Minggu, 18 Desember 2011

sekilas perbendaharaan negara

Sungguh tak disangka rupanya. Ternyata tak hanya tema per-Painan-an saja yang sangat mendominasi dalam MP saya ini. Rupa-rupanya ada tema lain yang sering saya bahas, yakni hal yang menyebabkan saya jadi kenal dengan Painan, ya apalagi kalau bukan karena bidang pekerjaan saya sekarang ini, yaitu Perbendaharaan Negara. Huhuhu sudah lumayan banyak ternyata postingan tentang kerjaan saya, entah itu hasil copas seperti DJPB Memperoleh Penilaian Inisiatif Antikorupsi 2010 Terbaik Dari KPK, Membangun Cinta Dan Kebersamaan Melalui Perbendaharaan Adventure, Pengarahan Calon Pegawai Baru DJPB Lulusan STAN (Herry Purnomo:"Saya Juga Mulai Dari Pelosok") (hihihi diambil dari situs resmi instansi pusat saya www.perbendaharaan.go.id), cerita saya yang Babak Baru Itu Pun Dimulai, This Is My Office, Catatan Diklat, Doa Penempatan, [One Of The Most Beautiful Scenario] Office Placement, Mencintai Perbendaharaan Sepenuh Hati, ada juga yang bentuknya puisi dengan judul Di Suatu Tempat Berwarna Biru Itu. Heuheuheu sepertinya saya sedang tergila-gila dengan perbendaharaan juga ya, selain tergila-gila dengan Painan hihihi.

Nah, kali ini perkenanlah saya kembali membahas tema perbendaharaan negara lagi biar lebih afdhol dan juga ya memperkenalkan ranah pekerjaan sipil ini kepada khalayak umum sekalian. Hohoho jangan bosen-bosen ya dan jua yo sebagai kelaziman biasanya ni tulisan bakalan deh panjang. Akan tetapi, karena memilih judulnya “Sekilas Perbendaharaan Negara” jadi ya kali ini tak semua hal ihwal tentang perbendaharaan negara akan saya beberkan sampai ludes hehehe. Pada postingan saya kali ini akan lebih fokus pada 3 hal yang menjadi current issues belakangan ini sehubungan dengan tema ya apalagi kalau bukan perbendaharaan negara J...

Silakan dibaca Uni dan Uda sekalian, ndak ada salahnya dibaca buat nambah-nambah wawasan juga walau Uni dan Uda sekalian bisa jadi tak pernah bersinggungan dengan hal ihwal perbendaharaan negara hehehe...

Layanan SP2D KPPN Menjadi Layanan Nomor 1 dalam Survei Integritas KPK

Seperti yang dilansir dari berita media massa detik.com dan situs resmi instansi saya perbendaharaan.go.id, yap sungguh suatu kebanggaan untuk instansi saya karena layanan instansi saya inilah yang menjadi nomor satu dalam survei integritas KPK pada tahun 2011 ini. Berita ini pun kemudian dipertegas lagi dengan surat langsung dari Direktur Jenderal Perbendaharaan nomor S-11416/PB/2011 tentang Apresiasi atas Prestasi KPPN dalam Survei Integritas KPK Tahun 2011. Pada surat tersebut, Dirjen kami menyatakan bahwa dari 284 unit layanan instansi vertikal pemerintahan yang disurvei, layanan SP2D kamilah yang mendapatkan posisi tertinggi dengan skor 7,69.

Alhamdulillah pekerjaan yang selama ini dilakukan oleh para pejuang perbendaharaan seantero nusantara (KPPN itu ada dari Sabang sampai Merauke beneran, untuk tahu di mana saja tersebarnya KPPN silakan dicek di QN saya KPPN Itu Ada dI Mana-mana), telah membuahkan hasil positif dan diapresiasi dengan baik. Layanan SP2D ini memang menjadi layanan unggulan dan prima dari instansi kami untuk membuktikan bahwa instansi kami mempunyai kesungguhan dan komitmen kuat menjalankan amanat Reformasi Birokrasi.

Hohoho tapi sebelumnya sudah pada tahukah tentang apa itu layanan SP2D? Hehehe jelasnya memang layanan ini kurang familiar sebenarnya bagi masyarakat awam, tetapi kalau untuk bagian keuangan/tata usaha satuan kerja  unit pemerintahan hohoho mereka sudah sangat kenal dengan layanan yang satu ini. Maklumlah kalau katanya teman seperjuangan saya yang penempatan di Wamena, Papua, KPPN itu bukan singkatan dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, tetapi Kantor Pelayanannya Pelayan Negara karena memang yang kami layani bukan masyarakat umum, melainkan unit keuangan dari unit kerja pemerintah.

SP2D merupakan singkatan dari Surat Perintah Pencairan Dana. Dokumen negara ini menjadi dokumen sah yang menyatakan pelaksanaan pengeluaran belanja pemerintah atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Jadi ya, dapat dibilang kalau ndak ada SP2D, ya satuan kerja pemerintah ndak bakalan dapat tuh jatah dana APBN. SP2D inilah yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan selaku Bendahara Umum Negara untuk mencairkan dana APBN ke seluruh unit-unit pemerintahan agar menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan lancar dan baik. Bisa dibilang memang ada peran strategis dari dokumen yang satu ini dalam keterkaitannya dengan kelancaran program pemerintah.

Layanan SP2D yang dikeluarkan oleh instansi kami ini memang diunggulkan dengan dua hal utama, yakni pada penyelesaian waktu dan biaya dalam pemrosesannya. Sistem dan prosedur yang kami terapkan sekarang ini hanya membutuhkan waktu maksimal 1 jam dalam penyelesaian proses Surat Perintah Membayar (SPM) dari satuan kerja pemerintah menjadi SP2D dan dana APBN dapat tersalurkan. Biaya yang diperlukan untuk itu? Hohoho hanya Rp 0,00 lo. Ndak percaya? Buktikan saja pada KPPN terdekat di kota Anda *halah.

Hmmm sangat beda banget deh dengan pengalaman masa lalu kelam kami yang dulu katanya kalau ada satuan kerja  yang mengajukan permintaan pencairan dana APBN pasti ada “amplop pelicinnya” dan ada tidaknya amplop itu sangat mempengaruhi lama-tidaknya pemrosesan SP2D. Ya yang namanya hal ihwal masalah keuangan memang tingkat resikonya sangat tinggi karena kebanyakan orang menginginkan jalan pintas dan singkat untuk itu dan diupayakan dengan segala cara. Namun, itu adalah lembaran masa lalu yang sudah berlalu dan kini era baru perbendaharaan negara sudah menyongsong di depan mata J.

Jadi yo upaya yang dikerahkan instansi saya sehingga dapat meraih prestasi ini bukanlah hal yang biasa saja. Prestasi ini ya diperoleh dengan perjuangan yang cukup berat untuk melepaskan diri dari masa lalu yang kelam tadi. Walau kami sudah mendapatkan nomor 1 sekarang, tetapi kami tidak bisa berpuas diri pada posisi ini. Nilai yang baru mencapai 7,69 kini harus bisa ditingkatkan lebih baik lagi, bahkan kalau bisa mencapai tingkat kesempurnaannya dengan skor 10,0. Pasti bisa, insya Allah... Go Perbendaharaan!

Menuju Pelaksanaan Anggaran Tahun 2012 dengan DIPA

Nah, pada bulan Desember tiap tahun, para pimpinan instansi pemerintahan pasti sudah sangat familiar dengan satu dokumen yang bernama DIPA (singkatan dari Dokumen Isian Pelaksanaan Anggaran). DIPA ini adalah dokumen lain dari instansi kami yang juga mempunyai peran strategis. Karena apa? Karena dokumen inilah yang menjadi landasan sah untuk pencairan dana APBN. Dokumen ini merincikan apa saja pendapatan dan belanja yang sudah tertuang pada APBN untuk setiap satuan kerja unit pemerintahan selama satu tahun anggaran berlangsung ke depannya.

Sekarang bulan Desember ini sudah berjalan pada akhir tahun anggaran ini. Yo, sudah pastilah bakal ada perhelatan dari instansi kami untuk penyerahan DIPA tahun anggaran selanjutnya kepada para pimpinan satuan kerja pemerintahan. Rencananya nanti pada tanggal 20 Desember 2011 nanti di Istana Negara akan ada penyerahan DIPA dari Presiden langsung kepada para pimpinan Kementerian/Lembaga Negara. Cari aja deh beritanya nanti, insya Allah pasti bakalan ada hehehe instansi yang pengen ngeksis banget kan ya..

Bagaimanakah kemudian untuk satuan kerja yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat? Hohoho ndak semua satuan kerja diundang pada perhelatan acara yang ada di ibukota tersebut karena yang diundang di sana adalah para pucuk pimpinan tertinggi dari Kementerian/Lembaga. Nah, kalau untuk satuan kerja yang lingkupnya kabupaten, nantinya pada tanggal 23 Desember 2011 akan ada penyerahan DIPA Tahun Anggaran 2012 oleh Bupati Pesisir Selatan kepada para pimpinan satker pemerintah tersebut. Total alokasi dana APBN untuk kegiatan pemerintahan di Kabupaten Pesisir Selatan ada Rp 289.411.965.000,00. Heuheuheu angka yang lumayan fantastis pula yaaa.

Dan ketahuilah saudara-saudara sekalian, perhelatan pada level kabupaten inilah yang belakangan ini menjadi urusan saya karena saya ditunjuk jadi panitianya heuheuheu. Oleh atasan saya, belakangan ini saya sering dapat tenggat waktu untuk buat ini itu untuk persiapan acara yang satu ini. Yang bikin ribet adalah saya masih awam dan baru banget pada ranah pekerjaan persiapan acara ini, yakni hal ihwal mengenai perdesainan. Hingga kini saya masih belum menguasai penggunaan aplikasi desain grafis dan oleh keadaan saya akhirnya dituntut untuk itu heuheuheu. Yowislah jadilah saya seniman dadakan. Akan tetapi yo dipikir-pikir lumayan juga hasilnya hehehe dan jadi memicu untuk belajar hal baru juga sih ya...

Ini baru tahap permulaan saja. Nanti ketika sudah memasuki tahun anggaran 2012, ada satu tugas lagi sehubungan dengan fungsi Customer Service yang saya emban, yakni membimbing dan memandu para operator satuan kerja pemerintah untuk dapat paham dan menjalankan aplikasi sehubungan dengan DIPA ini yang dikenal dengan aplikasi RKAKL-DIPA 2012. Semoga saja saya ndak menyesatkan para operator aplikasi itu heuheuheu, jadi saya harus paham benar dulu dengan aplikasi ini.

Dokumen DIPA pada tahun anggaran 2012 kali ini berwarna cokelat tua. Hmm ndak tahu juga ya apa filosofinya. Nah, kecoklatan dokumen ini rupanya sinergi juga dengan penggunaan warna yang mendominasi pada background aplikasi RKAKL-DIPA 2012. Background aplikasi ini berwarna hitam dan dihiasi ornamen wayang dan hiasan batik berwarna cokelat yang weuw sungguh cantik nian. Suka banget deh kalau liat background aplikasi ini dan juga jadi mengingatkan akan tanah Jawa yang saya tinggalkan heuheuheu. Kesinergisan tema dan warna ini pula yang saya angkat pada desain persiapan acara penyerahan DIPA, hihihi biar cocok dan sesuai gitu hehehe.

Aaaah begitulah hal ihwal per-DIPA-an, mohon doanya aja agar perhelatan akhir tahun yang satu ini lancar yo. Kalau DIPA sudah diserah-terimakan, ya pencairan dana APBN baru deh dapat dilaksanakan selama satu tahun anggaran ke depan.

Klimaks Penyerapan Akhir Tahun Anggaran 2011

Besok Senin tanggal 19 Desember 2011 ini akan menjadi momok tersendiri untuk seluruh pejuang perbendaharaan seantero Indonesia. Karena apa? Pada tanggal inilah tenggat waktu terakhir untuk satuan kerja pemerintahan dapat mengajukan permintaan pencairan dana yang bersifat langsung (istilah khususnya lebih dikenal dengan Surat Perintah Membayar Langsung atau SPM-LS), pencairan dana untuk belanja gaji pegawai bulan Januari tahun 2012 nantinya, dan hari terakhir diperbolehkannya revisi Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) untuk menanggulangi masalah pagu anggaran yang sudah minus (melebihi realisasinya).

Hufh yayaya memang pada akhir tahun anggaran sudah dapat diperkirakan setiap tahunnya bakal masih seperti ini. Seperti yang sudah pernah saya ungkapkan pada QN End-Of-Budget Year And My Job Is Some Kind Of Arts, para satuan kerja pemerintahan masih punya penyakit lama untuk gila-gilaan dalam menyerap realisasi anggaran dengan meminta pencairan dana sampai semaksimal mungkin.

Besok akan menjadi benar-benar klimaks penyerapan akhir tahun anggaran. Dilihat dari monitoring data yang ada saja, untuk SPM Gaji saja di tempat kami baru masuk 9 permintaan, padahal kalau ditotal semuanya itu harusnya ada 46 permintaan pencairan dana. Nah, belanja kontrak dan honor juga merupakan jenis belanja yang diperkirakan akan mendominasi pula karena masih banyak pula satuan kerja yang belum menyelesaikan belanja jenis ini.

La lalu peran saya di manakah? Heuheuheu ada imbas langsungnya banget dah apalagi sebagai Customer Service. Kebanyakan satker saking berusaha ngebutnya mereka jadi banyak permasalahan yang muncul dan saya ditugaskan untuk menjelaskan persoalan tersebut heuheuheu. Mereka pun juga jadi sering mengerubungi meja saya belakangan ini karena terdapat beberapa teknis yang belum mereka pahami sehubungan dengan penutupan tenggat waktu untuk pencairan dana ini. Aaaaah jadi keder banget dah memperkirakan apa yang terjadi pada keesokan hari. Ini aja akhir pekan saya dihabiskan di kantor doang jadinya gara-gara masih banyak persoalan tentang SP2D bermasalah dan juga tentang persiapan penyerahan DIPA yang saya ceritakan sebelumnya. Semoga saja semuanya berlalu dengan baik dan lancar heuheuheu. Doakan kami ya, saudara saudara sekalian J...

Aaaaah perbendaharaan negara, sungguh terlalu banyak hal yang sebenarnya saya pengen bahas tentang dirimu. Akan tetapi yo, ini keknya sudah kelewat batasnya deh, terlewat puaaaaaaaaaaanjangnya khas ala postingan saya. Jadi yo, cukup sekian saja deh sekilas perbendaharaan negara kali ini. Dilanjutin pada kesempatan selanjutnya aja ya. Semoga akan ada cerita menarik lagi (dan panjang tentunya hahaha) yang bisa dibahas dari hal ihwal perbendaharaan negara ini untuk dapat saya bagi kepada saudara-saudara sekalian hehehe...

Oya, nebeng pesen aja buat seluruh pejuang perbendaharaan di mana pun Anda berada... Semangat Akhir Tahun Semuanya Untuk Akhir Tahun yang Bahagia hehehe

Painan, 18 Desember 2011, 22.53

66 komentar:

  1. luaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaar biasa.... Haryo Haryo....
    silakan dibaca... beneran ya dibaca ya... ntar dikasih pertanyaan balik buat review hasil bacanya hihihihi

    BalasHapus
  2. 2 HS ini bikin bingung karena sama2 kuning warnanya hahahaha


    *lanjut baca*

    BalasHapus
  3. informasi yang menarik nas.. :D.
    (tapi jafi pusing bacanya.. hhee)
    jadi KPPN yang memegang kendali penuh distribusi uang untuk lembaga pemerintahan ya?? CMMIW.
    Wah.. prosedur pencairannya hebat! pasti sudah dapat ISO ya nas??

    BalasHapus
  4. jadi penyerapan anggran di KPPN tahun ini berapa persen?

    BalasHapus
  5. Mbak Aniez
    wekekekeke begitulah kekuning2an kami... asalkan kata Haryo, bukan yang lembek2 dan mengambang gitu ~_~a

    BalasHapus
  6. Haryo
    kebanyakeun ya soalnya... padahal udah dibatesin 3 subtopik aja kok jadi mrebes bahasnya kek gini yo....
    hmmm yoa, kami jadi pengawal keuangan negara nih, tapi ya khusus dana-dana yang bersumber pada APBN, kalau APBD/BUMN lain cerita...
    prosedur pencairan kami belum dapat ISO euy, SOP-nya soalnya emang masih keitung produk baru.

    BalasHapus
  7. *manggut-manggut

    Saya awam banget sama urusan beginian, tp jd sedikit ngerti, ooooh begini toh, waah selamat ya atas prestasinya, moga makin meningkat, aamiin

    BalasHapus
  8. Mbak Aniez
    ni belum ngecek monitoring lagi nih... adanya per tanggal 7 Desember kemaren (heuheuheu ndak update dong)
    di KPPN Painan dana APBN sudah terserap 83,57%, terus sekitar tanggal sepuluhan sudah mencapai 88%-an gitu... jadi ya ngebayangin sekitar 10% tumpek bleg bakal diajuin pada hari esok nih heuheuheu

    BalasHapus
  9. sayang sekali nas.. padahal mantab tuh.. padahal badan administrasi ITS yang prosedurnya lumayan lelet sudah ISO. Semoga tahun depan dapat ya..
    Yang penting KPPN dapat ranking 1 :D.. hheee..

    BalasHapus
  10. Mbak Novi...
    hehehehe sedang dalam upaya mengumumkan ranah pekerjaan saya di ranah publik nih... soalnya keknya jarang2 terekspos gitu biar eksis hihihi...
    Allahumma aamiin, memang suatu keharusan untuk dapat meningkat dan jadi lebih baik lagi...

    BalasHapus
  11. Mbak Ari...
    dipersilakan untuk manggut-manggut... bahasanya ndak kelewat begitu teknis kan ya... semoga bener2 paham deh, kan emang niatnya untuk memberikan sekilas tentang perbendaharaan negara hehehe

    BalasHapus
  12. Haryo...
    diriku pun jadi teringat akan Ujian Saringan Masuk STAN pun yang notabene almameter saya tercinta *halah* sudah dapat ISO atas penyelenggaraannya... tapi yo emang masih anget tuh ISOnya... ni Kemenkeu mungkin ke depannya akan mengajukan penilaian ISO untuk tiap layanannya, tapi yo itu tiap unitnya itu ada buanyaaaaaaak juga layanannya...
    hihihi maturnuwun nggih... kaya entuk ranking 1 ing sekolahan ae hihihi

    BalasHapus
  13. layanan sih oke
    tapi ngantrinya ngga nguati kalo akhir taun begini -_-

    BalasHapus
  14. Di instansi lain masih banyak praktek pungutan liar, nas. Kepolisian, misalnya.

    Selamat ya. Lanjutkan jihadmu dan rekan-rekan. : D

    BalasHapus
  15. Hheee.. ngomongin ISO, jadi ingat parameter kamera digital, jadi ingat tugas akhir lagi nih --"
    Harus itu, instansi pemerintah kudu punya sertifikasi mutu yang Sip... hhe..
    semoga semakin meningkat nilainya..

    BalasHapus
  16. Mbak Khonsababyshop...
    he'em nih mbak... jadi nggak kebayang antreannya kek gimana buat besok yang pengajuan terakhir...
    emang sih secara jelas tampaknya ini ulah kebandelan dari para satuan kerja belum dapat merencanakan penarikan dana dengan baik dan akhirnya menumpuk akhir tahun
    tapi ya jujur juga kami punya peran kesalahan juga berarti masih belum dapat mengkondisikan para satuan kerja untuk dapat merencanakan dengan baik :(

    BalasHapus
  17. hoooo malem2 gini masih pada rame yaks... bales sekarang aja deh
    takutnya ndak ada kesempatan bales comment di kesibukan esok hari huhuhu

    BalasHapus
  18. Uda Romi...
    satker yang satu itu emang "unik" banget deh... kalau hal ihwal keuangan internalnya sih dilaporkannya emang udah sesuai prosedur kok... cuman ya yang langsung ke kantong pribadi itu lebih ke arah oknumnya emang...
    yoooosh doakan kami, Uda... untuk Ranah Minang yang lebih baik juga dengan penyerapan anggaran pemerintahan...

    BalasHapus
  19. Haryo...
    hoooooooo kutunggu cerita tugas akhirmu... huhuhu dulu juga saya kan posting tuh tentang tugas akhir saya.. nggak jauh2 juga temanya dari penyerapan anggaran, tentang belanja subsidi pemerintah euy...
    *eaaaa jadi obrolan antarbidang berbeda nih teknik vs akuntansi pemerintahan*
    yoooosh doakan kami.... Allahumma aamiin atas doanya

    BalasHapus
  20. Cerita? haha.. sudah ada kok, tapi cerita soal rintangan mengerjakan tiada akhir..
    Kalau mau disambungin bisa nyambung kok nas. Kami bisa meramalkan turun naiknya kurs rupiah pakai metode matematis tertentu.. hhaa

    BalasHapus
  21. Haryo...
    haruslah... malah jadi berkesan kok kalau dikilas balik ntar (pengalaman pribadi heuheuheu)
    dan kemudian apabila adik2 kelas jadi terpengaruh abis bacanya hooooo girang abis (menyebarkan pengaruh sesat akan paradigma mengerjakan tugas akhir wekekekeke)
    hooooooo jadi emang dirimu ahli tukang ramal yaaaaaa (barusan comment fbmu tentang ramalan temperatur udara bandara ~_~a)

    BalasHapus
  22. Nanti sajalah, kebanyakan cerita kalau tugas akhirnya nggak selesai kan malu juga.. hahaaa
    ini juga lagi suram progresnya --"
    HHaa.. bukan peramal sembarangan je, ngalah ngalahi alm. Mama Laurent..
    barusan juga bales komenmu kok nas.. :p

    BalasHapus
  23. wah...selamat...selamat...

    iya, skrg pelayannnya jd lbh baik. DJPB jg ok kok pas ngisi konsep DIPA kmrn.

    cara enak penyerapan adalah.....konsinering hehe...

    BalasHapus
  24. Empat teratas punya kemenkeu, ya

    BalasHapus
  25. Kemarin-kemarin pulang jam 9.30, entah hari ini T_T. Semangaaatt!

    BalasHapus
  26. nungguin hasil kerja temen di KPPN nyairin SPPD :-)

    BalasHapus
  27. kangen dengan KPPN euy....

    sekarang jadi percontohan semakin profesional ya nas ?

    BalasHapus
  28. kapan2 saya mau nulis DJPK yah :D

    BalasHapus
  29. yg bikin desain interface rkakl dipa ada di sini nih orangnya.. hehe

    BalasHapus
  30. Berita baik tentang kepemerintahan emang harus disebarkan nih. Tfs.

    BalasHapus
  31. huaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    awal hari yang sungguh menyebalkan
    karena ada kelalaian saya dalam memperbaiki komputer untuk kegiatan operasional...
    aaaaaaaaaaah nanazh nanazh betapa naazhnya dirimu huhuhu

    BalasHapus
  32. hehehe yowis diselesaikan dulu...
    tapi lumayan juga disambi posting... malah dulu tuh publish ngeMPi diriku padat waktu ngerjain tugas akhirku loooo
    lah kok surem? semangat dong Uda.... cahaya akhir tugas akhir sedang menantimu seperti kami menanti cahaya akhir tahun hehehe

    hooooooo bukan peramal biasa rupanya... kereeeeeeeeen hehehe

    BalasHapus
  33. wuaaaaaaaah stakeholder kami nih ikut bicara... terima kasih atas kerjasama dan partisipasinya selama ini hehehe
    hoooo kalau bagi pegawai instansi pusat yang di daerah yaaaaaaaa enaknya ada dinas luar pemanggilan ke pusat hihihi...

    BalasHapus
  34. Kemenkeu emang oukeeeeeh punya ya....
    selamat juga buat DJP....

    *eh tapi mbake kan gak di unit pelayanan lagi kan ya

    BalasHapus
  35. hooooo Jakarta emang seperti itu.....
    kalau saya sih ba'da isya belakangan ini, tapi kemaren weekend saya terporsir di kantor huhuhu

    yo sami-sami semangat perbendaharaanlah mbak...

    BalasHapus
  36. hoooooooooo jangan2 mas dapet honor apa gitu ya.... hehehe pembayaran honor tuh sangat mendominasi di akhir tahun ini....

    gaji juga boleh ditunggu kok hehehe

    (dan di depan saya ada dua satker sedang buat permintaan gaji Januari ~_~a)

    BalasHapus
  37. jelasnya untuk mencairkan SPPD ya kudu di-SP2D dulu dong, kakak hehehe....

    jadi mau jalan2 ke mana nih? dengan SPPD nomor berapa? hooooo

    BalasHapus
  38. aaaaaaaaaah mas Hakim... kami merindukanmu *halah

    sekarang ini walau belum secara hukum berstatus KPPN Percontohan, tetapi semuanya sudah menerapkan SOP KPPN Percontohan mas...

    dan yap kami selalu mengupayakan nilai Kemenkeu kedua itu selalu dijaga... :)

    BalasHapus
  39. ditungguuuuu Uda...
    DJPK kan juga keknya perlu dieksiskan...

    mosok yang dapet pemberitaan DJP en DJBC mulu...
    *saudara instansi yang ngiri hehehe*

    BalasHapus
  40. Ifa yang bikin?
    hoooo DJA emang seleranya oke punya... beda banget ma orang2 DSPerbendaharaan... background aplikasinya barunya aneh dan norak ~_~a

    BalasHapus
  41. jarang jarang ya kita denger berita macam kek gini... hal ini juga ya yang bikin image pemerintahan selalu aja digeneralisasi jadi jelek

    BalasHapus
  42. nggih mbakyu... emang sampun tahun baru hijriyah... tapi kan yo iki ngomongke tahun anggarane sing diterapkan negara kita gitu loo

    BalasHapus
  43. zzzz, bukan saya dong tentunya..
    di sini refers to di ruangan saya,bikinan salah seorang programmer di DSPenganggaran. hehe

    eh, udah tau yg aplikasi rkakl dipa online kan nas?

    BalasHapus
  44. hohohoho sampaikan pujian saya dan juga dari beberapa satker atas background yang cantik itu....

    RKAKL DIPA online kalau di kami sih lebih dikenal dengan ftp://ftp3.perbendaharaan.go.id untuk transfer pagu awal DIPA 2012 dan itu usernya kppn... kalau yang berbasis webpagenya alias http://rkakldipa.anggaran.depkeu.go.id/ belum sebegitunya ngeh tuh... belum dikasih user dan password

    BalasHapus
  45. Anas lulusan perbendaharaan negara, desain graafis, atau ilmu komputer sih? kok semuanya bisa... hahaaa

    BalasHapus
  46. kalau di sini kudu dipaksa semua bisaaaaaaaaaaaaaaaaaa........ aaaaaaaaaah aku kan bukan superboy heuheuheu

    BalasHapus
  47. ping pira ae pun tetep naazh gitu ya ~_~a

    BalasHapus
  48. kyaaaaaaaaaaaaaaaaaa.... sungguh hari ini dari awalnya yang ribet pun dan diakhiri dengan hal ribet dan selama itu dihiasi hal-hal ribet lainnya....

    luaaaaaaar biasa... tanggal 19 Desember 2011 akan terus terkenang deh...

    BalasHapus
  49. hahaaa...
    gak popo lah. mabah pengalaman nas..
    btw link downloade wes dicoba durung?

    BalasHapus
  50. bbrp kali ktmu pegawai pemda di daerah yg minta visum/stempel. keren bo'. utk musrembang aja mereka DL-nya sebulan haha...

    BalasHapus
  51. huuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuufh
    ada berita official dari website perbendaharaan "Dirjen Perbendaharaan: Ini Tidak Sehat, Terlalu Menumpuk di Batas Akhir Waktu" (http://perbendaharaan.go.id/new/index.php?pilih=news&aksi=lihat&id=2770)

    yaiyalah bapak.... bikin pegawai2mu di daerah jadi nelangsa kek gini heuheuheu

    BalasHapus
  52. iyo sih... pengalaman itu membuatku dari seorang bukan apa2 jadi saking apa2 di marih heuheuheu

    BalasHapus
  53. ah pemda... emang neko2 kok mas...
    dulu saat magang di Subdit Pinjaman Daerah, Dit Sistem Manajemen Investasi yang ngurusin penerusan pinjaman daerah aja, dari pelosok Indonesia pada dateng untuk hal yang sepele yang sebenarnya bisa dikomunikasikan jarak jauh ~_~a

    BalasHapus
  54. saya udah nunjukin tulisan ini ke orangnya, dan beliau (kami memanggilnya dg sebutan 'mbah') bilang: "salam buat nanas ya.."
    :D

    BalasHapus
  55. weleh sampai segitunya...
    hihihi samperin makasih juga dan mohon izin desainnya jadi inspirasi buat undangan, banner, ma naskah pidato bupati pada saat penyerahan DIPA di kab. pessel hehehe

    BalasHapus
  56. Mbak Anaz... dipersilakeun sekali mbak...
    semoga bener2 menambah wawasan tentang perbendaharaan negara ya..
    keknya di Malaysia pun juga ada unit treasury negara gitu heheheh

    BalasHapus