Ya, pokoknya jalan-jalan, entah ke mana tujuannya yang penting mau refreshing, kan emang sekarang ini waktu liburan kan he. Sendirian saja tak apa-apa karena saya termasuk orang yang lebih suka jadi penyendiri kalau sedang jalan-jalan. Menurut saya, kalau jalan-jalan bersama teman, biasanya hal yang berkesan adalah kebersamaannya, bukan hal yang didapat dari perjalanannya dan kali ini saya ingin menikmati suatu perjalanan. Oleh karena itu, saya putuskan jalan-jalan sendirian saja. Toh juga, siapa teman saya yang bisa saya ajak, la wong pada pulang kampung semua ‘>_<’.
Jadilah tema hari ini adalah menjadi bolang. Bolangnya tapi berarti bocah ilang karena tak jelas tujuannya mau ke mana, bukan bocah petualang hehehe. Walaupun begitu, tetap saja kalau mau jalan-jalan, harus ditentukan tujuan hendak ke mana dulu. Karena hari ini adalah hari Jumat dan tentu sebagai muslim lelaki saya berkewajiban melaksanakan sholat jumat, maka saya mencari masjid yang cocok untuk jumatan nantinya. Pilihan pun akhirnya jatuh pada Masjid Istiqlal, masjid yang katanya terbesar se-Asia Tenggara (masih gak sih? he).
Yap, saya pun memulai membolang dengan busway dari halte terdekat dengan kos saya, yakni Rawa Selatan, menuju halte busway Istiqlal (jalur Pulogadung-Harmoni). Dalam hitungan menit saya sampai di masjid tersebut dan menunggu sholat jumat dimulai. Hmm kesempatan ini sebenarnya bukan pertama kali bagi saya, dulu saat dapat jatah kantor di daerah Juanda, saya sering jumatan di Istiqlal. Kenapa saya pilih Istiqlal? Karena biasanya masjid ini mengundang khotib dari ustadz yang terkenal. Dulu saya sempat mengikuti khotbah jumat dari Ust. Yusuf Mansur dan Ust. Ahzami Sami'un Jazuli yang benar-benar keren materi dan pembawaannya, mengena banget. Dan kali ini, tidak sia-sia saya meluangkan waktu untuk jumatan di Istiqlal karena lagi-lagi yang diundang adalah khotib dari ustadz terkenal, yakni Ust. Muhammad Arifin Ilham.
Subhanallah walhamdulillah... Saya mendapatkan materi khotbah yang luar biasa dan mengena sekali dari beliau. Temanya saat itu adalah tentang urgensi dzikir. Yap, emang ini jadi spesialisasi beliau. Di acara-acara televisi, beliau sering mengisi acara dzikir dengan majelisnya yang bernama majelis Adz Dzikra. Kata-kata beliau begitu mengena di hati dan menjadi tohokan tersendiri untuk introspeksi seberapa sadarkah kita tentang makna dzikir itu sendiri.
Seusainya sholat jumat dilaksanakan, kebingungan melanda saya. Hm mau ke mana lagi ya? Entah kenapa kemudian terbersit untuk mengunjungi daerah wisata Kota Tua. Sebenarnya saya dulu pernah ke sana, tetapi karena kurang puas, jadi pengen mengunjunginya lagi. Jadilah, saya kemudian menuju halte busway Juanda (dekat Istiqlal) menuju daerah Kota Tua dengan transit dulu di halte sentral Harmoni, kemudian cari yang jurusan Blok M-Kota, berhenti di halte busway Kota. Sesampainya di sana, terbersit keinginan untuk mengunjungi Museum Bank Mandiri yang memang belum pernah saya kunjungi. Dulu sewaktu di Kota Tua, baru sempat berkunjung di Museum Bank Indonesia, belum sempat berkunjung ke sana. Akan tetapi, begitu sampai di pintu masuk, saya kecewa karena pintunya tertutup. Yap, hari ini adalah hari libur nasional dan museum tidak dibuka. Dudulnya saya...
Walaupun kecewa dengan tutupnya museum-museum di Kota Tua (tidak hanya di Museum Bank Mandiri saja yang tutup, semua museum juga tutup ~_~), saya menyempatkan jalan-jalan bentar melihat pemandangan. Di area wisata ini, walaupun museumnya tutup, masih banyak yang berkunjung ke sini. Begitu banyak macam aktivitas yang saya amati dan ada satu hal yang membuat saya penasaran, yakni atraksi memocong seorang anak yang entah mau diapakan tu anak. Sebenarnya lebih dominan rasa kasihan yang muncul, di tengah siang terik itu, anak itu dipocong dengan maksud atraksi magis sepertinya. Karena semakin lama semakin mencurigakan dan bau-bau magis semakin kental, saya pun tak mengikuti acara itu sampai akhir, jadi tak tahu bagaimana nasib akhir anak tersebut, Saya takut dengan melihat pertunjukan semacam ini dapat mengusik aqidah saya yang mana hal semacam ini begitu condong dengan hal-hal syirik.
Hanya sebentar saja saya berada di Kota Tua, hanya untuk makan siang, jalan-jalan sebentar, dan yang itu tadi melihat fenomena aneh di sana. Karena sudah tak tahu lagi apa yang bisa dilakukan di Kota Tua, saya memutuskan untuk kembali ke halte busway Kota. Saat itu masih belum terbersit ke manakah tujuan saya selanjutnya.
Hm terlintas di pikiran, saya ingat kembali akan suatu keinginan saya untuk mencoba seluruh rute busway di Jakarta ini. Yap, sepertinya akan saya lakukan saat itu juga, mumpung sekarang ada kesempatan, siapa tahu waktu yang tersisa bagi saya di Jakarta ini tinggal sebentar lagi untuk penempatan he. Saya pun me-review jalur busway apa saja yang sudah pernah saya lewati dan mana yang belum, Pilihan kemudian jatuh untuk membolang ke jalur busway Pluit-Pinang Ranti dan Dukuh Atas-Ragunan yang memang belum pernah saya lewati.
Untuk melewati jalur tersebut dari halte Kota, maka saya naik busway menuju halte sentral Harmoni untuk transit terlebih dahulu. Dari sana, saya naik busway jurusan Harmoni-Kalideres yang ternyata sudah mengantri banyak setibanya saya di sana. Saya pun mengantri bersama banyak orang dan cukup lama menanti bis tersebut. Latihan kesabaran dan mengantri dengan baik hehehe. Di dalam bis pun, saya harus rela berdesak-desakan karena penuhnya penumpang di sana.
Saya naik bis tersebut hingga halte Grogol I. Dari halte inilah, saya bisa melewati jalur busway Pluit-Pinang Ranti di halte Grogol II. Tidak lama menunggu di sana, alhamdulillah saya dapat naik bis jalur tersebut. Yap, selama perjalanan di jalur tersebut, saya menikmati pemandangan beberapa objek terkenal, seperti kawasan Taman Anggrek, BPK RI, DPR-MPR RI, JCC, dan lainnya. Hohoho ndeso-nya saya kumat, sekian tahun berada di Jakarta ini ternyata saya belum pernah ke tempat-tempat tersebut.
Saya tidak berniat untuk menghabiskan perjalanan dari halte Grogol II hingga ke tujuan akhir yakni halte Pinang Ranti. Karena ada satu jalur yang belum pernah saya lewati, yaitu jalur Dukuh Atas-Ragunan, maka rute Pluit-Pinang Ranti saya potong di halte Kuningan Barat. Dari halte ini, saya transit menuju halte Kuningan Timur yang merupakan halte yang dilewati jalur Dukuh Atas-Ragunan. Setibanya di sana, langsunglah saya menuju ke arah Ragunan. Saat itu, yang masih terbersit di pikiran adalah hanya sekadar mencoba rute ini dan kemudian di halte Deptan (satu halte sebelum halte terakhir, yakni halte Ragunan), saya akan berbalik arah menuju kos saya dengan busway yang lain hehehe.
Namun, dalam perjalanan, tiba-tiba saya teringat bahwa ada satu objek yang sedari dulu ingin saya singgahi, yakni Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta V, yang ada di daerah Simatupang. KPPN merupakan unit instansi vertikal dari kantor saya, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan RI. Seharusnya program magang kerja yang saya ikuti dapat mengambil tempat di sana, tetapi hingga sekarang belum pernah mendapat jadwal untuk magang di sana, sehingga hal ini menyebabkan rasa penasaran saya.
Sayang, saya lupa-lupa ingat rute bagaimana caranya ke sana. Dulu saya pernah diberitahu teman yang sudah dapat jatah magang di sana, tetapi saya lupa, yang saya ingat hanya kantor tersebut dapat diakses lewat jalur busway Dukuh Atas-Ragunan dan berada di sekitar halte Deptan. Saya pun mengirim SMS menanyakan rute menuju kantor tersebut pada teman saya, tetapi hingga akhirnya saya sampai di halte Deptan, SMS balasan belum masuk ke HP saya.
Jadilah, hanya bermodal nekad dan feeling, saya mencari di manakah letak kantor tersebut berada. Saya langkahkan kaki saya dan barang berapa meter dari halte Deptan setelah menyeberang ke arah kanan dan belok lanjut jalan sedikit, alhamdulillah saya temukan kantor tersebut. Kantor tersebut ternyata bernuansa begitu hijau, beda dengan kantor pusat yang sangat kental dengan nuansa warna biru yang menjadi favorit saya. Hehehe mungkin nuansa ini dipilih karena menunjukkan tema alami kali ya, toh juga lokasi kantor ini dekat dengan Kebun Binatang Ragunan dan juga kantor Kementerian Pertanian hahaha.
Karena saat itu sudah masuk waktu ashar dan saya belum sholat, mumpung di sebelah KPPN Jakarta V persis ada masjid, maka saya singgah untuk sholat ashar di sana. Masjid tersebut bernama Masjid Al Mujahid dan ternyata berada dalam pengelolaan KPPN Jakarta V juga. Saya cukup terkesima dengan arsitektur masjid ini yang unik, setema dengan nuansa hijaunya KPPN Jakarta V, dan juga ada kemiripan dengan Masjid Al Amanah, masjid yang ada di kantor pusat. Tidak sia-sialah saya mampir ke sini, dapat melaksanakan sholat ashar dan melihat langsung KPPN Jakarta V, walaupun saat itu sepi dan tidak ada aktivitas (hari libur gitu lo).
Karena hari sudah menjelang sore dan sepertinya saya sudah kehabisan ide untuk membolang hari ini, maka saya pun memutuskan untuk kembali ke kos. Kali ini saya masih menggunakan fasilitas busway dengan naik bis yang melewati jalur Ragunan-Dukuh Atas, dari Dukuh Atas kemudian lanjut ke arah halte Matraman (jalur Dukuh Atas-Pulogadung), dari halte Matraman transit lagi sampai ke halte Senen (jalur Kampung Melayu-Ancol), dari halte Senen lanjut ke halte Rawa Selatan (jalur Senen-Pulogadung) yang merupakan halte terdekat dengan kos saya. Hohoho lengkap sudah berbagai jalur busway yang saya lewati hari ini, terasa begitu menyenangkan jadinya hehehe.
Alhamdulillah menjelang maghrib, saya sudah sampai di kos. Perjalanan bolang kali ini termasuk perjalanan yang cukup berkenang bagi saya. Lumayan, walaupun ada beberapa hal yang di luar ekspektasi dan rencana semula, saya dapat menikmatinya. Sembari menuliskan pengalaman ini, saya berpikir-pikir, hohoho perjalanan yang saya lakukan tadi memang menjadikan saya seorang bolang sejati. Yap, bukan bocah petualang maksudnya, tetapi bocang ilang hehehe....
Akhir kata, saya ingin mengucapkan selamat menikmati long weekend kepada teman-teman semuanya. Semoga dapat menikmati masa liburan yang ada... Hidup membolang! ^_^b
lagi2, panjang..... dan lagi2 saya baca scanning...
BalasHapuscurcol : tadi nonton si bolang aseli... setelah lebih dari sebulan bisa dibilang gak nonton tivi.
happy week end ku di rumah sakit menjalani rawatan chemotheraphy..........selama 5 hari...berbahagia mereka semua.......selamat ya.........happy happy dan jaga diri.....
BalasHapus@mb ute....
BalasHapusya dong... udah ciri khas gitu lo... kemaren-kemaren sudah coba buat tulisan pendek, e ternyata tidak bertahan lama jua, balik dah ke 'fitrah'nya he...
wuiiih saya mah udah gak tahu kapan terakhir menonton acara televisi itu...
kos di jakarta ini membuat saya jadi gak kenal tv he
@firman....
BalasHapussemoga hasil kemoterapinya membuahkan kabar bahagia sebahagia saya menjalani long weekend ini....
semoga cepat sembuh, firman...
oya berbahagialah selalu, kan katanya bahagia (atau mindset hidup positif) sangat amat membantu proses penyembuhan menjadi cepat.
like this!
BalasHapusBtw, soal majlis adz dzikra kan di sentul ada islamic centernya. Kerjasama indonesia-libya. Namanya qadhaffi islamic center, dah pernah ksana?
Very recommended, ust yg ngsi dhuha n Ql nya keren2, kyk sekjen kispa,fakta,fui,dll (numpangpromo)
kalo msalah ilang,sy jg ahlinya. Dan ilangnya bener2 'ilang' alias nyasar terus.
Modal sy dlm ngebolang adalah nekat.
Tp sy tetep bth tman kalo jaln mengingat kbiasaan akut sy yg susah menghapal jaln. Jadilah adik sy yg biasa jd 'tumbal'.heu
*curcol*
kalau Ust. Ahzami Sami'un Jazuli, rutin mengisi kajian di kantor saya, tafsir. kalau Ust. Muhammad Arifin Ilham. rabu kemarin barun ngisi juga. bahasan beliau tetap tentang dzikir... tapi ada selipan 7 cara poligami sehat..... xixixixixixi
BalasHapus@dian...
BalasHapuswah wah wah nice info nih...
hampir kehabisan ide tadinya mau ke mana lagi soalnya rasa-rasanya sudah menjelajah jakarta (halah)...
semoga masih ada kesempatan untuk ke sana sebelum penempatan...
hohoho ngilang tuh ada batasannya ya berarti kalau ngilangnya melampaui batas kan jadi menyusahkan orang lain, dicari-cari gak ketemu, ditunggu-tunggu kok belum pulang he
@mas rifki...
BalasHapusmasjid al amanah gak mau kalah dong ma masjid sholahudin (eh, ndak bener namanya gitu?), kami juga ada sesi rutin dengan beliau...
pengakuan dari saya dan teman-teman saya kalau ikut kajian beliau yang semula ngantuk karena kelelahan bekerja, masih bisa still mode ON ngikutin kajiannya karena pembawaan materi beliau yang keren...
kajian poligami? weleh weleh weleh kok dikasih ke para PNS nih ~_~
berarti sebenarnya nyasar itu bukan berarti ilang. Hanya soal berhasil menemukan cara atau rute baru..
BalasHapusItu baru petualangan! Mengambil resiko dan mencoba melihat apa yg blum trlihat
*ngeles*
betul betul betul...
BalasHapuspetualangan itu menjadikan diri selalu merasa lebih muda dan bersemangat...
recharge dan refreshing juga...
jadi, mari sering-sering berpetualang he
sekarang udah ga ilang lagi kan :D
BalasHapusWah nyasar tapi bermakns yah.. Seeeep :-)
BalasHapus@mas priyo...
BalasHapusudah kembali menjadi bocah baik-baik yang pulang kembali ke tempat asal :D
@bang dayan...
BalasHapuswoooh tentu dong...
mau ikutan ni, bang? hehehe
Sepertinya menyenangkan sekali... Dulu juga sering jalan2 sendiri kek gitu, klo ga busway ya KRL hehe... Dan biasanya saya mentok di mall wkwkwkwk
BalasHapus@kak muse...
BalasHapushohoho mall adalah salah satu tujuan yang belakangan ni saya hindari nih, kak...
magang kek gini kan uangnya pas-pasan banget....
berasa gimana gitu kalau ke mall kalau cuman liat-liat doang he
cerita liburan,
BalasHapusalhamdulillah bisa full family time kemaren, pas lagi banyak tamu yg dateng juga sih..
alhamdulillah, liburan kemarin acaranya mudik.
BalasHapus@ifa...
BalasHapuswuah acara yang menyenangkan dong....
jarang-jarang ada momennya yaks...
@pak ali...
BalasHapushohoho asyiknya jalan2 di jakarta adalah gak bakalan ditagih oleh-oleh...
sedangkan yang sempat pulang kampung.....
pak, oleh-olehnya bagi yaks he....
alhamdulillah, pertanyaan ini sudah saya antisipasi dengan cara tidak membeli oleh-oleh.
BalasHapus:D
~_~ kelicikanmu semakin menjadi-jadi....
BalasHapusyowislah... tak perlu oleh-oleh...
yang penting....
makan-makan :D
jalan2 kaga ngajak2 ni....huaaa.kan pingin ikutan jg......hehehe
BalasHapusseru yah ngebolang :D
hohoho maafkan daku, kak...
BalasHapussoalnya emang instan wabil spontan banget nih jalan-jalannya....
bolang? mari kita lestarikan :D
hidup bolang....hohoh
BalasHapusmas anazh labil jg rupanya...hehhehe
yosh!
BalasHapushohoho tapi bukan abege lagi...
tunggu gebrakan dari masjid Al AMin !!!
BalasHapusboleh....sok atuhlah kang....
BalasHapussayang ni gak bisa mampir lagi....
nunggu reportase ya mas hehehehe