Dunia itu fana, tidak ada yang abadi. Ada kalanya kita harus mengalami kehilangan sesuatu dan kemudian ada kalanya jua untuk dapat memperoleh sesuatu yang baru. Begitulah hakikatnya, silih berganti apa yang ada pada diri kita akan tergantikan pada suatu saat karena tidak ada yang abadi di dunia ini...
Enggan rasanya untuk beranjak dari kota yang begitu saya cintai pada sore hari itu. Namun, saya sadari memang tidak bisa untuk berlama-lama di Salatiga dalam waktu ini. Izin untuk tidak masuk kantor hanya berlaku satu hari saja dan keesokan harinya harus bekerja kembali karena izin sudah habis waktunya. Ah, sayang sekali liburan kali ini terasa begitu pendek dan masih kurang puas untuk menikmatinya bersama keluarga tercinta. Akan tetapi, hal ini sudah menjadi biasa untuk saya, rasa enggan itu selalu hadir dan kemudian seiring waktu berjalan, ia akan musna dengan sendirinya dan saya pun akan terbiasa menjalani rutinitas di ibukota.
Malam itu, perjalanan kembali ke ibukota pun dimulai dengan menaiki kereta Senja Utama. Kereta kelas bisnis ini dulu lazim menjadi kendaraan yang saya pilih saat masih jadi mahasiswa. Namun, belakangan ini saya sudah jarang menaikinya karena lebih sering naik kereta kelas ekonomi karena ya tentu juga lebih ekonomis he. Kalau bukan karena ada ‘subsidi’ dari kakak juga, saya pasti juga masih memilih kereta ekonomi dengan alasan lebih hemat.
Kereta itu pun melaju menuju ibukota sesuai dengan waktu yang dijadwalkan pukul 20.00 dari Stasiun Tawang dan akhirnya sampai di Stasiun Pasar Senen pada sekitar pukul 04.00, terlambat 1 jam dari jadwal yang tertera pada tiket. Nah, dari titik kedatangan inilah yang menjadi masalah. Sepertinya dengan perjalanan cukup jauh itu, kondisi saya saat itu masih belum sadar sepenuhnya. Masih terlena dengan rasa mengantuk dan ingin segera beristirahat, sehingga daya konsentrasi menurun.
Dan peristiwa itu pun terjadi... Di atas jembatan penyeberangan halte busway Rawa Selatan, saya baru sadar bahwa handphone saya tidak ada. Semula saya cek saku atas kemeja saya sebagai tempat yang paling saya ingat saya taruh hp saya di dalamnya, ternyata sudah tidak ada. Kemudian saya pun mengecek tempat lainnya, ternyata juga tidak ada pula. Astaghfirullah, hp saya benar-benar hilang.
Saat itu masih dini hari, adzan shubuh pun belum berkumandang. Lemas rasanya seketika saya sadari hp saya hilang. Saya pun tak tahu berbuat apa, hingga akhirnya lebih memilih untuk merebahkan diri sejenak untuk istirahat di kamar kos. Sayangnya keapesan itu rasa-rasanya masih berlanjut. Kala dini hari seperti itu, gerbang pintu depan kos saya masih terkunci rapat. Biasanya kalau seperti ini, saya akan menghubungi salah satu teman saya untuk segera membukakan gerbang, tetapi kali ini lain ceritanya. Dengan hp yang tak ada lagi di tangan, saya tidak bisa menghubungi siapa pun.
Beranjaklah saya menuju masjid terdekat. Ini peringatan yang diberikan oleh Allah untuk saya agar tidak terlena dengan kefuturan diri. Alhamdulillah, ada masjid yang masih terbuka untuk saya dan saat itu memang sudah menjelang shubuh. Di sana, saya pun menunaikan sholat shubuh sembari memohon jalan keluar atas permasalahan ini kepada-Nya.
Pagi pun dimulai dan saya mau tak mau harus menjalani aktivitas perkantoran sebagaimana lazimnya. Perjalanan menuju kantor pagi itu dihiasi dengan pergelutan pikiran tentang peristiwa yang baru saja saya alami.
Saya pun sempat mereka ulang segala peristiwa yang terjadi di malam itu. Memang sepertinya ada beberapa kejadian yang saya curigai sebagai titik kejadian hilangnya hp saya. Sepengetahuan saya, hingga kereta sebentar lagi masuk Stasiun Pasar Senen, saya masih memegangnya karena saya masih ingat saya mengecek waktu berapa saat itu. Ini adalah momen terakhir yang saya ingat memakai hp tersebut. Titik pertama yang saya curigai adalah saat turunnya saya dari kereta. Saat itu, dengan menyimpan hp di saku atas kemeja, sepertinya tempat semacam ini sangat memudahkan hp jatuh, saya turun kereta dengan sedikit melompat karena tingginya kereta dari tempat berlandas di stasiun. Jadi, ada kemungkinan hp saya saat itu jatuh saat saya lompat dari kereta.
Memang saat itu, saya tak sepenuhnya sadar karena masih mengantuk dan lelah sehabis perjalanan, tetapi rasa-rasanya begitu kecil kemungkinan saya telah dihipnotis atau terkena modus jahat semacam itu. Dari momen beranjaknya saya dari kereta hingga sampai di kos, saya ingat saat itu pikiran saya masih terjaga dan saya pun masih mampu untuk mereka ulang segala peristiwa di malam itu.
Titik momen kedua yang saya curigai adalah saat saya turun dari metro mini yang mengantarkan saya dari stasiun menuju kos. Saat itu, metro mini itu dipenuhi dengan banyak penumpang dari stasiun hingga dalam metro mini itu berjubel banyak orang dan ada yang berdiri. Ketika saya hendak turun dari metro mini tersebut, saya ingat ada orang yang menyebalkan menghalangi jalan saya untuk keluar. Besar kemungkinan, entah karena sengaja atau tidak, orang itu menyebabkan hp saya tidak ada lagi di tangan saya karena sempat ada beberapa kontak fisik yang terjadi dengan orang itu.
Sebenarnya sih, ada satu hikmah tersirat dari peristiwa ini, simpanlah hp pada tempat yang aman, tidak di saku atas kemeja karena pada tempat ini rawan posisi hp untuk jatuh. Padahal baru kali ini saya menyimpan hp di tempat itu, biasanya saya simpan di tempat lain seperti di dalam tas ataupun ada di saku celana.
Hari-hari selanjutnya pun saya jalani tanpa adanya hp di tangan saya. Komunikasi dengan beberapa teman saya sempat terputus. Akan tetapi, alhamdulillah masih ada modem internet yang menjadikan komunikasi masih tetap bisa berlangsung dengan media internet (mp,fb, twitter, gmail,gtalk). Aktivitas kantor pun mengalihkan perhatian saya, sehingga saya tidak terlalu terbebani dengan kehilangan hp itu. Malah terkadang saya rasakan, dengan tidak adanya hp, membuat saya lebih konsentrasi dalam beberapa hal. Saya jadi tidak terganggu dengan beberapa sms yang tidak saya kehendaki hehehe.
Sempat terpikir untuk saya segera membeli hp baru untuk bisa berkomunikasi kembali. Alhamdulillah juga barang satu hari setelah kejadian itu, honor magang sudah turun. Akan tetapi, saya urung melakukan hal ini karena keluarga saya menyarankan untuk menggunakan hp baru kakak saya sebagai pengganti.

Yap, suatu kebetulan bahwa kemarin persis sebelum berangkat balik ke ibukota, saya mengantarkan kakak saya untuk membeli hp baru untuknya. Hp bermerek sams*ung seri GT-E3210 pun ia beli. Sempat tersirat ada kekecewaan di benaknya saat menggunakan hp itu untuk pertama kalinya karena ada beberapa ekspektasi yang tidak terpenuhi dengan hp tersebut. Hingga akhirnya, saat saya memberitahukan peristiwa kehilangan hp ini kepadanya, tiba-tiba dia menyarankan saya untuk menggunakan hp baru tersebut sebagai pengganti dan ia pun akan mencari hp lainnya yang lebih cocok untuk dirinya sendiri. Thanks a lot, dear my beloved sister...
Alhamdulillah, selama kira-kira 5 hari menunggu, hp baru itu akhirnya beralih kepada saya. Kedatangannya pun lebih cepat dari yang saya kira. Rasanya pertama kali menggunakannya seperti seorang udik yang baru saja dapat hp. Tentu dengan penantian selama 5 hari tersebut dan menahan diri hidup tanpa adanya hp, seketikanya memperoleh hp baru terasa begitu bahagia luar biasa.
Walaupun hp sams*ng seri GT-E3210 bukanlah hp keluaran terbaru dan paling up-to-date, tetapi hp ini memikat saya untuk kali keduanya saya melihatnya. Semula saat hp itu masih milik kakak, saya merasa biasa saja dengan hp ini. Akan tetapi, kali kedua ini dengan beralihnya hp tersebut kepada saya, ia seakan mengeluarkan pesonanya yang membuat saya merasa sangat bersyukur memilikinya. Hp ini terasa begitu cocok dengan kepribadian saya yang suka hal simpel dan elegan. Hehehe lebay amat yaks...

Hp ini menjadi hp yang menggantikan hp saya sebelumnya yang hilang, bermerek nok*a seri N-1680 classic. Padahal sebenarnya, hp nok*a ini masih terhitung baru berumur sekitar 5 bulan saya memakainya. Akan tetapi, kali ini sepertinya memang sudah saatnya hp tersebut tergantikan dengan yang lain. Walaupun ada banyak kenangan dengan hp lama tersebut, biarlah kenangan tetap menjadi kenangan dan saya harus mengikhlaskan kehilangan akannya. Hmmm masih berlebay ria nih.
Sehubungan dengan nomor hp saya, alhamdulillah masih dapat terselamatkan. Semula karena keengganan saya memblokir nomor hp saya yang hilang agar tidak ada penyalahgunaan akan nomor tersebut, saya tak sempat lapor ke Grapari Telkoms*l terdekat. Seketikanya hp baru ada di tangan saya, entah mengapa tiba-tiba ada dorongan yang kuat untuk segera mendatangi Grapari Telkoms*l, toh juga saat itu tidak ada aktivitas kantor.
Dengan informasi seadanya tentang lokasi Grapari yang terdekat, saya sempat berputar-putar kebingungan mencari di manakah lokasi Grapari, hingga akhirnya saya menemukannya di daerah Taman Tani. Alhamdulillah pula, walaupun saat itu hari libur, tetapi Grapari masih buka dan melayani pelanggan.
Sempat timbul rasa khawatir nomor hp yang selama ini saya pakai itu tidak akan bisa diaktifkan kembali. Sudah 5 hari semenjak kejadian kehilangan itu terjadi dan saya tidak seketikanya mendatangi Grapari terdekat untuk memblokir nomor dan mengaktifkannya kembali. Namun, rasa khawatir itu sirna karena ternyata nomor saya yang lama itu masih dapat saya pergunakan kembali dengan cukup mengganti kartu dan pihak Telkoms*l akan mendaftarkan kartu simcard tersebut dengan nomor lama saya itu. Nomor lama ini akan aktif kembali setelah 1x24 jam.
Wuah.... Rasa senang pun kembali meliputi diri saya. Saya tak perlu menggunakan nomor baru untuk berkomunikasi dengan contact saya, nomor lama saya masih bisa digunakan dan dihubungi nantinya. Baru kali ini pula saya merasa puas dengan layanan Telkoms*l, padahal dengan tarifnya yang kelewat masih mahal daripada operator lainnya, tetapi dengan pelayanan yang memuaskan seperti itu dan ternyata juga Grapari buka 24 jam sehari dan 7 hari dalam sepekan (hehehe katanya sih), many thumbs up dah untuk Telkoms*l.
Begitulah peristiwa yang baru saya alami ini. Yap, memang dalam setiap fragmen kehidupan itu, begitu banyak hikmah yang berserakan yang bisa kita pelajari. Begitu pula dengan peristiwa kehilangan ini dan mendapatkan penggantinya. Kehilangan merupakan hal yang wajar dan kita tak perlu terlalu membebani pikiran dan perasaan menanggapinya karena yakinlah pada saatnya yang tepat nanti, insya Allah yang hilang itu akan tergantikan dengan hal yang lain dan bisa jadi penggantinya itu adalah hal yang lebih baik.... Well, inilah yang saya selalu sebut dengan hikmah dari the most perfect and beautiful scenario that Allah has made and decide for us..
Firman kemari membaca...wah themes nya juga warna Nanas...i liiikkkeeeeee.....hee hee heee
BalasHapussubhanalloh..^^
BalasHapusHmm... mau coba pake reply renteng yang pernah diajarin mbak nita di postingan ini ah...
BalasHapusnurfirman40 saidFirman kemari membaca...wah themes nya juga warna Nanas...i liiikkkeeeeee.....hee hee heee
terima kasih dah berkunjung, Firman... ni tapi dah baca lengkap belum? jangan sampai terpana oleh kenanasan akun nanazh yang baru ini yaks... :D
ayudiahrespatih saidsubhanalloh..^^
yap, really subhanalloh... ni jadi semacam memaknai musibah dengan cara yang lebih baik juga...
Mestilah di baca......alamak......senyum senyum sambil makan nanas....hee hee hee
BalasHapushohoho..., tak disangka....
BalasHapusbagi-bagi dong nanasnya....
ni ngepas saya sedang kesulitan cari nanas nih... :(
ha ha ha di singapore gak ada nanasnya kalau tidak di import dari luar.....makan nanas di pagi hari doctor orders......isk isk isk........nie ambil yg masam aja yg manis saya makan hee heee heee
BalasHapusreally? wuah nanas import... keren tuh....
BalasHapusalhamdulillah di sini sih bisa aja cari nanas lewat pedagang buah yang berseliweran... hanya saja belum lewat nih :(
wah ....fresh ya nanas nya.....
BalasHapusduh ngomongin nanas mulu nih...
BalasHapuskeknya saya harus segera mencari nanas terdekat deh
*halah hihihi
ha ha ha......pergi sono cari nanas nya hee hee heee
BalasHapusCakep hapenya.
BalasHapusYup. Lebih hati2 ke depan.
Ada hikmah. Selalu ada.
inna lillahi...
BalasHapusuntuk kesekian kalinya dapet cerita orang kehilangan hape pas mudik. pengingat diri untuk lebih hati2 juga.
Kehilangan itu biasa bukankah kita hidup akan kehilangan banyak hal? senyum.....dan pasrah....inshaallah...........
BalasHapusOh, ternyata bisa ya mengaktifkan nomor lama yang hilang ...
BalasHapussaya baru tahu ... he he he ...
@mas hendra...
BalasHapusuntuk pengguna Telkoms*l bisa langsung segera datangi Grapari/Gerai H*lo terdekat...
cuman emang ada persyaratannya yakni bawa KTP/ID lainnya, ngisi form, dan menyebutkan 3 nomor contact yang pernah dihubungi....
hikmahnya.. bisa dapat hp baru, mas:)
BalasHapusDapat hikmah dan dapat HP baru :)
BalasHapusHape samsungnya support hangeul (font korea) nggak?
BalasHapusHP mus 1616 super dah, suka tertinggal dikamar, bisa buat cari belut disawah, bisa buat pengganjal buku kalau lagi bersih2 heheh
BalasHapusweleh.. themes mu.......... bener2 nanaz.. =))
BalasHapus@mas rifki...
BalasHapusalhamdulillah.... jadi menambah rasa syukur pada Illahi atas apa yang terjadi pada saya ni, mas
@mas chusnul
BalasHapussambil menyelam dapat mutiara juga... *halah
nek karo aku ojo dikomen renteng yo..
BalasHapus*ga seneng.. hehehe
@mb rika
BalasHapushohoho korea-sentris nih... belum bongkar sampai sebegitunya.... tapi keknya gak bisa deh... dari fitur bahasanya gak ada yang bau2 korea...
@mus
BalasHapuswah... patut diacungi sebagai superhp beneran tuh...
*buat cari belut di sawah? gimana tuh caranya?
aya aya wae -_-a
@mb fajar...
BalasHapusyeee... ketinggalan berita launching tema baruku nih, mbak... hohoho begitulah kasihan nanas selama ini kucatut namanya... jadilah sebagai bentuk apresiasi kepada buah favorit itu, kujadikan tema yang nanas banget dah :D
@mb fajar lagi....
BalasHapushohoho mb comment di saat yang tepat....
soalnya reply renteng seperti itu tadi gak cocok untuk koneksi yang ngepas tiba-tiba melemot setelah mb comment...
hohoho ada pengaruhnya gak ya...
Kalo aku dulu kamera, di bus...tapi mungkin tidak se"penting" HP, sampai sekarang nampaknya masih setia dengan mendiang..C#
BalasHapusCaranya kalungkan ke leher, hidupkan senternya, dan julurkan pancingnya kedalam lobang... tapi harus malam hari, karena kan pakai senter hehehe
BalasHapus@fatah....
BalasHapus"masih setia dengan mendiang" hohoho nice sentence...
keliatannya nih punya minat di fotografi...
la terus gak dikembangin lagi? gak cari pengganti tuh?
@mus....
BalasHapusweleh weleh gak nyangka... multifungsi sekali...
~_~
ntar beli lagi yang android yaa..
BalasHapusitu jatuh yaa.. abis kecil kaan..
cm yaa yg paling sayang itu nomer2 yg tersimpan di HP..
klo nomer kan selama udah di registrasi masih bisa di pake..
@mb nita.. aamin aamin.. semoga kesampaian bisa beli tu he.. kalau ttg contact si, alhamdulillah ada backup data contact. tpi ya krg update sih, per januari kmrn. jadi ada satu pljrn pnting jg untk slalu backup data contact
BalasHapusalhamdulillah.. iya tuh, saya klo ditimpa masalah, baru deh baca doa-nya panjang2 hehe...
BalasHapus@mas dedy.. hm iya jg ya. ni sepertinya saya baru berdoa teramat sgt kalau ada musibah. wuaaa jadi bhn introspeksi. thanks ngingetin,mas.
BalasHapusujian berupa cobaan emang sering banget bikin inget, lain dengan ujian berupa kesenangan yang terus mengelabui dengan segenap angan... *halah gaya :D
BalasHapuswuaaaaaaaaaa.....
BalasHapusbang fahri mah sekali comment mantep jaya....
kula remen banget niki
Belajar dari pengalaman teman2 yang kehilangan hp di metromini (terutama metromini yang itu tuh hehe), ane jadi tidak pernah mengeluarkan hp di kendaraan umum terutama di jakarta ini... Kalaupun ada telepon atau sms biasanya ane abaikan dulu sampai turun dari metromini... Pokoknya nggak menampakkanlah... Dan selalu waspada apalagi kalau berjalan sendirian malam2...
BalasHapusitu emang udah ane lakukan, mas...
BalasHapuscuman dudulnya ya itu tempat nyimpannya di saku kemeja yang rawan jatuh nih...
hohoho jadi masih tetep aja sih kurang belajar dari pengalaman temen2...
en yap waspada saat sendirian bener2 diperlukan buaaanget...