari Bapak Kabag tentang pengumuman penempatan pada hari itu jua, maka Bapak Kasubbag Mutasi memberikan sedikit tambahan penjelasan mengenai penempatan kami ini. Penjelasan pun ditutup oleh beliau dan kemudian muncullah beberapa orang panitia yang membawakan setumpuk surat-surat beramplop di hadapan kami. Ya... Amplop surat itulah yang berisi 3 SK kami, SK CPNS, SK Grading, dan jua SK Penempatan...
Satu per satu dari kami pun dipanggil maju untuk menerima amplop tersebut serta menandatangani tanda terima surat itu. Kami dipanggil berdasarkan abjad dari huruf paling awal (A) urut hingga ke abjad terakhir...
Nama saya Anas Isnaeni dan saya mendapatkan urutan ke-16 dari 232 peserta saat itu. Saya pun dipanggil dan mengambil amplop cokelat itu. Sudah ada 15 orang sebelum saya yang menerima amplop itu. Ada yang sudah membuka dan melihat isinya dan ada pula yang belum berani. Bagi yang sudah membuka, tampak berbagai ekspresi akan penempatan mereka. Ya, dari nama-nama sebelumnya penempatannya memang di tempat yang semula sudah diprediksi, di kantor pelayanan non-percontohan, bukan ibukota provinsi, dan tidak berada di pulau Jawa.
Amplop cokelat itu sudah ada di tangan saya. Waktu itu saya duduk kembali ke barisan depan. Dengan mengucapkan bismillah, saya pun membuka amplop itu. Lembar demi lembar saya baca isi surat keputusan itu, hingga akhirnya saya temukan jua SK penempatan itu...
Anas Isnaeni, A. Md., NIP 198905212010121003, jabatan dan tempat kedudukan baru : pelaksana pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Painan....
Seketikanya saya membaca petikan surat itu, saya langsung sujud syukur memanjatkan syukur yang teramat sangat kepada Illahi... Penempatan di Painan itu sesuai dengan apa yang saya harapkan, penempatan di Painan itu sesuai dengan polling penempatan yang telah saya isikan untuk Zona Sumatera...
Teman-teman pun sempat mengerumuni saya dan menanyakan di mana penempatan saya. Saya pun menjawab dengan gembira bahwa saya ditempatkan di Painan, suatu kota di sebelah selatan kota Padang, Sumatera Barat (sekitar 77 km). Mereka pun memberikan selamat dan saya pun menanyakan balik kepada teman-teman yang sudah mengetahui penempatannya. Secara sekilas, sebagian besar dari kami tampak legowo dengan penempatannya karena sebagian dari kami pula ditempatkan pada tempat yang dulu pernah dipilih saat polling penempatan dan jua sudah siap ditempatkan di mana pun itu.
Tentu kabar ini tak lupa saya kabarkan kepada keluarga saya, walaupun di ruangan itu masih begitu terdengar hingar-bingar ekspresi kami mengetahui penempatan kami, sehingga cukup membuat bising dan sulit berkomunikasi via telepon. Alhamdulillah keluarga saya pun tampaknya cukup legowo dengan berita ini. Toh jua sebelumnya, saya sudah menjelaskan perihal penempatan saya yang memang bisa dibilang cukup ekstrim nantinya hehehe.
Sungguh sore hari itu menjadi momen yang akan sangat kami kenang dalam kehidupan kami. Secara resmi kami sudah mempunyai kedudukan baru yang lebih permanen nantinya. Kantor baru di berbagai pelosok nusantara akan menerima kedatangan kami para pegawai baru di kantor mereka.
Ya Allah, semoga penempatan kami ini adalah berkah untuk semuanya dan jadikanlah kami abdi negara yang amanah serta profesional di mana pun kami berada...
Ya, penempatan saya waktu itu menurut saya adalah salah satu dari skenario Allah yang terindah yang saya rasakan dalam kehidupan ini. Allah telah mengabulkan dan menjawab pinta doa saya yang saat itu pula sudah mulai merasakan kejenuhan dengan proses magang yang terasa semakin tidak jelas. Sempat saya menghibur diri dengan mengatur cara pikir saya bahwa saya hanyalah manusia biasa yang menjalani setiap detail skenario dari-Nya dalam hidup ini. Skenario itu ada kalanya memang terasa tidak mudah dihadapi, tetapi yakinlah bahwa akan ada skenario lainnya yang menggantikan ketidaknyamanan itu. Skenario itu pun mulai beralih dan dia pun beranjak pada bagian terindahnya... Insya Allah...

KPPN Painan, here I come... ^_^
aku baru mau nanya: "Painan itu dimana ya? Apanya Jinan (di Cina)?" hihihi
BalasHapuswaaaaaaaaaaahh jauuuhhh yaaaaaaaaaaa :D
gud lak yaw
semangaaaaaaaaaaaaaaaattt!
Selamat sekali lagi ya Nas.kenapa kok milih Painan Nas?
BalasHapusOh iya mau tanya tentang NIP, 4 angka paling belakang NIP kita sama Nas. Itu untuk golongan apa sih?
Soalnya diantara temen2ku cuma aku yg NIP'nya 1003
btw aku baru nyadar gaya tulisan2mu mirip sama Mas Rifki he3
BalasHapus@mb april....
BalasHapushohoho ternyata oh ternyata kota satu ini masih kurang tersohor pula...
saya juga sebelumnya kurang tahu menahu tentang kota ini terkecuali terpaksa gegara polling penempatan...
hmm kalau mau tahu profil ni kota monggo diliat di http://kotapainan.blogspot.com/ atau http://id.wikipedia.org/wiki/Painan...
asal kata kota ini ternyata bukan plesetan dari Pecinan tetapi dari Paik Nian (pahit sekali) dengan dulunya kota ini adalah rawa-rawa yang sulit ditinggali...
tapi itu dulu sekarang jadi kota wisata lo...
ada jembatan akar, pantai carocok painan, benteng portugis, dll....
hohoho insya Allah tetep semangat untuk memulai hidup baru di tempat baru...
makasih mbak...
@mas ihwan...
BalasHapusmakasih mas atas ucapan selamatnya... mengapa Painan?
karena saya sempat terbujuk oleh usulan Bang Romi (tranparamole) yang promo kota ini...
alhamdulillah dengan kriterianya dominan muslim, akses transportasi mudah, dan banyak tempat wisata jadi pertimbangan khusus untuk milih kota ini...
dulu saya milihnya Painan untuk Zona Sumatera, Kotabaru untuk Zona Kalimantan, Sinjai untuk Zona Sulawesi, dan Bima untuk Zona Indonesia Timur...
alhamdulillah diterima opsi yang Zona Sumatera...
tentang NIP dulu pernah saya jelaskan di postingan judulnya Doa Penempatan kalau
"format NIP yyyymmdd tanggal lahir - yyyymm bulan mulai terhitung sebagai CPNS - gender (1 untuk laki, 2 untuk perempuan) - dan duplikasi keberapa dari orang yang serupa tanggal lahir dan tanggal TMTnya
kalau saya karena digit terakhir 003 berarti sudah ada 2 orang lain yang tanggal lahir dan SPMTnya sama..." begitulah kiranya...
@mas ihwan lagi...
BalasHapushohoho... iyakah? wah padahal tak sengaja lo...
tapi kiranya emang gitu ya...
hehehe berarti saya terpengaruh gaya mas rifki yang keren tuh... emang saya suka tulisan beliau sih...
dengan pake kaitan dengan postingan sebelumnya dan jua hikmah tersirat dari peristiwa yang kita alami...
Oalah itu artinya, sempet agak parno juga kenapa kok beda sendiri. Thanx Nas pjelasane.
BalasHapus@mas ihwan...
BalasHapusweleh weleh sampai agak parno to merasa berbeda hehehe...
ni kalau liat daftar NIP temen2 saya seangkatan duplikasinya malah ada 6 lo...
sami-sami mas..
alhamdulillah...
BalasHapussiap siap lidah untuk kebal pada maskan padang tu..:)
kyk gitu gedungnya mas?
BalasHapusbaguss >,<
barakallah yak,
yup..painan..hehe..*nek aku bingung, meh milih argamakmur tapi nek dicutat ning liyane iku malah ga ngerti medan.C#
BalasHapushuahahaha...Bima dadi timur..mesakke wong bima nis...C#
BalasHapusSungguh, saya terharu dg pngumuman penempatan kalian.
BalasHapusAntara kagum dg semangat temen2 dan sedih karena itu brarti harus siap brpisah dg kalian semua..
Well, selamat brjuang anas & teman2 djpb '10! Sukses dan berkah selalu.. :)
@mbak Iffa...
BalasHapuswuaaa padahal saya masih belum cocok masakan pedas-pedas euy...
duh butuh banyak penyesuaian jua ternyata...
@ziyy...
BalasHapuswee jangan salahkan saya kalau gedungnya sebagus itu hehehe...
emang kalau KPPN di sumatera barat tuh bentuk bangunannya khas Minang semua...
rumah gadang gitu...
Allahumma aamiin untuk keberkahannya
@fatah...
BalasHapushohoho ternyata ada jua daerah yang belum saya ketahui.. Indonesia tuh luas banget ya...
setelah googling Argamakmur tuh Bengkulu Utara to rupanya...
la emange gak ada semacam profil kota2 yang ada KPPnya yo?
nek di Painan, yang ada KP2KP euy
@fatah lagi...
BalasHapusLa emange NTB ra melu Indonesia Timur to? emang opsi polling penempatane gitu kok kemaren...
nusa tenggara, maluku, en papua dadi siji..
@ifa...
BalasHapussaya terharunya kalau baca pesen2 dan semangat temen yang penempatannya lebih jauh daripada saya... subhanallah mereka keren-keren banget dah...
saya pun jua tengah menghadapi berkecamuknya rasa-rasa itu... hufh...
semoga bisa terlewati dengan baik dan segala urusan bisa tertuntaskan dengan baik pula...
Allahumma aamiin atas doanya... jazakillah ifa...
haha...waingapu, ruteng, larantuka, atambua..masih wajar nek disebut timur...nek Sumbawa-lombok benere dikasi tengah..cuma klo DJP satu kanwil...Jadi bisa disebut ring rodo ngetan lah..
BalasHapusArgamakmur memang di bengkulu utara, tapi kantore di Bengkulunya..benere banyak yang terselubung begitu...kaya Penajam kantor di Balikpapan, Praya/Sumbawa kantor di Mataram.C#
@fatah...
BalasHapusmanggut2.com
oyaya kek si Bung Priyayimuslim yang kemaren ngebet ngajak saya ke Kotamobagu tuh kantornya juga di Manado ternyata...
berarti nomenklatur kantornya tidak serta merta menunjukkan lokasi kantor yo? hanya sekadar menunjukkan area kerjane berarti?
well, sing penting ntar semoga pilihannya berkahlah... udah dipilih dan kemudian gak nyesel dengan pilihannya...
ditunggu yo kabar dari pelosok Indonesia yang lain hehehe
barakallahu...
BalasHapussiap-siap jadi local committee NAC 2012 yo...
:p
@pak ali....
BalasHapusya Allah mampir ing kene commentnya samsung, gak nyambung, bung :P
eh, tapi untuk barakallah'e diaminin dulu dah... Allahumma aamiin, makasih pak Ali...
tentang NAC 2012 ayo ayo lek ndang diurusi... semakin ngaret semakin jelek dah dampake...
saya teh bantu seadanya aja yo tanpa harus bertatap muka hehehe
LC NAC? boleh juga...
Selamat2. Barakallah khair.
BalasHapusNanti dari Painan, tetap ngeMPi ya... Cerita2 ttg suasana di sana :>
@mb yuni...
BalasHapusAllahumma aamiin semoga senantiasa menjadi berkah untuk saya...
hohoho insya Allah pengen tetep eksis dan bikin live report dari Painan hehehe
*banyak tempat menarik yang harus segera saya kunjungi hehehe
Selamat ya, mas Anas.
BalasHapusWah, kalo saya ke Jakarta nanti, kita gak bisa kopdar dong :)
Saya belum punya klien di daerah Padang.
@mas iwan, hohoho smga kalau saya ngepas ada plu di jakarta, ngepas bisa ketemu mas di sana.. eh, mas iwan di batam yo kalau gak slh? hm mgkn malah saya bisa bsua lngsg dgn mas di sana *itung2 jalan2 he
BalasHapuskalo gitu... ditunggu kinjungan dinasnya mas anas ke batam, he he he...
BalasHapus@mas iwan, smga aja ada ksempatan bisa maen ke batam.. jalan2 dan kopdar bakal jadi crita seru sepertinya :D
BalasHapusselamat mengabdi :)
BalasHapus@mb ute.. nggih,mb.. ternuwun..
BalasHapusBarakallah yaaa. Smg kerasan disana, dpt beradaptasi dg cepat, diberikan kemudahan dlm mengemban tugas.
BalasHapusDitunggu live report dr Painan *baru denger nama ini*
semangat yaa ^_^
@mb sari, allahumma aamin atas doanya. mantep dan pas bgt dah tu doa yg saya bthkan.. hohoho sepertinya saya emang perlu jadi duta wisata painan ni :D
BalasHapusbismillah, pertama kali saya komen di lapak antum, aasiiff.
BalasHapusbarakallah,
setidaknya, menurut saya, DJPB sudah memberikan persiapan yang terbaik untuk antum dan kawan2. Allahu akbar
@dian, wah ndak apa apa. hohoho makasih dah nyempetin mampir. suguhan tulisan saya ni di lapak sendiri yo sederhana aja he. yap, setiap momen yg bhubungan ttg kantor tuh (khususnya penempatan) sdh direncanakan sbaik mgkn untk seluruh pihak.. semakin mbuat saya btambah cinta dgn instansi ni.
BalasHapusmungkin karena Pajak ada penggabungan KPP-KPPBB, jadi begitulah jadinya *cmmiw*. Kalau di kita sih jangan khawatir, de jure = de facto hehehe.
BalasHapusSoal nasi kotak, ah, jadi ingat siang sendu di lantai 2 Al-Amanah.... mau makan pun nggak ketelan rasanya.
hohoho iyaya, gak ada yang di luar nama kota untuk kantornya....
BalasHapussaat sudah penempatan dan perpisahankah?
BalasHapuskalau saat itu sih temen2 pada lahap makannya soalnya udah kelaperan dan jua penempatan masih belum jelas apakah sore itu atau ndak hehehe
keren kok KPPN na
BalasHapuspernah mampir ke sanakah mas? punya kenalankah?
BalasHapusdulu kan sampeyan di KPPN Pangkalpinang yo?
Iya, sudha penempatan, padahal baru hari pertama masuk lagi setelah izin nikah. Rasanya nggak karu-karuan dapat 'hadiah' begitu :).
BalasHapuswuah campur aduk banget dah sepertinya tuh, mbak...
BalasHapustapi pastinya jadi kenangan banget to..
panjang nian T__T
BalasHapuskhekhekhee....
Dek...
BalasHapusla emange kisah mendetaile gitu kok...
intinya sih yo ditempatkan di kantor sana gitu loh...
simpel ae sakjane hihihi
*pegang kepala liat huruf bertebaran di layar*
BalasHapusDek...
BalasHapus*tangan yang satunya lagi jangan lupa pegang tiang biar ndak jatuh gegara pusing hehehe*
*pegang cow ganteng yg kebetulan liwat*
BalasHapusDek...
BalasHapuseaaaaaaaaa cari-cari kesempatan aja nih... ~_~a
Dek...
BalasHapuseaaaaaaaaa cari-cari kesempatan aja nih... ~_~a
Wahh.. sudah setahun di Painan ya Uda.. tidak terasa.. :D..
BalasHapusSaya ingat waktu pertama kali kenal Anas.. pas postingan menghadiri nikahan di Blitar.. Beberapa hari sebelum penempatan..
Ternyata sudah lama ya.. :)
iyaaaaa... bener2 banyak kejadian dilewati dan semuanya berlalu dengan cepat...
BalasHapuswah ternyata jadi mengenang setahun kenalan...
hihihi betul juga saat itu pulalah kita kenalan
nice memory
Hmm... asline gak mengenang sih Nas.. Tiba-tiba ingat ae.. :p..
BalasHapuskarena dulu kau minta aku mampir kan ya
BalasHapusdan hanya sejenak saja daku di Surabaya...
Oh iya ya,, Kalau yang itu saya sudah lupa.. hehe
BalasHapusAkhire durung kopdar sampai saiki.. :p
begitulah nasib... deritanya tiada tara *loh?
BalasHapusyakinlah suatu saat pasti ketemu itu! :)
Itu kan slogannya Patkai.. Hahaaa
BalasHapusInsya Allah... Hehee
hahaha masih inget rupanya :)
BalasHapuswell, see you then