Selasa, 19 April 2011

mendadak buka rekening

Pagi hari ini dapat kabar mengejutkan dari teman-teman sekantor, ada himbauan untuk segera buat rekening bank BR* dan Mandir*. Saat itu masih tenang-tenang saja auranya sampai saya kemudian tahu bahwa tenggat waktu untuk pembuatannya adalah satu hari saja, yakni hari ini, langsung deh kepanikan melanda saya.

Sepertinya ini menjadi ‘sentilan halus’ dari Allah yang mengingatkan saya akan begitu banyaknya maksiat diri sehingga jadi kelimpungan hari ini, semacam hukuman untuk diri saya sendiri bisa dianggap seperti itu. Kondisi saya saat itu benar-benar tak siap untuk membuka rekening. Uang untuk setoran minimal tidak mencukupi dan surat keterangan bekerja belum ada di tangan (salah satu persyaratan). Sebenarnya himbauan ini sudah ada semenjak tadi malam, tetapi akses komunikasi ke saya tersendat karena facebo*k yang error dan jua tidak dapat sms dari koordinator. Jadilah saya sangat amat kalah persiapan dengan teman-teman lain yang sudah lebih dulu tahu.

Saya pun berusaha meredam kepanikan saya dan melakukan koordinasi dengan teman-teman sekelompok. Hingga akhirnya, beberapa yang sudah siap persyaratan langsung menuju bank-bank terdekat untuk membuka rekening, sedangkan yang belum siap (seperti saya), melengkapi persyaratan terlebih dahulu. Persyaratan awal yang diberesi adalah penggandaan Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT) sebagai bukti domisili sekaligus bekerja. SPMT yang dipersiapkan ternyata tidak hanya bagi yang membutuhkan saja, akan tetapi semua SPMT pegawai magang digandakan dan diberikan cap stempel, sehingga membutuhkan waktu yang lama. Langkah kedua guna mengatasi problema saya terkait tidak adanya uang untuk setoran minimal, maka dengan berat hati, saya meminta bantuan kakak saya untuk dikirimkan sejumlah uang karena uang saya tidak mencukupi.

Nah, pada langkah kedua ini, saya mengalami ketersendatan. Kakak saya baru bisa berhasil mengirim saat menjelang ashar, padahal waktu sekitar itu, lazimnya bank sudah tidak melayani permohonan lagi. Alhamdulillah, sebelumnya, sempat ada pegawai Bank Mandir* yang datang ke kantor dan berinisiatif membuka pendaftaran kolektif tanpa setoran awal dulu. Akan tetapi, sayangnya dari fasilitas ini, rekening tidak bisa satu hari jadi sebagaimana yang diminta. Namun, karena kiriman pada siang itu, belum ada jua, terpaksa saya ikut daftar di sana dan juga fasilitas ini tercetus dari bagian keuangan kantor kami, sehingga saya bisa percaya. Minusnya dari fasilitas ini adalah juga yang daftar sedikit karena baru dibuka pada siang hari, padahal teman-teman saya sudah melakukan pendaftaran semenjak dari pagi langsung di beberapa bank terdekat. Hingga sekarang pun saya masih ragu apakah lebih baik membuka lagi rekening tanpa melalui fasilitas kolektif tersebut dan mendapatkan rekening satu hari langsung jadi atau tidak...

Tentang rekening di bank yang satunya, BR*. Saya sempat teringat kalau saya punya buku rekening BR* yang tersimpan di kamar kos. Langsung saja, siang itu, sehabis daftar kolektif Bank Mandir*, saya balik ke kos saya di daerah Rawa Tengah. Sesampainya di sana dan mendapatkan buku rekening yang saya maksud, saya kecewa berat. Kenapa? Karena ternyata produk tabungan saya adalah Simped*s, padahal yang diminta adalah BR*tama. Saya baru sadar, Nas, hare gene masih pake simped*s??? Maklum sih tabungan itu sudah aja semenjak dari saya masih kecil, makanya masih menggunakan produk itu. Dengan gontai, saya balik lagi ke kantor, tetapi tidak sia-sia saya balik kos, saya bisa ngambil sisa uang honor yang tertinggal juga di kos dan nominalnya lumayan untuk setoran minimal di BR*, tetapi tidak cukup bila digunakan juga untuk Mandir*. Yah, gak papalah satu bank dulu.

Sesampainya di kantor, saya dapat kabar dari teman bahwa ternyata dari Kepegawaian (yang menginstruksikan disegerakannya pembuatan rekening dalam satu hari) memberikan keringanan perpanjangan waktu, tidak harus hari ini dikumpulkan. Alhamdulillah... Jadilah saya mengurungkan diri untuk membuka rekening hari ini. Toh, juga waktu saat itu menunjukkan menjelang pukul 15.00 yang mana lazimnya menjadi jam tutup operasional bank, jadi sepertinya bakal percuma juga kalau ke sana. Walaupun setelah saya lihat perkembangan teman-teman saya lainnya, sebagian besar ternyata sudah mempunyai rekening lengkap. Wuaaa saya jadi ngiri dah, belum ada satu pun rekening di tangan saya.

Malam harinya, saya coba cek kiriman uang yang dikirimkan kakak saya dan baru diberitahu saat ashar tadi. Berkali-kali saya cek, selalu saja muncul tulisan “kartu anda tidak bisa digunakan mohon hubungi bank terdekat anda” dan transaksi penarikan pun gagal terus. Sempat kalang kabut dan panik melanda kembali. Besok saya bisa daftar rekening pakai uang apa coba??? Padahal masih beruntung sudah ada perpanjangan waktu... Hingga akhirnya, terlintas di pikiran untuk menelepon call center Bank Muamal*t yang menjadi tempat rekening saya yang dimaksud. Ternyata, rekening saya terblokir oleh sistem karena adanya penarikan yang melebihi saldo yang ada. Saya sebenarnya kurang paham tentang ini, apakah mungkin karena kebiasaan saya yang suka menyedot habis uang di rekening ini dan kadang jua sering tidak mengisinya kembali atau karena apa, tetapi seketikanya saya minta aktivasi kembali, permohonan saya akhirnya diterima dan uang untuk setoran minimal bisa diambil jua... Alhamdulillah... Terharu sekali saat itu...

Begitulah warna-warni hari ini dan sepertinya akan berlanjut di keesokan hari. Besok insya Allah saya akan membuka rekening di bank yang dimaksud sesegera mungkin setelah persyaratan untuk membuka rekening sudah dilengkapi semua. Semoga lancar...

Banyak hikmah yang saya dapat dari rangkaian peristiwa hari ini. Berikut beberapa poinnya...

Senantiasalah update info, walaupun sebenarnya semalam memang apesnya juga gak ada info yang bisa masuk ke saya T_T.

Jangan keseringan maksiat karena maksiat benar-benar membuat dunia terasa sempit dengan kesusahan yang sebenarnya ringan jadi terasa berat. Allah akan memberikan jalan keluar bagi hamba-Nya yang percaya dan taat pada-Nya bukan?

Koordinasi adalah hal yang mutlak diperlukan, jangan sampai bergerak terpencar-pencar. Benar-benar diusahakan untuk membicarakan dulu teknis yang bisa memudahkan segala pihak dan memastikan informasi yang diterima (dalam hal ini, teknis yang saya maksud seperti pembukaan rekening secara kolektif terpusat pada satu tempat dan juga klarifikasi tenggat waktu untuk itu).

Pembukaan rekening sebenarnya sudah termasuk hal yang sebaiknya dipersiapkan dari sejak dulu. Tentunya suatu saat nanti jelas akan terjadi hal demikian. Seperti peribahasa, sedia payung sebelum hujan. Minimal kalau sudah tahu mendung, ya siapin payung dong. Makanya kalau isu rapel gaji mau keluar, ya segera buat rekening dong, Nas...

Sebagaimana yang dikatakan teman-teman sebagai penyemangat, pembukaan rekening ni berarti ada indikasi cepat dicairkannya rapelan gaji hehehe... Tetapi ada yang seram juga sih, pembukaan rekening berarti ada indikasi cepat dicairkannya SPPD (surat perintah perjalanan dinas) yang berarti segera penempatan huhuhu....

Jangan mengeluh dengan cara yang tidak baik karena ngepas dirimu barusan nulis bahasan tentang berkeluh lo, Nas.. Jadi kesulitan yang tadi kamu hadapi adalah hal ihwal yang menjadikan tulisan itu sebagai pengingat keras bagimu, Nas... Apalagi saya melihat begitu banyaknya teman-teman saya yang mengeluh juga, bahkan ada yang lebih parah dengan mengumpat-umpat dan membabibuta menyalahkan pihak ini-itu. Well, segala sesuatunya pasti ada alasannya dan keep positive thinking bahwa tidak ada yang sebenarnya berkehendak untuk merepotkan orang lain dengan keterdesakan berita yang ada. Salahkan dirimu sendiri yang justru serba tidak siap saat keterdesakan itu ada.

Apalagi ya? Ya sekadar menuliskan tulisan yang lumayan gak jelas ini agar senantiasa menjadi hikmah yang selalu saya camkan untuk pembelajaran kehidupan di babak selanjutnya (entah di ‘wilayah’ mana ~_~)...

Rawa Tengah, 19 April 2011, 22.25

63 komentar:

  1. dejepe?
    biasanya kalo masi ikut kantor pusat BRI aja

    BalasHapus
  2. @khonsababyshop
    kurang tambahi "be"-nya... DJPB (http://nanazh.multiply.com/journal/item/150/this_is_my_office)
    ada beberapa bank dekat sini...
    malah juga ada yang gabung ma gedung2 kemenkeu di lapangan banteng, seperti BKF, BAPEPAM-LK, dan KPPN Jakarta II

    BalasHapus
  3. @mb praha
    Allahumma aamiin.. makasih, mbak...

    BalasHapus
  4. wkwkwk afwan ngga tau
    soalnya kl menurut pengalaman, biasanya awal magang kan masi diurus kapus, jadi pake satu rekening aja sesuai rekening kapus

    begitu penempatan ke unit2
    biasanya beda2 tergantung unit masing2, baru deh mungkin harus bikin lagi krn beda ama kapus

    BalasHapus
  5. tapi bagus kok...
    tulisan yang simple dan kata2nya mengalir apa adanya,,,
    hem,,,kal ditebak dari warna baju yang kamu pake,sepertinya kamu orangnya agak pendiam,,,
    benar gag?
    maaf klo salah tebak,,,

    BalasHapus
  6. tapi bagus kok...
    tulisan yang simple dan kata2nya mengalir apa adanya,,,
    hem,,,kal ditebak dari warna baju yang kamu pake,sepertinya kamu orangnya agak pendiam,,,
    benar gag?
    maaf klo salah tebak,,,

    BalasHapus
  7. pertolongan Allah bersama orang2 yang sabar. maka, ketika pertolongan itu datang, rasanya nikmaaat banget :)

    BalasHapus
  8. Asyik habis ini ada yang rapelan, minta traktiran aah he3
    kalo dah mepet geto emang biasanya panik dan tergesa2 sehingga urusan yg sebenarnya mudah jadi terasa sulit.

    BalasHapus
  9. nah, begitulah kantor saya yang sepertinya sudah terlalu lama tidak merekrut lulusan dari STAN (sudah 3/4 generasi terputus, baru tahun ini rekrut lagi), jadi dapat dimaklumi juga kalau ada berbagai 'hal-hal baru' yang kami temui

    BalasHapus
  10. @aldi
    hmm terkadang saya jadi pendiam kalau melankolis kumat, tapi seringnya saya lebih seneng ngobrol dengan menonjolkan sisi sanguin saya kok... mungkin bisa lihat analisis sederhana saya lewat PR 8 hal tentang diri saya yang pernah saya buat di sini, http://nanazh.multiply.com/journal/item/160/PR_stylish_blogger_award_versi_nanazh.

    BalasHapus
  11. dahsyat ni kalimatnya, terasa banget hikmahnya dari serangkaian peristiwa yang terjadi kemaren....
    merasakan dah kenikmatan itu

    BalasHapus
  12. ah, masih praduga juga sih, mas... kemaren juga ketemu bagian keuangan katanya masih butuh proses yang cukup lama untuk bisa turun... tapi ya masih berdoa sangat segera turun he...
    yaps... ni termasuk hikmah yang saya pelajari banget.... harus keep calm down biar urusan yang mudah masih terasa mudah....

    BalasHapus
  13. drimu kebiasaan nganggo kalimat masya Allaah nggo ekspresi sing ga tepat..

    btw, sing diwaca ojo jurnal iku sing sakdurung2e ae akeh sing rung mokwaca

    BalasHapus
  14. yayaya mbak, soalnya tulisan ni dibuat ngalir aja.... yang terbersit langsung tulis, tulis instan... penggunaannya sih emang seringnya karena mengharfiahkan artinya Masya Allah sebagai frase 'jika Allah menghendaki', padahal secara kontekstual bisa jadi emang gak tepat....
    hmm jurnal apaan yaks? yang saya jadikan link yo, mbak?
    ini kan jadi versi realitanya dari teori2 postingan saya

    BalasHapus
  15. ga.. dirimu kan bar ngintip jurnalq.. jo sing iku.. sakdurung2e sing ok.. nek kuwi aku ndudul

    BalasHapus
  16. i see i see i see... ketinggalan banyak emang update'an dari mbak'e... yowis, berkunjung sik yo, mbak... bisa dicomment kan yang sebelum2nya? he...
    oh ya juga, khilaf dah pake frase Masya Allah.... setelah googling dan nyari pembahasannya, nemu di http://drmohdhilmiidea.blogspot.com/2010/04/kekeliruan-penggunaan-frasa-kata-masya.html
    hehehe pake bahasa melayu sih di sana, tetapi saya emang yang termasuk yang keliru pake frase itu....
    jazakillah mbak, ingetin... frasenya juga dah dihapus

    BalasHapus
  17. monggo,, nek sing ga iso dikomen iku cen aku gur pengen numpahke..hehe

    sip2..waiyyaaka

    BalasHapus
  18. subhanallah, gara gara kata mendadak

    BalasHapus
  19. wah...orang kaya...rekeningnya dimana mana...wkwkwk...C#

    BalasHapus
  20. saratnya hikmah dari peristiwa yang mungkin sebenarnya sepele

    BalasHapus
  21. ~_~ ngece ik....
    kaya dilihat dari nominal uang yang ada di rekeningnya dong...
    la wong nominalnya dalam rekening-rekening tersebut juga udah minimal semua... ~_~
    pengen memangkas rekening dah ntar... kalau kebanyakan juga risih jadinya

    BalasHapus
  22. lha selama ini nerima uang magange gimana?pake amplop?C#

    BalasHapus
  23. mulai membiasakan diri untuk menyukainya... learning

    BalasHapus
  24. inggih, kang mas....
    traditional one...
    berasa feelnya kalau dapat uang magang dengan seperti itu hehehe

    BalasHapus
  25. wkwkwkwk...kembali ke jaman 90an saat mengantar bapak menerima amplop gaji..C#

    BalasHapus
  26. ~_~
    budaya kantor saya masih era 90an gitu juga kali ya....

    BalasHapus
  27. tapi mendadak banget yah, nas? alhamdulilah ada perpanjangan waktu. mbak jadi ngebayangin deh, anas sibuk bolak-balik kos, trs ke kantor lagi.

    BalasHapus
  28. trus selama ini uang tunggu dikasih langsung?

    /dari awal magang udah disuruh bikin rekening/

    BalasHapus
  29. ups, gak baca komen di atas. ngulangi pertanyaan ternyata.

    BalasHapus
  30. di DJA juga pake amplop kok..
    dan kami biasanya beramai2 ke bagian keuangan begitu ada pemberitahuan.. hehe

    BalasHapus
  31. Jadi inget pengalaman pas buka rekening BRi bulan kemaren, kedebak kedebuk kaya gini..
    Yang penting kan bentar lagi mo cair :D

    BalasHapus
  32. gk papa nas rekening banyak, asal rekeningnya penggunaannya khusus...dan kalo minjem jadi banyak pilihan...wakakakakakak...(katanya)

    BalasHapus
  33. dulu waktu diminta buka rekening untuk transfer gaji... pihak banknya yg datang... bikin kolektif. lumayan gak perlu cape2 :)

    hikmahnya banyak sekali.... cocok dengan tulisan saya. malah promosi

    BalasHapus
  34. warna-warna aktivitas keseharian, ya ...
    sibuk santai sibuk santai ... he he he ...

    BalasHapus
  35. Klo ga salah, Rp50rb jg bs kok.kan mrk ada krjasama dgn kantor.

    BalasHapus
  36. Ga bisa, kmrn bikin rame2 di Britama teteup setoran awalnya 250 rebo..

    BalasHapus
  37. [update] menjelang dhuhur siang ini alhamdulillah dua rekening sudah selesai dibuat.... bank BR* di Jakarta Segitiga Senen dan bank Mandir* di KCP Jakarta Atrium Senen.... Ngepas sepi dan langsung dilayani jadi cepat....Senengnya hehehe.... tinggal siap-siap lapor nih...

    BalasHapus
  38. begitulah indahnya hal yang mendadak... pasti bakal mengenang banget dah... kan peristiwa luar biasa he

    BalasHapus
  39. wuah... sudah 'sedia payung' sebelum bener-bener hujan yaks...

    BalasHapus
  40. seinstansi jadi ngulang pertanyaan yaks... *mentang-mentang dah pada buka rekening nih

    BalasHapus
  41. wah... benar-benar mempunyai keserupaan sifat yaks...
    maklum dulu kan DJPB bisa dianggap 'anak' pecahannya DJA juga kan...

    BalasHapus
  42. iya... untuk menuju pencairan itu emang butuh perjuangan, hiks...

    BalasHapus
  43. soalnya kan nyebar di penjuru2 kampung halaman...
    mosok pake amplop =)

    BalasHapus
  44. oh gitu ya...
    anggep positif aja sih hehehe

    BalasHapus
  45. ternyata kolektifnya dibatalkan karena sedikit yang mendaftar di sana...
    coba kalau sejak dari awal sudah diketahui ada daftar kolektif, gak pake acara perjuangan segala...
    *tapi emang jadi mengenang sih mas, he

    BalasHapus
  46. kek ya yang lebih tepat untuk pegawai magang macam saya nih...
    santai santai santai santai sibuk santai he...
    kadang sih sibuknya banyak kalau ke kantor pelayanan, kalau kantor pusat mah relatif banyak santai, jadi ngempi...terkecuali untuk urusan rekening ini he

    BalasHapus
  47. bahkan sebenarnya kalau kolektif, gak perlu bayar apa-apa lo, mas...
    untuk di Mandir*....
    sayang tapi kolektifnya dibatalkan...

    BalasHapus
  48. iya nih BR* keknya kurang sensitif mengetahui sengsaranya calon nasabahnya he

    BalasHapus
  49. yang agak sedikit membuat hati tergetar...
    ...di penjuru2 kampung halaman...
    i miss u lot my city...

    BalasHapus
  50. padahal wingi lagi pulkam ngono

    BalasHapus
  51. kan itungane cuman berapa jam doang di sana... huks

    BalasHapus
  52. horeee...mas anaz.....makan2 yuks...
    ditraktir kah..hehe

    BalasHapus
  53. ~_~ yaaaah salah ni keknya woro-woro kek gini...
    niat mo curcol e malah kena tagih traktiran hohoho...
    semoga deh bisa berbagi rezeki ya kak...

    BalasHapus
  54. gak kok mas... kami kan masih pada kere kere gitu he...
    soalnya tuh kolektif telat datengnya, temen2 sudah pada mencar ke bank sendiri2 dan cuman ada itungan jari doang orang yang daftar kolektif

    BalasHapus
  55. amin........sujud syukur berkali-kali.....hehhe

    just kdding ya :)

    BalasHapus
  56. Kalau ane agak enakan pas buka rekening mandir* buat tunjangan soalnya dikoordinir langsung sama bagian keuangan jadi tinggal terima jadi hehehe (Mklum banknya ada di lantai dasar kantor)...
    Kalo yang BR* yang aga ribet karena pengen ngurus sendiri pihak bank-nya minta dikoordinir aja... sampe makan waktu seminggu... tapi Alhamdulillah semua lancar...

    Semangat akhiy... Biasanya diruruh bikin rekening karena gaji n tunjangan bakal diterima secara rutin ga honor lagi hehehe...

    BalasHapus
  57. hohoho tak apalah bila beneran terjadi... saya senang akan tambah menyenangkan juga apabila yang lain juga senang

    BalasHapus
  58. hohoho jazakallah mas aldi....
    semoga beneran kek gitu he....

    BalasHapus