Pekerjaan tersebut saya lakukan mulai dari kira-kira pukul 09.00. File rekaman audio rekaman berdurasi 100 menit ini sepertinya akan memakan waktu lama untuk mendokumentasikannya, makanya untuk sementara saya puasa ngeMPi dulu he, tentunya dengan maksud pengen fokus dan cepat menyelesaikan tugas tersebut agar bisa ngeMPi sepuasnya kemudian XD. Apa daya, impian hanyalah sekadar impian, penyelesaian notulensi untuk audio tersebut memakan waktu hingga menjelang waktu ashar. Emang sih sempat nyambi untuk ngobrol dan juga alhamdulillah dapat mie ayam traktiran dari bapak pegawai di kantor saya, jadinya sempet pending makan dulu he. Tetapi, sepertinya dominannya karena keperfeksionisan saya kumat, notulensi tersebut saya cantumkan hal sedetail-detailnya. Beberapa kali saya ulangi memutar audio itu guna memperjelas rincian detail percakapan. Jadinya juga cukup panjang tuh notulensinya ada 6 halaman he.
Hari ini saya dapat tugas dari atasan untuk mengetik notulensi dari rekaman audio Rapat Kerja DPR RI dengan Menkeu dan perwakilan Menhukham sehubungan dengan pembahasan RUU Mata Uang. Alhamdulillah ini merupakan pekerjaan yang tidak biasanya lakukan karena biasanya saya “tidak diberdayakan” dengan kegiatan sendiri, entah baca peraturan, ngobrol dengan sesama teman magang, atau pun yang paling sering dilakukan, ngeMPi hehehe. Notulensi? Nih juga menjadi salah satu kesukaan dulu waktu jadi aktipis (halah), makanya sering jadi sekretaris sejati (http://nanazh.multiply.com/journal/item/32/sekretaris_sejati)
Pekerjaan tersebut saya lakukan mulai dari kira-kira pukul 09.00. File rekaman audio rekaman berdurasi 100 menit ini sepertinya akan memakan waktu lama untuk mendokumentasikannya, makanya untuk sementara saya puasa ngeMPi dulu he, tentunya dengan maksud pengen fokus dan cepat menyelesaikan tugas tersebut agar bisa ngeMPi sepuasnya kemudian XD. Apa daya, impian hanyalah sekadar impian, penyelesaian notulensi untuk audio tersebut memakan waktu hingga menjelang waktu ashar. Emang sih sempat nyambi untuk ngobrol dan juga alhamdulillah dapat mie ayam traktiran dari bapak pegawai di kantor saya, jadinya sempet pending makan dulu he. Tetapi, sepertinya dominannya karena keperfeksionisan saya kumat, notulensi tersebut saya cantumkan hal sedetail-detailnya. Beberapa kali saya ulangi memutar audio itu guna memperjelas rincian detail percakapan. Jadinya juga cukup panjang tuh notulensinya ada 6 halaman he.
Nah, yang mengesankan dari tugas ini adalah (sebenarnya lebih tepatnya menjengkelkan -_-a), sebagaimana yang kita ketahui bersama tentang rapat anggota dewan legislatif negara kita yang terhormat itu, rapat tersebut berjalan begitu muter-muter dan penuh interupsi. Jadi, flashback dulu waktu mengikuti perkembangan rapat pansus century yang sering ditayangkan media, yah ternyata rapat kerja DPR masih kek gitu rupanya. Yah, bukannya meremehkan mereka, tetapi kan bikin saya jadi ribet banget mengerjakan notulensi pembicaraan rapat mereka jadinya. Emang materi bahasan raker ini adalah tentang RUU mata uang, materi yang sangat penting karena ternyata selama ini hal tentang peraturan uang negara kita itu belum mempunyai pijakan yang kuat dan ini sudah jadi PR DPR selama dua kepengurusan masa bhakti masih belum kelar jua.
@kak mus... saya gak ikutan rapat kok, cuman menotulensikan file audio rekamannya... saya nulis notulensinya di kantor he.. lanjut yaks...
Dari file rekaman tersebut yang saya dengar, selama kira-kira setengah bagiannya masih belum menginjak pada pembahasan inti dari materi tersebut, malah melenceng pada pembahasan dari interupsi seorang anggota sementara yang meminta untuk disegerakannya pembahasan agenda lain (divestasi Newmont) di luar yang sebelumnya ditentukan. Lalu, selama kira-kira seperempat bagian berikutnya “hanya” mempermasalahkan tentang ketidakhadiran Menhukham (saat itu yang datang adalah perwakilan)dalam forum tersebut. Barulah hanya seperempat bagian sisa yang menjadi inti dari pembahasan RUU Mata Uang.
[iklan] akses multiply mobile menjadikan anda lebih nyaman ngeMPi dalam koneksi yang lemot seperti saya he
FYI, pembahasan RUU mata uang ini menyangkut beberapa topik sentral seperti penandatanganan kertas rupiah tidak hanya oleh BI, tetapi juga pemerintah, redenominasi (perubahan harga uang, contoh Rp 1000 jadi Rp1), dan penarikan peredaran kertas uang yang sekarang berlaku dengan kertas uang versi baru... Karena raker ini adalah raker terbuka untuk publik, maka media pun juga memberitakannya. Kalau tidak salah berita terbaru ada di sini (http://nasional.kontan.co.id/v2/read/nasional/64033/RUU-Mata-Uang-gagal-dibawa-ke-sidang-paripurna)
Telinga saya sempat ikut-ikutan panas dan sebal juga kala adu argumentasi yang begitu sarat dengan kepentingan masing-masing. Jadilah, notulensi yang biasanya merupakan pekerjaan yang saya senangi, malah jadi menjengkelkan. Tetapi bagaimana pun karena sudah jadi perintah atasan, ya harus diselesaikan. Seketikanya sudah selesai dan saya sampaikan hasilnya kepada atasan saya, ternyata oh ternyata... Saya salah mendokumentasikan file audio rapat yang dimaksud atasan. Saya mengerjakan file audio tanggal 4 April, padahal yang dimaksud atasan adalah file tanggal 5 April... Jadilah, saya lemes seketika. Haduh, kok bisa sebegitunya teledor yaks.
Jadilah, seharian ini saya “bergelut” dengan rekaman audio rapat kerja DPR dan menotulensikannya. Duh Gusti paringana sabar, cobaan banget nih. Namun, alhamdulillah entah karena ada dorongan apa, saya bisa menyelesaikan file audio yang kedua ini dalam waktu yang relatif cepat. Saya mengerjakannya dari sejak pukul 14.30 sampai dengan pukul 17.00 lebih sedikit. Selesainya dari pekerjaan ini, terasa begitu lega menyelesaikannya dan pulang kantor tidak terlambat he... Alhamdulillah T_T
keren yah... hehehe Dulu jaman2 di kantor pernah beberapa kali disuruh ikutan rapat kerjaanku cuma muter2 slide hehehe, trus ngeliatin kasie dan kepala kantor ngomong... hohoho tapi seru kok, banyak makanannya.. :P
@mb ipie, hal ihwal ttg mata uang, mb. Soalnya ya itu dari sejak jaman merdeka hingga skrg tnyata blm ada UU yg mengatur tu, wlpn mgkn ada peraturan dr BI sendiri, tpi dari segi hukum lemah. Isinya mulai perencanaan pbuatan uang, desain dan isi cetakan uang (bhn bakunya jg), peredarannya, pemusnahannya,dll.
@kak muse.. Normalnya emang magang kek gt.. Eh, skali lg saya infokan ni saya cuman bt notulensinya di kntor, gak iktn lo.. *jdi bingung di mana kerennya, malah yang ada memusingkan @.@ hohoho..
mas priyo, pada pbhsn RUU ni mpsoalkan ttg landasan aturan untk mblakukan redenominasi, bkn dilakukanny hal tu. Pemerintah hingga kini msh mnolak untk dicntmkannya pasal2 mengatur hal tsbt krn imbas efek sosial ekonomi politik yg sgt bsar dgn redenominasi. Yg jelas, sdh dise7i kalau nantinya format cetakan uang akan berubah dgn tmbhn adanya td tgn pmrntah dan penarikan uang yg skrg blaku krn nantinya jdi tak blaku.
btw, saya juga kemaren dapet tugas notulen rekaman rapat, tapi cuma rapat konser biasa. karena ngerjainnya dibawa pulang, alhasil rekaman2 ini sempat menjadi "lagu" pengantar tidur saya selama beberapa hari.
@mas priyo... ni masalahnya seperti yang di berita itu, pembahasannya masih belum ada titik temu euy.... sebatas apa yang saya dengar dari audio itu, nantinya ya itu, akan ada tanda tangan Menkeu di samping gubernur BI di kertasnya, terus benar2 dibatasi gambarnya cuman pahlawan dan/atau gambar Presiden... tuh aja sih...
@ifa... emang reportase yaks -_-a wuah lebih ekspert dong, tapi amit2 dah bawa rapat yang agak menjengkelkan itu mpe ke kos... bukannya pengantar tidur malah gak bisa tidur
pernah tuh pas big boss mu dtg ke kantor.begini percakapannya: Anggota Dewan: Kalian hargai kami dong.kami udah capek2 krja masa' honor-nya cm segini (maklum,honor pejabat negara kan diatur PMK). Pak Agus:saya kesini pk jas justru krn saya menghargai Bapak...
hehehe dalam audio itu juga ada geguyonan semacam itu kok... pada acara mengeluh karena rumitnya pembahasan RUU yang gak ada titik temu, e malah kemudian ditimpali joke ringan he
Pekerjaan tersebut saya lakukan mulai dari kira-kira pukul 09.00. File rekaman audio rekaman berdurasi 100 menit ini sepertinya akan memakan waktu lama untuk mendokumentasikannya, makanya untuk sementara saya puasa ngeMPi dulu he, tentunya dengan maksud pengen fokus dan cepat menyelesaikan tugas tersebut agar bisa ngeMPi sepuasnya kemudian XD. Apa daya, impian hanyalah sekadar impian, penyelesaian notulensi untuk audio tersebut memakan waktu hingga menjelang waktu ashar. Emang sih sempat nyambi untuk ngobrol dan juga alhamdulillah dapat mie ayam traktiran dari bapak pegawai di kantor saya, jadinya sempet pending makan dulu he. Tetapi, sepertinya dominannya karena keperfeksionisan saya kumat, notulensi tersebut saya cantumkan hal sedetail-detailnya. Beberapa kali saya ulangi memutar audio itu guna memperjelas rincian detail percakapan. Jadinya juga cukup panjang tuh notulensinya ada 6 halaman he.
BalasHapusIkutan rapat?
BalasHapuswualaaaaaaah kok error rupanya....
BalasHapusmohon maaf diedit dulu yaks... tuh ndleming comment kedua...
Hari ini saya dapat tugas dari atasan untuk mengetik notulensi dari rekaman audio Rapat Kerja DPR RI dengan Menkeu dan perwakilan Menhukham sehubungan dengan pembahasan RUU Mata Uang. Alhamdulillah ini merupakan pekerjaan yang tidak biasanya lakukan karena biasanya saya “tidak diberdayakan” dengan kegiatan sendiri, entah baca peraturan, ngobrol dengan sesama teman magang, atau pun yang paling sering dilakukan, ngeMPi hehehe. Notulensi? Nih juga menjadi salah satu kesukaan dulu waktu jadi aktipis (halah), makanya sering jadi sekretaris sejati (http://nanazh.multiply.com/journal/item/32/sekretaris_sejati)
*lemotnya*
BalasHapusPekerjaan tersebut saya lakukan mulai dari kira-kira pukul 09.00. File rekaman audio rekaman berdurasi 100 menit ini sepertinya akan memakan waktu lama untuk mendokumentasikannya, makanya untuk sementara saya puasa ngeMPi dulu he, tentunya dengan maksud pengen fokus dan cepat menyelesaikan tugas tersebut agar bisa ngeMPi sepuasnya kemudian XD. Apa daya, impian hanyalah sekadar impian, penyelesaian notulensi untuk audio tersebut memakan waktu hingga menjelang waktu ashar. Emang sih sempat nyambi untuk ngobrol dan juga alhamdulillah dapat mie ayam traktiran dari bapak pegawai di kantor saya, jadinya sempet pending makan dulu he. Tetapi, sepertinya dominannya karena keperfeksionisan saya kumat, notulensi tersebut saya cantumkan hal sedetail-detailnya. Beberapa kali saya ulangi memutar audio itu guna memperjelas rincian detail percakapan. Jadinya juga cukup panjang tuh notulensinya ada 6 halaman he.
Nah, yang mengesankan dari tugas ini adalah (sebenarnya lebih tepatnya menjengkelkan -_-a), sebagaimana yang kita ketahui bersama tentang rapat anggota dewan legislatif negara kita yang terhormat itu, rapat tersebut berjalan begitu muter-muter dan penuh interupsi. Jadi, flashback dulu waktu mengikuti perkembangan rapat pansus century yang sering ditayangkan media, yah ternyata rapat kerja DPR masih kek gitu rupanya. Yah, bukannya meremehkan mereka, tetapi kan bikin saya jadi ribet banget mengerjakan notulensi pembicaraan rapat mereka jadinya. Emang materi bahasan raker ini adalah tentang RUU mata uang, materi yang sangat penting karena ternyata selama ini hal tentang peraturan uang negara kita itu belum mempunyai pijakan yang kuat dan ini sudah jadi PR DPR selama dua kepengurusan masa bhakti masih belum kelar jua.
BalasHapus@kak mus... saya gak ikutan rapat kok, cuman menotulensikan file audio rekamannya... saya nulis notulensinya di kantor he.. lanjut yaks...
BalasHapusDari file rekaman tersebut yang saya dengar, selama kira-kira setengah bagiannya masih belum menginjak pada pembahasan inti dari materi tersebut, malah melenceng pada pembahasan dari interupsi seorang anggota sementara yang meminta untuk disegerakannya pembahasan agenda lain (divestasi Newmont) di luar yang sebelumnya ditentukan. Lalu, selama kira-kira seperempat bagian berikutnya “hanya” mempermasalahkan tentang ketidakhadiran Menhukham (saat itu yang datang adalah perwakilan)dalam forum tersebut. Barulah hanya seperempat bagian sisa yang menjadi inti dari pembahasan RUU Mata Uang.
[iklan] akses multiply mobile menjadikan anda lebih nyaman ngeMPi dalam koneksi yang lemot seperti saya he
BalasHapusFYI, pembahasan RUU mata uang ini menyangkut beberapa topik sentral seperti penandatanganan kertas rupiah tidak hanya oleh BI, tetapi juga pemerintah, redenominasi (perubahan harga uang, contoh Rp 1000 jadi Rp1), dan penarikan peredaran kertas uang yang sekarang berlaku dengan kertas uang versi baru... Karena raker ini adalah raker terbuka untuk publik, maka media pun juga memberitakannya. Kalau tidak salah berita terbaru ada di sini (http://nasional.kontan.co.id/v2/read/nasional/64033/RUU-Mata-Uang-gagal-dibawa-ke-sidang-paripurna)
Telinga saya sempat ikut-ikutan panas dan sebal juga kala adu argumentasi yang begitu sarat dengan kepentingan masing-masing. Jadilah, notulensi yang biasanya merupakan pekerjaan yang saya senangi, malah jadi menjengkelkan. Tetapi bagaimana pun karena sudah jadi perintah atasan, ya harus diselesaikan. Seketikanya sudah selesai dan saya sampaikan hasilnya kepada atasan saya, ternyata oh ternyata... Saya salah mendokumentasikan file audio rapat yang dimaksud atasan. Saya mengerjakan file audio tanggal 4 April, padahal yang dimaksud atasan adalah file tanggal 5 April... Jadilah, saya lemes seketika. Haduh, kok bisa sebegitunya teledor yaks.
BalasHapusJadilah, seharian ini saya “bergelut” dengan rekaman audio rapat kerja DPR dan menotulensikannya. Duh Gusti paringana sabar, cobaan banget nih. Namun, alhamdulillah entah karena ada dorongan apa, saya bisa menyelesaikan file audio yang kedua ini dalam waktu yang relatif cepat. Saya mengerjakannya dari sejak pukul 14.30 sampai dengan pukul 17.00 lebih sedikit. Selesainya dari pekerjaan ini, terasa begitu lega menyelesaikannya dan pulang kantor tidak terlambat he... Alhamdulillah T_T
BalasHapus*end of ndleming*
jd tau mata uang ada uu nya skrg. Isinya apa Naz secara inti
BalasHapuskeren yah... hehehe
BalasHapusDulu jaman2 di kantor pernah beberapa kali disuruh ikutan rapat kerjaanku cuma muter2 slide hehehe, trus ngeliatin kasie dan kepala kantor ngomong... hohoho tapi seru kok, banyak makanannya.. :P
@mb ipie, hal ihwal ttg mata uang, mb. Soalnya ya itu dari sejak jaman merdeka hingga skrg tnyata blm ada UU yg mengatur tu, wlpn mgkn ada peraturan dr BI sendiri, tpi dari segi hukum lemah. Isinya mulai perencanaan pbuatan uang, desain dan isi cetakan uang (bhn bakunya jg), peredarannya, pemusnahannya,dll.
BalasHapus@kak muse.. Normalnya emang magang kek gt.. Eh, skali lg saya infokan ni saya cuman bt notulensinya di kntor, gak iktn lo.. *jdi bingung di mana kerennya, malah yang ada memusingkan @.@ hohoho..
BalasHapusjadi diredenominasi ga mas anas?
BalasHapusmenyenangkan.
BalasHapusmas priyo, pada pbhsn RUU ni mpsoalkan ttg landasan aturan untk mblakukan redenominasi, bkn dilakukanny hal tu. Pemerintah hingga kini msh mnolak untk dicntmkannya pasal2 mengatur hal tsbt krn imbas efek sosial ekonomi politik yg sgt bsar dgn redenominasi. Yg jelas, sdh dise7i kalau nantinya format cetakan uang akan berubah dgn tmbhn adanya td tgn pmrntah dan penarikan uang yg skrg blaku krn nantinya jdi tak blaku.
BalasHapusimam, *dubrakz* menyenangkan dr mana?!? Seneng liat susah yaks hehe.. Tpi imam gt lo.. Workaholic
eh berubah gimana? bocorin donk? *ajaran sesat*
BalasHapusada penyesuaian nominalnya kah? bukane baru aja ngerilis uang receh 5ribuan klo ga salah
berasa baca artikel/berita di koran.. hehe
BalasHapusbtw, saya juga kemaren dapet tugas notulen rekaman rapat, tapi cuma rapat konser biasa. karena ngerjainnya dibawa pulang, alhasil rekaman2 ini sempat menjadi "lagu" pengantar tidur saya selama beberapa hari.
@mas priyo...
BalasHapusni masalahnya seperti yang di berita itu, pembahasannya masih belum ada titik temu euy....
sebatas apa yang saya dengar dari audio itu, nantinya ya itu, akan ada tanda tangan Menkeu di samping gubernur BI di kertasnya, terus benar2 dibatasi gambarnya cuman pahlawan dan/atau gambar Presiden... tuh aja sih...
@ifa...
BalasHapusemang reportase yaks -_-a
wuah lebih ekspert dong, tapi amit2 dah bawa rapat yang agak menjengkelkan itu mpe ke kos... bukannya pengantar tidur malah gak bisa tidur
saya dah naik pangkat neh dari notulen jd pengamat hehe....
BalasHapuswuies pengamat apa nih bung dedy?
BalasHapusbukan pengamat mbak2 lagi kan? katanya playboy insaf tuh... hihihi
alhamdulillah selese.......sabar yah buat dengerinnnya..
BalasHapusnanti klo jd rakyat langsung aja ya..jgn muter2 :D
kak ario, betul betul betul... sepakat deh
BalasHapuspernah tuh pas big boss mu dtg ke kantor.begini percakapannya:
BalasHapusAnggota Dewan: Kalian hargai kami dong.kami udah capek2 krja masa' honor-nya cm segini (maklum,honor pejabat negara kan diatur PMK).
Pak Agus:saya kesini pk jas justru krn saya menghargai Bapak...
hehehe dalam audio itu juga ada geguyonan semacam itu kok... pada acara mengeluh karena rumitnya pembahasan RUU yang gak ada titik temu, e malah kemudian ditimpali joke ringan he
BalasHapus