wah betul betul betul...setuju...ada Allah Dzat yang Maha segala-galanya...jadi untuk apa berharap pada yag lain...cukup Allah tempat kita berharap...semuanya butuh proses panjang karena hidup adalah sekolah yang penuh pembelajaran.
setuju juga... poin tambahan yang belum dimasukkan... dengan adanya berbagai peristiwa dalam kehidupan, entah itu sesuai keinginan atau tidak, semua itu menuju satu hikmah penting bahwa semuanya itu bersandar pada kekuasaan Illahi...
betul betul betul... kan ada firman-Nya juga... “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" (Q.S. Al Baqarah:216)
jyaaah... masa' gak tau lagunya mas sabrang sih.... letto.
saya pernah posting dengan tema kek gitu deh sepertinya, ketika Allah dijadikan satu2nya sandaran, maka apapun yang terjadi, apapun yang dilakukan orang lain, entah bagaimanapun itu, semestinya tidak akan membuat hati kecewa. karena hanya kepada-Nyalah hati disandarkan. Asalkan Allah tidak murka, apapun yang terjadi, tak masalah.........
haiyah... ntar malah kuliah akuntansi dong... intinya di akuntansi keuangan juga menyediakan akun-akun khusus untuk menginformasikan efek kuantitatif dari suatu kejadian luar biasa yang mempengaruhi bisnis perusahaan
jadi inget perkataan seorang teman, kadang kita selalu berdoa memohon yg terbaik pada Alloh, padahal apa pun yg diberikan Alloh ya pasti yg terbaik. yg kadang terlupa adalah kita tidak meminta diberikan hati yg siap untuk menerima apapun itu pemberian-Nya..
oyaya.... termasuk hal yang dilupakan beneran... tadi juga sempet mampir ke MPnya mbak urohpatrick tentang dzikir dan doa, seringnya juga doa itu hanya permintaan dan melupakan pujian serta rasa syukur yang seharusnya dialamatkan juga pada Allah...
masih terus ngareeeeeeeeeeepp
BalasHapusberharap pada mahluk memang selalu mengecewakan..
BalasHapusSdg mencoba nie Naz.. Walo susah
BalasHapuswah, harus diberi garis bawah dan ditebalkan ... he he he ...
BalasHapussemangat ...! he he he ...
ya dong, mbak.... hehehe...
BalasHapusproses recovery gara-gara kecewa magang diperpanjang nih
ini yang terlewat dari pikiran saya tentang harapan...
BalasHapusselama ini yang penting berharap dulu... padahal harapan itu harus jelas ditujukan pada siapa
sama-sama kok, mbak...
BalasHapusberusaha step by step...
memaksakan diri juga agar nantinya terbiasa menggunakan pola pikir yang benar...
akhirnya ada juga yang teliti dengan tulisan saya hohoho...
BalasHapussama-sama semangat juga ya mas,,,
wah betul betul betul...setuju...ada Allah Dzat yang Maha segala-galanya...jadi untuk apa berharap pada yag lain...cukup Allah tempat kita berharap...semuanya butuh proses panjang karena hidup adalah sekolah yang penuh pembelajaran.
BalasHapussetuju juga...
BalasHapuspoin tambahan yang belum dimasukkan...
dengan adanya berbagai peristiwa dalam kehidupan, entah itu sesuai keinginan atau tidak, semua itu menuju satu hikmah penting bahwa semuanya itu bersandar pada kekuasaan Illahi...
Jempol utk postingannya...
BalasHapusmaturnuwun, mas..
BalasHapus*emang jempolnya mau diapain sih he
Lanjutkan!
BalasHapusinsya Allah... semoga diberikan kekuatan untuk tetap melanjutkan....
BalasHapusKAUlah sandaran hati
BalasHapus*sing
lagu apa, mbak? bukan yang pop-pop gitu yaks *rasa-rasanya
BalasHapusamin... :)
BalasHapusharapan itu masih ada...
BalasHapussemoga yang terbaik dari Allah untuk mas anaz dan kita semua
Yg baik mnurut qta,blm tentu memang yg trbaik utk qta. Allah Maha Bijaksana lagi Maha Penyayang kan mas?! *lagi genah*
BalasHapusluar biasa...thanks for sharing :)
BalasHapusjazakallah, imam....
BalasHapusterngiang suara nasyid dengan tagline itu hehehe...
BalasHapusAllahumma aamiin... jazakallah mas atas doanya... doa menjadi salah satu penguat hati
betul betul betul...
BalasHapuskan ada firman-Nya juga...
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" (Q.S. Al Baqarah:216)
jadi inget istilah akuntansi...
BalasHapusextraordinary item hehehe....
sama-sama kak....
hmm harapan itu masih ada hehehe
BalasHapusinsya Allah dan akan membuat life still goes on....
BalasHapusjyaaah... masa' gak tau lagunya mas sabrang sih.... letto.
BalasHapussaya pernah posting dengan tema kek gitu deh sepertinya,
ketika Allah dijadikan satu2nya sandaran, maka apapun yang terjadi, apapun yang dilakukan orang lain, entah bagaimanapun itu, semestinya tidak akan membuat hati kecewa. karena hanya kepada-Nyalah hati disandarkan. Asalkan Allah tidak murka, apapun yang terjadi, tak masalah.........
maklum... belum jadi penyuka tembang mereka...
BalasHapuskalau gak nasyid, saya mah sukanya yang western-western gitu biar fluent in english *halah*
nice.....
BalasHapusjempol up banget
wuih, padahal syair2 (lirik) nya keren lo
BalasHapusnggih mangke dipuncoba-coba dulu mirengake lan merhatiake lirikipun...
BalasHapusitu artinya apa ??? :D
BalasHapushaiyah... ntar malah kuliah akuntansi dong...
BalasHapusintinya di akuntansi keuangan juga menyediakan akun-akun khusus untuk menginformasikan efek kuantitatif dari suatu kejadian luar biasa yang mempengaruhi bisnis perusahaan
jadi inget perkataan seorang teman,
BalasHapuskadang kita selalu berdoa memohon yg terbaik pada Alloh, padahal apa pun yg diberikan Alloh ya pasti yg terbaik.
yg kadang terlupa adalah kita tidak meminta diberikan hati yg siap untuk menerima apapun itu pemberian-Nya..
oyaya....
BalasHapustermasuk hal yang dilupakan beneran...
tadi juga sempet mampir ke MPnya mbak urohpatrick tentang dzikir dan doa, seringnya juga doa itu hanya permintaan dan melupakan pujian serta rasa syukur yang seharusnya dialamatkan juga pada Allah...
manggut2..berusaha memahami :) makasi buat penjelasannya ya om anazh
BalasHapushohoho udah paham kan, kak...
BalasHapuspadahal ilmu akuntansi semakin mengabur saja
oya lupa....
BalasHapusada liputan kajiannya lo di http://www.masjidalamanah.com/2011/05/berharap-pada-allah/
silakan berkunjung... promo.com he